Terkait Pemotongan Dana BLT DD Didesa buluh Cina , saat dikonfirmasi Kades Azrianto Catut Nama PWI

oleh -78 views

Riau,( LK ) — Terkait pemotongan dana BLT DD Didesa buluh Cina Kecematan siak hulu kabupaten Kampar Propinsi Riau penuh dengan polemik ,sebab kades Azrianto mengaku sebagai wartawan yang terdaftar di PWI

Didalam ruangan kades buluh Cina team media yang berjumlah lima orang terkejut dengan sikap seorang pablik figur atau orang yang pemegang suatu desa tersebut dengan gaya arogannya dan bentak bentak wartawan saat konfirmasi terkait informasi yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Tidak sampai di situ kades dengan lantang menyebutkan kepada media saat hendak konfirmasi pemotongan BLT DD wartawan apa kalian ?? Punya indetitas gak ?? Apakah kalian konfirmasi saya udah daftar di PWI ,saya juga wartawan,Cetusnya .*

Selanjutnya media mencoba langsung memperkenalkan diri dengan menunjukkan identitas yang di minta kades ,namun kami team media cukup menyayangkan sikap dari seorang kades yang bergaya seperti preman alias arogan ,padahal kades mengaku sebagai wartawan sebenarnya kades tersebut paham akan kinerja seorang wartawan yang mana sebagai kontrol sosial dan mitra kerjanya kuat dugaan media kades tersebut gagal paham akan kinerja wartawan atau kode etik wartawan.

Terkait dengan bawa-bawa nama PWI saat menghadapi wawancara wartawan, Akhir Yani saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadinya menyampaikan dengan tegas mengatakan itu tidak dibenarkan. Sebab, tidak semua wartawan yang tergabung dengan PWI ” Terkait hal ini, kami PWI juga tidak tinggal diam. Jika ada unsur pelanggaran hukum, akan kami tindaklanjuti. Kami juga tidak terima,” tegas Akhir Yani.

Dikatakan Akhir Yani lebih jauh, seharusnya Azrianto jika memang memiliki latar belakang dari wartawan, seharusnya dia lebih baik dibandingkan yang lain dalam menghadapi wartawan.

” Kalau memang dia memiliki latar belakang wartawan, seharusnya beliau lebih menghormati undang-undang Pers dan juga undang-undang keterbukaan informasi publik,” ungkap Akhir Yani.

Seharusnya, kata dia, pada saat wartawan melaksanakan kegiatan jurnalistik dan mentaati kode etik seharusnya Azrianto harus bersikap terbuka dan juga memiliki sopan santun dalam menghadapi wartawan.

Diakui Akhir Yani, bahwa ada memang sejumlah kepala desa yang mengaku memiliki latar belakang wartawan, akan tetapi bukan berarti mereka seenaknya mengelola dana desa (DD) atau anggota dana desa (ADD).

” Memang ada sejumlah Kepala Desa yang mengaku memiliki latar belakang dari wartawan, tapi bukan berarti seenaknya dalam pengelolaan dana di desa,” pungkasnya.***

Penulis : Eman Melayu

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.