Polsek TPTM Adakan Doa Bersama Mengenang Korban Kanjuruhan

oleh -39 views

Riau,( LK ) — Sebagai Bentuk empati dan turut berduka atas tragedi yang terjadi dikanjuruhan,Polsek Tanah Putih Tanjung Melawan(TPTM) Polres Rokan Hilir melaksanakan kegiatan doa bersama.Doa bersama tersebut dilaksanakan pada hari kamis(06/10) sore di lapangan sepak bola kepenghuluan labuhan papan kecamatan Tanah putih Tanjung Melawan kabupaten Rokan Hilir Propinsi Riau.

Tragedi yang menewaskan 130 orang ini telah memberikan awan kelam bagi dunia sepakbola.Duka tersebut turut dirasakan oleh semua anak bangsa.Untuk mengenang serta mendoakan para korban tersebut Kapolsek TPTM Ipda Irwandi Turnip S.H, MH berinisiatif melaksanakan kegiatam doa bersama.

Doa bersama dilapangan sepakbola kepenghuluan Labuhan Papan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek TPTM Ipda Turnip,S.H,M.H.Selain dihadiri kapolsek juga ikut dalam doa bersama itu Ps Kanit Binmas Polsek TPTM Aipda Ifananto,Bhabinkamtimas Mesah Aipda M.Sobirim,Bhabinkamtibmas Labuhan Papan Brigadir A.P.Siregar serta para personil polsek TPTM.Dalam doa bersama ini Kapolsel TPTM juga turut melibatkan club sepakbola TPTM Fc sebagai langkah untuk muhashabah bagi kesebelasan tersebut dari tragedi kanjuruhan.

Menurut Kapolres Rokan Hilir AKBP Andrian Pramudianto melalui Kapolsek TPTM Ipda Turnip menjelaskan bahwa apa yang terjadi adalah tragedi nasional yang harus jadi pembelajaran bersama.Mereka mereka yang jadi korban adalah anak anak bangsa yang perlu kita doakan bersama.

“Apa yang terjadi di stadion Kanjuruhan adalah sebuah tragedi yang tidak boleh terulang lagi.Sepak bola tidak lebih berharga dari nyawa manusia.Apalagi korban jiwa yang terjadi distadion kanjuruhan lebih dari seratus jiwa.Saat ini banyak air mata yang tumpah dari keluarga yang ditinggal.”.

“Tentu hal ini bukan hanya jadi duka keluarga saja,seluruh masyarakat Indonesia turut merasakannya.Kedepan setiap pemangku kebijakan dan suporter sepak bola harus lebih bijak dalam mengambil keputusan dan bertindak.Agar apa yang terjadi diKanjuruhan tidak lagi terulang dikemudian hari.Cukup mereka mereka yang jadi korban adalah yang terakhir.”

“Harusnya olah raga sebagai wadah pemersatu bukan wadah perpecahan.Jangan fanatisme yang berlebihan membuat suporter berbuat hal hal yang bisa merugikan semua pihak.Jadikan ini sebuah pembelajaran dan rajut kembali kebersamaan antar suporter.Kalah menang adalah hal biasa yang terpenting semua pihak terhibur dengan permainan dilapangan.”

“Polsek TPTM juga turut merasakan duka atas trgedi yang terjadi diKanjuruhan.Sebagai bentuk nyata dari rasa duka dan empati polsek TPTM mengadakan doa bersama.Doa ini sebagai bentuk penghormatan dan memberikan doa pada korban korban diKanjuruhan.Dalam doa bersama ini dijadikan bahan merenung dan mengintropeksi diri agar kedepan sikap anarkis dan fanatisme berlebihan hanya akan menjadi sumber dari kerugian.”

“Sengaja dalam doa kali ini turut melibatkan klub sepakbola agar dari peristiwa yang terjadi dikanjuruhan dijadikan muhasabah dan juga pembelajaran.Segala bentuk anarkis dan menurutkan hawa nafsu hanya menghasilkan kerugian.Tidak ada nilai positif yang didapat dari perbuatan tersebut”,tutup Ipda Irwandi Turnip.

Pada saat kegiatan tersebut Kapolsek TPTM juga meminta masyarakat ikut mendoakan para korban dikanjuruhan.Masyarakat juga harus bisa menjaga persatuan dan suasana kondusif dilingkungannya dan petik hikmah dari apa yang telah terjadi dikanjuruhan.Biarkan lah yang telah terjadi menjadi yang terakhir dalam dunia olahraga.

Penulis : Eman Melayu

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.