SADISS!!! Bukti Tidak Cukup, Kejari Pelalawan Tetap Tuntut Tersangka 18 Bulan

oleh -512 views
Kriminal, Ilustrasi
Kriminal, Ilustrasi

RIAU (LK) – Ungkapan hukum tumpul ke atas, runcing ke bawah belakangan memang sering terjadi di Republik Indonesia, seperti yang di alami salah seorang warga Pelalawan yang dijadikan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana pencurian di PT Inti Indosawit Subur.

Karena tidak memiliki uang untuk mengurus kasus, Ahmad Suka Eli Zai (41) harus mendekam di penjara dengan tuntutan hukuman 18 bulan penjara, padahal jika ditelusuri lebih jauh, penegak hukum tidak memiliki bukti yang cukup untuk menetapkannya sebagai tersangka.

Alkisah, pada awal tahun 2022 kemarin, Ahmad Eli Suka Zai mendapat borongan dari Anto Kerinci untuk membersihkan lahan dan memanen sawit di atas tanah yang bersengketa antara masyarakat dan PT Inti Indosawit Subur. Karena membutuhkan tenaga, lantas Ahmad mengajak 4 orang temannya untuk memanen.

“Bapak dapat borongan untuk membersihkan lahan yang katanya milik pak Anto Kerinci AC, lalu dia mengajak 4 orang temannya untuk mengerjakan pekerjaan tersebut dengan membawa mobil milik pak Anto,” ujar Hasanah, istri Ahmad yang ditemui media ini di rumahnya.

Lebih lanjut, Hasanah menyebutkan bahwa yang tertangkap oleh satpam saat mengerjakan lahan yang bermasalah dengan PT IIS tersebut adalah 4 orang teman Ahmad, sedangkan Ahmad sendiri tidak ikut untuk membersihkan dan memanen di lahan tersebut.

Herannya, berselang 2 hari setelah rekan-rekannya ditangkap, Hasanah mengatakan barulah suaminya itu dijemput oleh polisi dan tidak pulang hingga saat ini. Dari informasi yang didapatnya Ahmad ditangkap karena membayar 4 orang rekannya untuk memanen. Sedangkan Anto yang mengaku memiliki lahan dan meminta suaminya mengerjakan lahan tersebut tidak ditahan.

“Saat membesuk kemaren, katanya suami saya ditahan karena menyuruh rekannya untuk memanen sawit, tapi Pak Anto yang menyuruh suami saya untuk memanen tidak ditahan,” bebernya sembari menyeka air matanya.

Terakhir, karena merasa sangat sulit menjalani hidup tanpa seorang suami, Hasanah berharap suaminya dapat dibebaskan secara hukum dan betul-betul menghukum pihak yang bersalah.

“Kami tahu bahwa kami orang susah, tapi setidaknya hukum dapat ditegakkan dengan sebenar-benarnya dan tidak membebaskan orang yang memiliki uang, itu saja harapan saya,” tutup Hasanah.

Sementara itu, terkait tuntutan yang di terapkan Kejaksaan Negeri Pelalawan terhadap Ahmad Suka Eli Zai, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Kejari Pelalawan.

Penulis : Yusman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.