Cara Polsek Pangkalan Kerinci Tetapkan Tersangka Terkesan Tebang Pilih

oleh -564 views

RIAU (LK) – Air mata Hasanah Anaria Hutabarat tidak dapat lagi terbendung, terlebih ia melihat masa depan empat orang anak yang harus dinafkahi. Kesedihan wanita paruh baya itu berawal ketika suami yang dicintainya ditahan di Polsek Pangkalan Kerinci.

“Mengapa orang-orang begitu tega mengorbankan suami saya untuk masuk penjara?, suami saya tidak pernah berbuat jahat,” ujar Hasanah bercucuran air mata saat dijumpai Lintaskriminal.co.id di rumahnya.

Informasi yang dihimpun media ini, Ahmad Suka Eli Zai (41) suami dari Hasanah itu ditangkap polisi pada 25 Januari 2022, Ahmad ditangkap atas laporan dari PT Inti Indosawit Subur (IIS) dengan dugaan pencurian tandan sawit Blok A 91 Z atau lebih tepatnya di depan kantor Telkom Pangkalan Kerinci.

Menurut keterangan Ahmad, penangkapan terhadap dirinya itu dikarenakan mempekerjakan tiga orang untuk memanen sawit milik Anto Kerinci AC, namun sialnya, tiga orang pekerja ditangkap oleh security PT IIS dan dibawa ke Polsek Pangkalan Kerinci.

“Awalnya yang ditangkap itu tiga orang anggota suami saya, lalu suami saya ikut diperiksa di Polsek Pangkalan Kerinci, setelah itu langsung ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Saya heran, Pak Anto yang memerintahkan suami saya untuk memanen tidak ditangkap,” ujar Hasanah menceritakan kronologis sebelum suaminya mendekam di balik jeruji besi.

Padahal, Hasanah mengaku bahwa Ahmad sudah cukup lama bekerja pada Anto Kerinci AC, mulai dari membangun ruko, membersihkan kebun sawit, lalu memanen. “Saat ada masalah, malah suami saya yang dikorbankan,” keluhnya.

Kejanggalan terhadap penahanan Ahmad itu juga dirasakan oleh Ali Ruben Habonaran Zai (anak sulung, red), dimana saat penangkapan ayahnya itu, polisi yang bertugas saat itu pura-pura tidak melihat kehadiran Anto Kerinci AC di bengkel tersebut.

“Waktu bapak dijemput polisi, Pak Anto ada di sana, tapi polisi nya pura-pura tidak lihat kalau pak Anto ada di sana,” aku Ruben berlinang air mata sembari mengingat kembali kata-kata ayah ‘Yakinlah Nak, Bapak tidak bersalah’.

Disisi lain, salah seorang tokoh masyarakat Pangkalan Kerinci menyebutkan bahwa kebun yang dipanen Ahmad Cs itu tidak berada dalam kawasan HGU PT IIS, sebab dipisahkan oleh perumahan, bahkan sebelumnya pernah terjadi konflik antara masyarakat dengan pihak perusahaan.

“Disini kita melihat petugas terlalu patuh terhadap perusahaan, sehingga terjadi penahanan, harusnya pihak kepolisian betul-betul mendalami konflik antara perusahaan dan masyarakat, jangan sampai tajam ke bawah, tumpul ke atas,” ingat tokoh masyarakat tu.

Sementara itu, terkait penetapan Ahmad sebagai tersangka dikatakan pihak Polsek Pangkalan Kerinci sudah berdasarkan dua alat bukti, sedangkan mengenai keterlibatan Anto Kerinci AC hingga saat ini masih menunggu koordinasi dari Kejaksaan Negeri Pelalawan.

“Saat masih dalam proses (keterlibatan Anto Kerinci AC, red), kalau untuk penetapan Ahmad sebagai tersangka sudah sesuai dengan dua alat bukti,” ujar Kanit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci, AKP Budi Indra, SE, MM.

Penulis : 74yung
Editor : Yusman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.