Kuasai Fisik,Leo Terus Panen Sawit Dengan Dasar SKGR Fiktif

oleh -230 views

Riau,( LK ) — langkah Persuasif yang dilaksanakan Kapolres Kampar AKBP Didik Priyo samboda dalam penyelesaian sengketa lahan di desa mantulik telah membuahkan hasil,Dimana Dua kelompok yang bersengketa soal lahan di desa mantulik telah sepakat berdamai.

Namun kini masyarakat kembali menjadi gusar, Penyebabnya adalah sebahagian lahan yang dulu disengketakan oleh dua belah pihak kini dikuasia oleh warga luar bernama leo.Adanya penguasaan sepihak tersebut membuat masyarakat bertanya tanya bagaimana leo bisa mempunyai lahan disana ??.

Saat ini Leo telah melakukan penguasaan fisik lahan tersebut dengan mempekerjakan orang flores,Selain itu leo juga melakukan pemanenan sawit dilahan yang jelas jelas bukan ditanami oleh Leo.Sadar atau tidak leo telah melakukan tindakan pencurian dilahan tersebut.Sebab jikapun secara perdata lahan tersebut belum ada kekuatan hukum pemiliknya namun yang pasti dalam azas pemisahan horizontal leo telah mencuri sawit yang ditanami orang.

Dari informasi yang diperoleh awak media saat ini leo hanya punya surat SKGR fiktif,Sebab menurut masyarakata Leo punya surat yang dikeluarkan dan disahkan oleh mantan camat yang tersandung kasus hukum,Jadi saat surat Leo diterbitkan oleh camat Edi Harisman yang telah ditahan Selain itu saat surat SKGR dikeluarkan camat dan orang yang menandatangani suratnya sudah tida lagi menjabat.

Sebenarnya masalah ini juga diketahui oleh Leo Namun leo beralasan sama masyarakat bahwa dia akan keluar dari lahan tersebut jika ada yang mau mengganti kerugian yang ia derita,Sebab saat membeli lahan tersebut Leo telah keluarkan uang dalam jumlah besar.

Memang saat ini leo telah ditipu oleh orang yang menjual lahan tersebut Namun apapun alasannya,apalagi leo mengetahui bahwa surat yang ia miliki fiktif maka sudah seharusnya Leo legowo untuk meninggalkan lahan sawit tersebut.Apalagi leo dengan nyata telah melawan hukum dimana leo secara sadar melakukan pemanenan sawit dilahan yang bukan ia tanam.

Dalam pidana masalah apa yang dilakukan leo tetap disebut pencurian karena azas pemisahan horizontal kasus.

Untuk memastikan keabsahan surat yang dimiliki Leo awak media juga mencoba mengkonfirmasi surat Leo pada Zakir SH selaku Kepala desa Mantulik Sebab aparat ataupun kepala desa pasti punya data administasi desa.Apalagi jika masalah SKGR pasti akan punya no register didesa tersebut.No register sangat penting dalam keabsahan dan kekuatan hukum sebuah surat.

“Surat yang dimiliki oleh leo adalah surat bodong.Karena surat tersebut tidak ada diregister didesa Mantulik.Selain itu ada beberapa point yang menguatkan surat tersebut bodong diantaranya adalah;

1.Bahwa Surat Keterangan Ganti Rugi(SKGR) antara Reynold Sitorus dan Ervina dengan No 97/SKGR/IX/2021 tidak teregister atau terdaftar didesa Mentulik

2.Nama nama pejabat yang menandatangani di SKGR tidak sesuai dengan masa jabatan yang berlaku atau dengan kata lain surat tersebut dibuat saat sudah tidak menjabat lagi.

3.Bahwa pada tanggal 23/09/2022 yang menjadi kepala dusun lingkungan terusan bukan lagi Murid Saputra melainkan Supriadi.

4.Bahwa pada tanggal 24/09/2021 yang menjadi Kades Mentulik bukan lagi Afrizal Zei melainkan Edison.

5.Bahwa pada tanggal 23/09/2021 yang menjadi Camat Kampar Kiri Hilir bukan lagi Edi Arisman melainkan Jaka Putra.

Berdasarkan fakta fakta tersebut memjadikan dasar pihak desa meyakini bahwa Leo hanya memegang surat palsu”,tutup Zakir SH.

saat itu Pemda Kampar telah mengganti Edi Arisman dikarenakan tersandung kasus *hukum.Bahkan* Edi Arisman saat itu pura pura gila.Jadi mana mungkin seorang yang bukan lagi camat dan dalam keadaan yang tidak sehat jasmani dan rohani bisa membuat surat SKGR jika bukan itu surat yang palsu.

Adanya percikan percikan konflik ini membuat masyarakat berharap agar aparat penegak hukum bisa bertindak cepat,Supaya masalah baru yang ditimbulkan oleh Leo tidak membuat suasana kondusif yang telah diciptakan Polres kampar bisa berjalan baik.

Alat penegak hukum harus bisa menegakan hukum dan memproses orang orang yang telah dengan sengaja melakukan upaya melawan hukum,Selain itu apa yang terjadi bisa dikatakan sebagai sendikat ataupun mafia tanah Sebab surat surat yang dibuat dan diperjualan belikan adalah surat surat yang diterbitkan oleh mereka yang tidak lagi berkompeten dalam mengeluarkan SKGR.

Penulis : AM/EM

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.