Oknum Polisi Pelalawan Peras Pemilik Usaha Rental Mobil di Siak, Ini Ceritanya

oleh -281 views

RIAU (LK) – Seorang pengusaha rental mobil di SP 7, Kabupaten Siak diperas oknum polisi Polres Pelalawan. Karena takut mobilnya menjadi barang bukti penangkapan narkoba, pengusaha tersebut terpaksa mengeluarkan uang sebesar Rp 8 juta.

Informasi yang dihimpun Lintaskriminal.co.id, pemerasan itu berawal ketika P (31) mengetahui bahwa mobil yang direntalkan pada F (28) ditahan di Mapolres Pelalawan karena tersandung kasus narkoba pada Selasa (23/8) malam.

Mendengar kabar tidak baik tersebut, Rabu (24/8), P mencoba untuk mendatangi Mapolres Pelalawan, alhasil ia mendapati F dan dua orang teman lainnya M dan J ditangkap karena kedapatan menguasai narkoba jenis sabu. Begitu juga dengan mobil yang direntalkannya pada F menjadi barang bukti dikarenakan ditemukan narkoba didalamnya.

“F ini sudah menjadi langganan kami untuk rental mobil, mengenai dia memakai narkoba atau tidak saya tidak tahu. Saya baru tahu saat dia sudah ditahan, sedangkan mobil saya sudah dirental sejak 11 Agustus 2022 kemarin,” bebernya.

Singkat cerita, ketika P meminta pada pihak kepolisian untuk mengeluarkan mobil mini bus merk Wuling miliknya, dua orang oknum polisi yang memegang kasus tersebut malah meminta sejumlah uang agar mobil itu bisa dibawa pulang.

Selanjutnya, karena berada di bawah tekanan dan takut ikut terseret-seret dalam kasus peredaran narkoba, P bersama orangtuanya terpaksa mengikuti permintaan dua orang oknum polisi itu.

“Kalau tidak salah, Rabu (24/8) polisi E meminta uang sebesar Rp 5 juta dan saya langsung menyanggupi permintaan itu, tidak lama kemudian polisi D kembali meminta uang sebesar Rp 8 juta. Mau tidak mau, saya terpaksa mengiyakan permintaan itu,” ujarnya.

Kemudian, tidak ingin berlarut-larut dengan polisi, Kamis (25/8) sekitar pukul 16.30 WIB, P pun mengantarkan uang ke Mapolres Pelalawan sesuai dengan permintaan polisi D. Saat menyerahkan uang pelicin itu, P dibawa masuk ke Ruangan Unit II.

“Langsung saja, HP dan alat komunikasi lainnya disuruh tinggal di luar, saya dibawa masuk ke Unit II. Disana polisi D meminta uang sesuai dengan yang diminta. Setelah itu saya disuruh keluar sambil mengatakan mobil bisa dijemput Jumat (26/8) pagi,” pungkasnya.

Terkait hal tersebut, P mengaku sangat kecewa dengan perilaku oknum polisi Polres Pelalawan itu, meski tidak terlibat dalam kasus narkoba, ia tetap saja dipaksa untuk keluarkan uang. Sementara, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian Resort Pelalawan.

Penulis : Yusman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.