Bergaya Arogan Saat Dikonfirmasi,Kades Buluh Cina Diduga Tilap Dana BLT Masyarakat

oleh -194 views

Riau,( LK ) — Sejumlah masyarakat Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Propinsi Riau mengeluhkan pungutan atau pemotongan Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa (BLT-DD) pada Tahun 2021, kemarin.

Dari informasi yang media dapat Pemotongan itu diduda langsung instruksi dari Oknum Kepala Desa Buluh Cina Azrianto,Hal demikian disampaikan di oleh sejumlah masyarakat kepada Tim Media investigasi, Senin (17/10/2022) pagi,tadi.

” Ketika penerimaan BLT DD Tahun 2021 di kantor Desa Buluh Cina sepengetahuan saya untuk bulan Juli, Agustus dan September 2021. Pada saat itu seharusnya saya menerima Rp900 ribu, namun yang diberikan hanya Rp600 ribu,” kata pria berinisial F (40) warga desa setempat.

Kata F,dirinya telah mempertanyakan dana Rp 300 Ribu yang dipotong kepada Kaur Keuangan Desa Buluh Cina namun kaur tersebut menyampaikan bahwa dana Rp 300 ribu telah dipotong langsung oleh kepala desa Azrianto.

Tidak hanya F yang menjadi korban dugaan ‘penilapan’ BLT DD akan tapi ada sepuluhan orang lagi yang mengaku bernasib yang sama Misalnya, N (37), dimana N juga mengaku dapat pemotongan oleh pihak desa.

” Kami telah pertanyakan juga pemotongan itu,tetapi dana itu dipotong sepihak oleh oknum kades itu dengan bernada ancaman “Kalau tidak mau di potong tahun besok tidak dapat lagi Bantuan BLT” ucap N.

Terkait dengan hal tersebut, Amiruddin Datuak Majolelo Penghulu Suku Negeri Enam Tanjung mengakui juga kerap menerima laporan dugaan pemotongan BLT DD Tahun 2021 ini.

” Kita sayangkan jika ini benar terjadi sebab BLT DD ini merupakan program Pak Jokowi untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak Covid 19,”kata Datuak Majolelo.

Lebih lanjut disampaikan Datuak Majolelo jika ini benar faktanya kades ini berani ‘menilap’ BLT DD, maka Datuak Majolelo berharap perkara ini dibawa saja ke ranah hukum.

” Sejumlah bukti dari masyarakat sudah kita pegang, tidak menutup kemungkinan dugaan ini akan dibawa Tipikor Polres Kampar atau Kejari nantinya,” ucap Datuak Majolelo.

Terkait Kepala Desa Buluh Cina Azrianto tidak mengakui itu urusan beliau, yang jelas dirinya sebagai masyarakat berhak untuk mengawasi penyaluran BLT DD sebab itu dana negara untuk kesejahteraan masyarakat.

” Benar tidak benar, yang jelas sesuai dengan bukti dan keterangan dari masyarakat kami, kita akan selidiki lebih dalam dugaan pemotongan BLT DD ini,” tegas Datuak Majolelo.

Kemudian ditempatkan terpisah, Anggota BPD Desa Buluh Cina Burhanuddin juga mengakui telah cukup lama mendapatkan laporan dari masyarakat.

” Kita telah lama juga menerima laporan ini,namun masyarakat yang merasa dirugikan kita minta buat laporan tertulis ke BPD, namun belum juga kami terima,maka itu kami belum bisa berbuat apa-apa,” ucap Burhanuddin.

Lanjut Burhanuddin kini dirinya telah menerima beberapa pernyataan masyarakat secara tertulis dan persyaratan ini juga akan kita tindaklanjuti ” Kalau ini benar faktanya,kita juga sangat sayangkan sekali.Kita tidak membenarkan prilaku ini,apa lagi masyarakat buluh Cina menyanyangkan sikap kades yang sampai saat ini belum ada perubahan yang di berikan kedesa khususnya masyarakat buluh Cina”malah hanya buat rusuh” tutur Burhanuddin.

Terkait dengan dugaan ini Kepala Desa Buluh Cina Azrianto saat dikonfirmasi tim media yang melakukan investigasi diruangan nya mengatakan dengan gaya’Arogannya’ dan dengan nada tinggi bahwa apa yang disampaikan itu tidak benar ” Silahkan bawa kesini warga yang mengatakan saya memotong BLT DD, akan saya laporkan dia,” bentak Azrianto.

Azrianto masih dengan nada tingginya mengaku juga pernah menjadi wartawan”Apakah kalian tergabung di PWI, apakah kalian punya KTA. Saya tidak senang dengan tudingan ini,” bentak Azrianto sambil menunjuk nunjuk kepada wartawan.

Nada suara Azrianto langsung melemah saat semua wartawan mengeluarkan KTA disertai uji kompetensi Dewan Pers yang dimintai oleh Azrianto”Pokoknya saya tidak ada memotong dana BLT DD masyarakat,saya berani buka data,” dengan gaya arogannya.***

Penulis Eman Melayu

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.