BLT Dipotong dan Uang BUMDES Dipakai Kades,Camat Siak Hulu Terkesan Buang Badan

oleh -99 views

Riau,( LK ) — Adanya Pemotongan Bantuan Langsung Tunai(BLT) oleh kepala desa Buluh Cina kecamatan Siak Hulu kabupaten Kampar Propinsi Riau Azrianto telah mencederai semangat pemerintah dalam merigankan beban masyarakat yang terdampak covid-19.

Bantuan BLT yang disalurkan pada tahun 2021 sebesar 300 ribu “disunat”sebesar 100 ribu perKK,Memang jumlah tersebut tidak besar jika dinilai dengan nominal rupiah Namun apa yang dilakukan oleh Azrianto selaku kades adalah sebuah bentuk pungli yang jelas jelas melawan hukum,Apalagi jika ditelaah secara hukum kasus pungli lebih berbahaya dari sebuah suap Sebab dalam suap efeknya menguntungkan kedua belah pihak namun pungli hanya menguntungkan satu pihak saja dan pihak lain berada dibawah tekanan.

Selain kasus pungli yang telah dilakukan oleh Azrianto,kades buluh cina ini juga telah memanfaatkan jabatannya dengan itikad tidak baik meninjam dana Badan usaha milik desa(bundes) sebanyak 86 juta rupiah dalam 3 kali pinjaman.Adapun rincian pinjaman yang dipinjam oleh Azrianto adalah sebagai berikut:

1.Pada 21 Desember 2019, dengan nominal Rp35 juta. Dimana dalam kwitansi, dana itu untuk keperluan pelantikan, sertijab dan juga syukuran kepala desa. Dimana, dana tersebut diterima oleh Rosmiati.

2. pada Tanggal 06 Januari 2020 Bumdes kembali mencair dana senilai Rp50 juta rupiah, dana yang langsung ditarik oleh Azrianto dengan alasan akan mengembalikan dana tersebut sampai 03 Pebruari 2020.Saat itu Azrianto menyebutkan dalam kwitansi sebagai bentuk pinjaman yang akan dikembalikan

3.Kemudian yang terakhir pada tanggal 11 Pebruari 2020 Bumdes kembali mengeluarkan dana untuk membeli ikan, ayam dan keperluan lainnya untuk syukuran kades Azrianto. Dimana saat itu dana yang dikeluarkan senilai Rp3,2 juta, ditanda tangani Rosmiati.

Dari ketiga pinjaman tersebut Azrianto telah melakukan pinjaman dengan total 86 juta rupiah.

Adanya peminjaman dana Bumdes yang dipinjam oleh Azrianto awak media mencoba menanyakan kebenaran informasi tersebut kepada Datuk rajalelo yang saat itu menjabat sebagai pengawas bumdes,Beliau membenarkan soal informasi tersebut Namun menurut datuk rajalelo hal itu sudah disampaikan pada camat.

“Benar Azrianto telah melakukan peminjaman dana Bumdes,Azrianto melakukan peminjaman sebanyak tiga kali dari dana bumdes Namun setelah peminjaman belum ada melakukan pengembalian”.

“Gelagat yang kurang baik dari Azrianto membuat masalah tersebut coba dilaporkan pada camat selaku pimpinan dan yang dituakan selangkah dikecamatan siak hulu”.

“Saat itu camat menyampaikan bahwa lebih baik diselesaikan secara baik baik dan kekeluargaan,Camat juga akan mencoba menghubungi dan menasehati Azrianto agar mengembalikan pinjaman dana Bumdes tersebut.Tapi karena belum juga ada itikad baik dari Azrianto untuk mengansur pinjaman maka masalah tersebut telah dibawa keranah hukum dengan membuat laporan ke Kejaksaan negeri Bangkinang Namun hingga kini belum ada perkembangan laporan tersebut”.

“Memperoleh informasi bahwa camat Siak hulu pernah mendapat informasi soal permasalah yang terjadi di Desa Buluh Cina,awak media mencoba mengkonfirmasi hal tersebut pada camat Siak Hulu Rahmad fajri,Selain itu awak media juga mempertanyakan soal pembinaan dan pengawasan camat pada kepala desa dilingkungannya,terutama soal arogansi dan ketidak terbukaan informasi publik pada awak media Dimana saat dikonfirmasi Kades bersikap menutup nutupi masalah dan arogan.

“Soal arogansi itu adalah sifat individu masing masing orang Jadi camat hanya bisa mengingatkan,Selain itu jika memang ada penyimpangan biarlah itu wewenang dari Inspektorat sebagai sebuah lembaga yang berwenang dalam memeriksa penyimpangan Selain itu jika memang ada persoalan pidana maka silahkan dilaporkan dan biarkan hukum yang menindak.”

Apa yang disampaikan oleh camat menyiratkan seakan akan lari dari tanggung jawab sebagai pimpinan tertinggi diKecamatan.Benar secara Hirarki dan struktural kades bukan bawahan dari camat.Namun undang undang juga menjelaskan bahwa camat punya tugas pengawasan dan pembinaan pada desa.Jika ada penyimpangan yang terjadi didesa sudah seharusnya camat mengingatkan kepala desa.Selain itu jika benar camat melaksanakan tugasnya sesuai topoksi dalam mengawasi kinerja kepala desa maka tidak akan ada penyimpangan yang dilakukan kades.

Begitu juga soal Bumdes camat tidak bisa lepas tangan begitu saja,Masalah tersebut sudah diketahui camat dari laporan warga.Tentunya camat bisa mengingatkan kades untuk melaksanakan kewajiban pengembalian.Apalagi dengan cara meminjam Tiga kali tampa ada sedikitpun mencicil pinjaman sudah bisa diasumsikan bahwa Kades Azrianto punya niat jahat ingin menggunakan uang negara tanpa maksud mengembalikan.

Sebab jika Azrianto punya itikad baik tentunya tidak akan meminjam sebelum mengembalikan pinjaman yang awal,Dana yang memang diangarkan pemerintah kabupaten/ kota untuk menggerakan ekonomi masyarakat.Itulah yang mungkin menjadikan Azrianto menganggap tidak perlu mengembalikan karena dirinya perpanjangan tangan dari pemerintah kabupaten Sungguh sesuatu yang naif,karena dengan jabatan kades Azrianto merasa bisa menggunakan dan meminjam dana Bumdes sesuka hati dan tidak berniat mengembalikan.

Sudah seharusnya camat bisa menjalankan topoksi secara baik,Camat harus bisa mengontrol dan mengawasi seluruh perangkat yang ada diwilayahnya.

Sebab tugas camat bukan hanya datang kekantor dan pulang serta terima gaji bulanan tampa mengetahui kondisi yang ada diwilayahnya,Kewajiban yang utama dari seorang camat adalah bagaimana fungsi seluruh stakehoulder yang ada dikecamatan bisa berjalan dengan baik.

Penulis : Eman Melayu

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.