Surinto Wijaya Kuasai Kawasan Hutan, Diduga PT. Ayau Kebal Hukum

oleh -103 views

Riau,( LK ) — Pemerintah Terus Berbenah dalam menegakan aturan dalam pengelolaan kawasan hutanHal tersebut dapat dilihat banyaknya perusahaan yang dicabut izin konsesi kawasan hutan oleh kementrian lingkungan hidup dan kehutanan RI.Sebanyak 106 perusahaan merasakan ketegasan pemerintah yang ingin mengembalikan kawasan hutan sebagaimana mestinya.Keputusan tersebut tertuang dalam surat keputusan mentri LHK nomor :SK 01/MENLHK/SETJEN/KUM/1/20.Diantara perusahaan yang dicabut izin tersebut terdapat 26 perusahaan yang beroperasi diRiau.

Begitu seriusnya pemerintah untuk menciptakan kelestarian hutan demi anak cucu nantinya.Namun Hal itu berbanding terbalik yang dilakukan oleh sebuah perusahaan sawit yang beroperasi didesa Kapau Jaya kecamatan Siak Hulu kabupaten Kampar Riau.PKS yang dikenal dengan nama PT Ayau tersebut terus beroperasi walau tidak memiliki .Bahkan perusahan milik Surianto wijaya tersebut mencuri sawit dalam kawasan hutan yang dikuasai oleh negara dibawah pengawasan Kementrian Lingkungam Hidup dan kehutanan.

Penguasaan dan pencurian sawit oleh PT ayau tersebut telah berjalan Sejak tahun 2014.Karena sejak dikeluarkan Putusan pengadilan Bangkinang terhadap gugatan dengan No perkara:28/Pdt.G/2013/PK.Bkn maka PT ayau tidak punya hak untuk mengelola bahkan melakukan pemanenan pada lahan seluas 788,44 Hektar yang pernah mereka kuasai.Pada pengadilan tersebut Penggugat Yayasan Riau madani telah memenangkan peradilan dan mengharuskan PT Ayau untuk mengembalikan kawasan yang mereka kuasai untuk dikelola,dijaga dan diamankan oleh Kementrian LHK.Bahkan kawasan tersebut harus dikembalikan menjadi kawasan hutan.

Selain itu Pengadilan Negeri bangkinang juga telah mengeluarkan surat kepada Polres kampar untuk mengamankan eksekusi lahan dengan nomor surat:W4 U7/1276/HK 02/2016.Eksekusi lahan tersebut dilakukan karena saat keputusan pengadilan bangkinang dibacakan Surianto wijaya tidak melakukan banding terhadap putusan tersebut.Hal tersebut sesuai yang tertuang dari surat yang dikeluarkan oleh panitera pengadilan bangkinang Nomor :Panitera W4 L17/1235/HT/05.10/VI/2014.

Namun diamnya Surianto wijaya bukan karena sadar akan kesalahan yang diperbuat tapi diam Surianto wijaya seperti mentertawakan hukum yang ada diIndonesia.Karena Sejak dikeluarkan putusan sampai tahun 2021 Surianto Wijaya tidak pernah mengosongkan objek perkara bahkan dengan semena mena melakukan pemanenan dikawasan yang dikuasai oleh negara.Walau Surianto wijaya kalah dipengadilan namun ia tetap eksis beroperasi dan mengeruk keuntungan dari kawasan hutan milik Negara.

Entah sudah berapa banyak pundi pundi kekayaan yang didapat oleh surianto Wijaya dari hasil mencuri sawit dikawasan hutan milik negara.

Tentu hal ini tidak akan terjadi andai penegakan hukum bisa dilaksanakan tegak lurus dan Surianto Wijaya mau patuh pada pengadilan sebagai Hukum tertinggi.Selain itu hal ini juga karena adanya pembiaran dan seakan tutup mata yang dilakukan oleh Dinas lingkungan Hidup dan kehutanan provinsi Riau yang jelas dan terang benderang dalam keputusan itu untuk mengamankan objek perkara tersebut.

Sesuatu yang lucu jika dengan jarak tidak lebih dari 50 KM dari kantor dinas kehutanan Provinsi Riau tidak bisa mengetahui hal tersebut.Bahkan telah dilakukan bertahun tahun oleh Surianto Wijaya.Dari kaca mata masyarakat awan melihat seakan akan Surianto Wijaya adalah seorang yang kebal hukum dan tak tersentuh hukum bahkan setelah adanya keputusan hukum tetap dimeja hijau sebagai hukum tertinggi dinegeri ini.

Awak media juga telah coba untuk mengkonfirmasi masalah tersebut pada Surianto wijaya namun saat dihubungi lewat whattsap tidak pernah mencoba merespon konfirmasi dari awak media bahkan sudah dicoba berulang kali.

Setali tiga uang kepala dinas lingkungan hidup dan kehutanan juga tidak mau memberikan klarifikasi masalah tersebut pada awak media.Seakan akan kedua pihak seperti mau menutupi masalah yang ditimbulkan oleh PT ayau.Padahal jangankan perusahan yang tidak berizin tapi mentri berani mencabut perusahaan yang punya izin jika hal tersebut telah terjadi penyalahgunaan konservasi hutan.

Kelakuan Surianto Wijaya bukan hanya pada awak media tapi kesombongan dan keangkuhan pemilik PT ayau terlihat makin jelas saat pihak penegak hukum polres kampar mencoba mengundang PT Ayau untuk menjelaskan kawasan yang mereka kuasai.Dimana pihak pengelola PT Ayau tidak pernah mau memenuhi undangan klarifikasi tersebut.Tentu hal ini tambah menegaskan bahwa Surianto Wijaya adalah orang yang merasa kebal dan tidak takut hukum. Surianto Wijaya berani melakukan hal tersebut karena ada yang memberikan perlindungan pada dirinya,Jika tidak tentu tidak akan ada pembiayar pada PT ayau bisa beoperasi lebih dari 5 tahun dikawasan yang tidak dimiliki dan tampa izin,Sehingga masyarakat semakin merasa bahwa hukum tajam kebawah dan tumpul keatas.

Penulis : Amrizal / Yulisman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.