Tingkat Kriminal di Metro Jakarta Menurun, Ini Keterangan Kapolres

oleh -29 views
Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi
Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi

JAKARTA (LK) – Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Metro Jakarta, Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi menyatakan bahwa tingkat kriminal di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Pusat pada 2021 menurun drastis.

Dikatakannya, dari 1.009 kasus yang tercatat dan terjadi di wilayah hukum Polres Metro Jakarta, lebih dari 80 persennya telah berhasil ditangani dengan baik hingga tuntas.

“Secara umum kriminal di wilayah kita terjadi penurunan, tingkat penyelesaian kasus juga tinggi, dari 1.009 kasus yang clearance-nya 828 kasus,” terang Hengki Jumat (31/12).

Diakuinya, memang terdapart beberapa kasus yang menonjol di antaranya kasus premanisme di Kemayoran, penyerobotan tanah, hingga kelangkaan oksigen saat lonjakan kasus Covid-19.

“Kita pernah mengungkap kasus premanisme di Kemayoran pada saat pandemi orang disuruh menyerobot tanah. Kemudian mafia tabung oksigen, temuan itu kita sumbangkan ke rumah sakit,” bebernya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga berhasil mengamankan seorang Direktur Televisi (TV) dari sebuah kanal YouTube yang diduga menyebar hoaks dan ujaran kebencian.

Tidak sampai disitu saja, Hengki menyebutkan bahwa pihaknya Polres Metro Jakarta pertama kali berhasil mengungkap kasus Pinjaman Online.

“Kemudian ini sangat menarik juga rekan-rekan paham, yaitu terkait kasus aktual TV ini fenomena baru, di mana sekelompok orang ini membuka akun YouTube ujaran kebencian hoaks dan sebagainya,” tegasnya.

Selanjutnya kasus viral yakni pembacokan karyawati Basarnas. Kata dia, peristiwa itu bermula karena para pelaku mengambil handphone korbannya karena ingin membeli sabu sehingga nekat menghabisi nyawa korbannya.

Karena tingkat kecanduan pelaku terhadap narkoba sangat tinggi, maka rasa takut untuk menjalankan aksi akan hilang, dalam hal hal ini para pelaku lebih nekat dan tidak memperhitungkan akibat perbuatannya.

“Mereka (pelaku kriminal, red) cenderung agresif karena di bawah pengaruh narkoba, hilang empati dan tidak kasihan terhadap korban. Mengurangi kejadian ini, untuk itu kami menggangap perlu untuk membentuk satgas narkoba,” pungkasnya sembari menyebutkan sejumlah kasus yang tengah ditangani saat ini.

Penulis : Yoga
Editor : Hidayatullah

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.