Negara Rugi Hingga Ratusan Triliun, Hutan Lindung Digerogoti

oleh -47 views
Hutan Lindung Indonesia Digerogoti
Hutan Lindung Indonesia Digerogoti

JAKARTA (LK) – Diperkirakan total kerugian yang dialami negara dari lima provinsi dalam hal pelanggaran prosedural kehutanan mencapai ratusan miliar atau lebih tepatnya sebesar Rp 260,604 triiun.

Dari lima provinsi tersebut, Kalimantan Tengah (Kalteng) merupakan daerah paling banyak dibandingkan provinsi lainnya yang ditemukan pelanggaran penggunaan kawasan hutan yang tidak prosedural.

Data itu diterbitkan langsung Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) berdasarkan ekspose dari gubernur dan bupati/walikota enam provinsi, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data itu, terdapat 282 perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran prosedural di luas area sebesar hampir 4 juta hektar.

Sementara, untuk sektor pertambangan, terdapat 629 perusahaan diduga telah melanggar prosedur kehutanan, diperkirakan lahan itu mencapai luar sekitar 3,5 juta hektar.

Tidak tanggung-tanggung, kerugian yang diderita negara untuk wilayah Kalimantan tengah diperkirakan mencapai Rp 158,5 triliun.

Selanjutnya pada posisi kedua ditempati Kalimantan Barat dengan 169 perusahaan perkebunan, pada areal sekitar 2 juta hektar dan 384 perusahaan pertambangan dengan luas 3,6 juta hektar dan kerugian sebesar Rp 47,5 triliun.

Posisi ketiga diraih oleh Kalimantan Timur dengan 86 perusahaan perkebunan di areal 720 ribu hektar dan 223 perusahaan pertambangan di areal 774 ribu hektar dengan kerugian Rp 31,5 triliun.

Selanjutnya pada posisi ke empat dan ke lima yakni Riau dan Sulawesi Utara. Dimana total kerugian keseluruhan yang dialami negara saat ini mencapai angka Rp 260,604 triiun.

“Saat ini kita terus bergerak dan mengusut semuanya,
termasuk kerugian negara yang mengarah pada pejabat negara hingga perusahaannya,” tegas Direktur Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan (Dirjen PHKA Kemenhut), Darori.

 

Penulis : Jhon
Editor : Yusman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.