Bungkam dan Blokir WhatsApp Wartawan Saat konfirmasi, Camat Linggo Sari Baganti Diminta Dicopot Dari Jabatannya

oleh -40 views

GAMBAR INTERNET

SUMBAR,( LK ) — Terkait keluhan masyarakat sungai Sirah Kecematan linggo Sari Baganti kabupaten Pesisir Selatan Propinsi Sumatra Barat tentang proyek air bersih dijadikan oleh wali nagari untuk menyalah gunakan jabatannya.

Masyarakat seakan akan dijadikan sapi perah oleh Wali nagari untuk kepentingan pribadi.Masyarakat yang sudah terhimpit beban ekonomi malah makin dipersulit oleh kebijakan Wali Nagari.Ibarat pepatah masyarakat sudah jatuh ditimpa tangga pula.

Saat masyarakat butuh seorang panutan tapi yang mereka rasakan dari sikap Wali nagari Sungai Sirah seperti drakula penghisap darah masyarakat.

Bukankah dalam undang undang Wali Nagari punya tugas pokok membina kehidupan masyarakat Desa membina ketenteraman dan ketertiban masyarakat Desa membina dan meningkatkan perekonomian desa serta mengintegrasikannya agar mencapai perekonomian skala produktif untuk sebesar besarnya kemakmuran masyarakat desa,Bukan sebaliknya malah menghancurkan dan membebani ekonomi masyarakat.

Selain itu dalam undang undang Wali nagari juga diberikan kewajiban,Karena dari kewajiban tersebut Wali nagari bisa melaksanakan apa apa yang mesti dikerjakan.

Diantara kewajiban itu adalah: Memberikan informasi kepada masyarakat apalagi dizaman keterbukaan informasi publik; menyelenggarakan administrasi desa yang baik, melaksanakan prinsip tata Pemerintahan Desa yang akuntabel, transparan, professional, efektif dan efisien, bersih, serta bebas dari kolusi, korupsi dan nepotisme.

Dari beberapa kewajiban tersebut seharusnya Wali Nagari bisa meredam serta kegelisahan masyarakat melalui keterbukaan soal besarnya biaya per liter air bersih yang harus dibayar,Jangan ada yang ditutup tutupi kecuali itu memang rahasia negara atau hal hal yang diatur oleh undang undang,Apa lagi ini menyangkut uang dan hajat hidup orang banyak,Kadang uang dan jabatan bisa menyilaukan seseorang.

Arogannya Wali nagari saat diminta keterangan mengisyaratkan bahwa H.Sabaruddin tidak pantas menjadi panutan dan pemimpin, Jika pemimpin seperti itu bisa membuat masyarakat menjadi apatis pada pimpinannya,Apalagi ada pepatah mengatakan bahwa raja alim raja disembah ,raja lalim raja disanggah.*

Selanjutnya media mencoba untuk mengkonfirmasi kepada camat linggo Sari Baganti melalui WhatsApp pribadinya tidak menjawab dan kuat dugaan camat elergi dengan wartawan ,sebab camat bukan menjawab konfirmasi malah memblokir WhatsApp media.*

Dengan prilaku hal tersebut kami media sebagai kontrol sosial berharap Bupati kabupaten pesisir Selatan Propinsi Sumatra Barat mencopot jabatan camat linggo Sari Baganti ,agar kedepan nya camat dapat mengerti akan tugas dari awak media sebagai kontrol sosial.**

Penulis : Eman Melayu

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.