Wali Nagari Sungai Sirah Air Haji Pessel Jadi Drakula Bagi Masyarakat

oleh -51 views

SUMBAR,( LK ) — Pemerintah Jokowi terus berbenah dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur diIndonesia, Banyak pembangunan yang digesa demi kemajuan masyarakat Diantara pembangunan tersebut seperti jalan tol,perbaikan jalan,Pemindahan ibukota dan juga tak lupa pembangunan sumber air bersih.

Salah satu daerah yang merasakan pembangunan tersebut adalah Nagari Sungai Sirah Air haji kecamatan linggo Sari Baganti kabupaten Pesisir selatan Sumatra barat,Pembangunan yang ditujukan agar masyarakat bisa menikmati air bersih untuk kehidupan sehari hari.

ironinya pembangunan tersebut dijadikan Wali Nagari sebagai sumber pemasukan atau diduga sebagai ajang memperkaya diri.Wali Nagari Sungai Sirah yang bernama H.Sabaruddin seperti berdagang dengan masyarakat yang ia pimpin,Proyek air bersih yang disalurkan pada masyarakat dengan beban pembayaran yang sangat mencekik.

Menurut salah seorang masyarakat yang tidak ingin namanya disebut menyampaikan bahwa biaya yang dibebankan pada masyarakat sungguh sangat memberatkan,Rata rata masyarakat harus membayar iuran diatas 150.000 sampai dengan 200.000 rupiah.Bahkan ada juga yang membayar hingga mencapai 500.000 rupiah perbulannya.

“Kami sangat senang dengan adanya proyek air bersih yang digagas oleh presiden,Proyek tersebut sangat bermanfaat untuk kebutuhan air minum masyarakat,dengan Adanya proyek tersebut sangat membawa perubahan besar bagi masyarakat khususnya masyarakat sungai Sirah”.

“Namun yang kami sesalkan adalah sikap dari Wali Nagari yang membebani masyarakat dengan biaya 1500 perliter.Kalau rata rata memakai air bersih 5 liter sehari maka dalam sebulan menjadi 150 liter.

Tentu masyarakat akan dikenai biaya 225.000 rupiah perbulan,belum lagi ditambah beban akan menjadi 230.000 rupiah,Bagi masyarakat yang banyak mengkonsumsi air bahkan bisa kenai biaya hingga 500.000 rupiah perbulannya”.

“Sebenarnya tidak jadi persoalan jika dikenai biaya, Kami sadar bahwa pihak pengelola butuh anggaran untuk operasional dan perawatan.Tapi janga terlalu besar begitu Jika dihitung hitung lebih besar dari pada membeli air galon.

Saat coba menanyakan soal laporan keuangan dan rincian anggaran malah Wali nagara membentak dan bilang itu bukan urusanmu,Jadi kemana lagi kami harus mengadu,Padahal ini sangat memberatkan bagi masyarakat yang mayoritas petani”.

Seharusnya pihak Wali Nagari bisa mencarikan solusi agar tidak membenani masyarakat dengan biaya tinggi Apalagi dalam undang undang diamantkan bahwa wali nagari adalah pengayom bagi masyarakatnya,Jangan sampai keinginan pemerintah membangun proyek air bersih dimanfaatkan untuk mencari keuntungan pribadi dan golongannya.

Apa yang jadi keluhan masyarakat harusnya bisa sebagai bahan masukan bagi Wali nagari,Namun yang terjadi saat ini adanya proyek air bersih dijadikan oleh wali nagari untuk menyalah gunakan jabatannya.”

Masyarakat seakan akan dijadikan sapi perah oleh Wali nagari untuk kepentingan pribadi, Masyarakat yang sudah terhimpit beban ekonomi malah makin dipersulit oleh kebijakan Wali Nagari Ibarat pepatah masyarakat sudah jatuh ditimpa tangga pula.

Saat masyarakat butuh seorang panutan tapi yang mereka rasakan dari sikap Wali nagari Sungai Sirah seperti drakula penghisap darah masyarakat,Bukankah dalam undang undang Wali Nagari punya tugas pokok membina kehidupan masyarakat Desa; membina ketenteraman dan ketertiban masyarakat Desa; membina dan meningkatkan perekonomian desa serta mengintegrasikannya agar mencapai perekonomian skala produktif untuk sebesar besarnya kemakmuran masyarakat dinagarinya,Bukan sebaliknya malah menghancurkan dan membebani ekonomi masyarakat.

Selain itu dalam undang undang Wali nagari juga diberikan kewajiban Karena dari kewajiban tersebut Wali nagari bisa melaksanakan apa apa yang mesti dikerjakan,Diantara kewajiban itu adalah: Memberikan informasi kepada masyarakat apalagi dizaman keterbukaan informasi publik; menyelenggarakan administrasi desa yang baik; melaksanakan prinsip tata Pemerintahan Desa yang akuntabel, transparan, professional, efektif dan efisien, bersih, serta bebas dari kolusi, korupsi dan nepotisme.

Dari beberapa kewajiban tersebut seharusnya Wali Nagari bisa meredam serta kegelisahan masyarakat melalui keterbukaan soal besarnya biaya per liter air bersih yang harus dibayar,Jangan ada yang ditutup tutupi kecuali itu memang rahasia negara atau hal hal yang diatur oleh undang undang.Apa lagi ini menyangkut uang dan hajat hidup orang banyak Kadang uang dan jabatan bisa menyilaukan seseorang.

Arogannya Wali nagari saat diminta keterangan mengisyaratkan bahwa H.Sabaruddin tidak pantas menjadi panutan dan peminpin.Jika pemimpin seperti itu bisa membuat masyarakat menjadi apatis pada pimpinannya.Apalagi ada pepatah mengatakan bahwa raja alim raja disembah ,raja lalim raja disanggah.Jangan sampai akibat perbuatan H.Sabaruddin bisa memicu gejolak dan kurang kondusif keadaan ditengah tengah masyarakat.

Selanjutnya Media mencoba mengkonfirmasi hal tersebut melalui handphone pribadinya 0812-9590-4xxx namun tidak dijawab alias bungkam kuat dugaan wali nagari sungai Sirah elergi dengan Wartawan.**

Penulis : Eman Melayu

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.