Ketua kopsa M ,Serjana Hukum Tidak Menjamin Relationship..Edi Harus Banyak Belajar

oleh -74 views

Riau,( LK ) — Terpilihnya Nusirwan menjadi ketua Kopsa M pangkalan baru masih menyisakan persoalan yang baru.Hal ini tak lepas dari status Nusirwan yang merupakan pegawai PTPN V.Padahal keberadaan Nusirwan dipangkalan baru hanya sebatas pegawai yang diperbantukan pada KPA Pangkalan baru.Namun saat ini Nusirwan telah terpilih menjadi Ketua Koperasi Kopsa M Pangkalan Baru.

Kopsa M yang merupakan sebuah wadah  koperasi kelompok tani sawit, sebelum dipimpin Nusirwan telah terjadi konflik dualisme antara Antoni Hamzah adan Nusirwan.

Namun seiringnya berjalannya waktu Kopsa M dapat dikuasai oleh Nusirwan dan disahkan melalui keputusan Menkumham.Disini lah mulai sebuah masalah baru,Nusirwan yang merupakan karyawan PTPN V menjadi pimpinan Kopsa M.Keberadaan Nusirwan jadi ketua koperasi  Kopsa M seakan akan jadi boneka PTPN V untuk meredam gejolak dimasyarakat di desa  Pangkalan Baru,Dimana saat Kopsa M dipimpin Antoni Hamzah,masyarakat mendesak lahan yang dikuasai PTPN V agar dikembalikan pada masyarakat.

Akhirnya Nusirwan dijadikan ketua.Diduga hal ini ada campur tangan PTPN V untuk mendudukan Nusirwan.Hal ini bisa dilihat dari keistimewaan yang diberikan PTPN V pada Nusirwan.Sejak jadi ketua koperasi Kopsa M Nusirwan telah jarang masuk kerja di PTPN V Sungai Pagar.Suatu hal yang telah melanggar dari aturan seorang pegawai BUMN.

Menyikapi hal itu awak media mencoba mengkonfirmasi kebenaran Nusirwan yang jarang berkantor  pada Edi Priyanto selaku asisten umum  PTPN V Sungai Pagar pada hari Senin( 21/11).

Menurut Edi Priyanto Nusirwa adalah pegawai PTPN V yang diperbantukan pada KPA Pangkalan baru.Jadi dia bertugas diPangkalan baru atau dia kini adalah pegawai di Pola KPPA Sungai galuh.Dia sudah bukan lagi terdaftar di PTPN V Sungai pagar.Jadi tentu dia tidak akan lagi berkantor diSungai Pagar.

Saat ini Nusirwan adalah pegawai yang diperbantukan pada KPA Pangkalan Baru atau bagian dari Sungai Galuh.Jadi dia bertugas disana,Nusirwan diperbantukan hingga masalah disana tuntas.Saat masalah selesai maka akan ditarik kembali Namun itu adalah kebijakan kantor pusat PTPN V jalan Rambutan bukan weweneng dari manajemen Sungai Pagar.Sejak saat bertugas yang saya ketahui bahwa Nusirwan adalah pegawai Pola KPPA.

Sangat ironi saat ditanya tentang status Nusirwan yang juga menjadi ketua Koperasi,edi menjawab tidak tahu dan baru tahu dari media, Padahal sebagai seorang atasan dan juga telah boomimg berita Nusirwan tapi edi tidak Tahu.Apakah ketidak tahuan edi mengindikasikan ada sesuatu yang tidak ingin diungkap oleh Edi soal status Nusirwan.

Bagaimana mungkin seorang pegawai tidak melaporkan sesuatu hal yang manyangkut pekerjaan pada manajement,atau edi yang memang tidak mau tahu tentang karyawan dibawah naungannya.

“Soal Nusirwan jadi Ketua Kopsa M PTPN V tidak tahu,dan tidak pernah dikasih tahu.Seharusnya sebagai pegawai Nusirwan punya tugas pokok adalah sebagai pegawai PTPN V.Nusirwan digaji oleh Negara dan harus mengikuti aturan negara”

“Seharusnya Nusirwan tidak boleh jadi Ketua koperasi Defenitif,Nusirwan kerja disana hanya diperbantukan.Kalau hanya sementara untuk menyelesaikan masalah yang ada di koperasi Kopsa M itu sah sah saja asal janga jadi ketua Defenitif.Soal gaji setahu saya masih digaji oleh PTPN V.Jadi soal lainnya lebih baik tanya PTPN V terutama soal penugasan Nusirwan agar bisa meredam konflik warga dan PTPN V.Nusirwan ditempatkan di pola KPPA adalah penugasan dari kantor pusat.

“Menyikapi Nusirwan yang  diduga dijadikan boneka untuk meredam gejolak masyarakat edi tidak bisa memberikan jawaban pasti.Sebab selama ini semua kebijakan dan aturan ada dikantor pusat PTPN V.

Apa yang telah terjadi kini kelihatan hanya menguntungkan beberapa pihak saja.Sebab adanya Nusirwan selaku ketua Kopsa M diduga memberikan nilai lebih pada PTPN  V sehingga PTPN V memberikan keistimewaan pada Nusirwan.Sedang masyarakat Pangkalan baru tidak mendapatkan dampak apa apa.

Untuk lebih mengetahui kebenaran,awak media mencoba menghubungi dan menjumpai Nusirwan.Saat ditemui awak media Nusirwan membantah semua info yang disampaikan oleh Edi selaku asistes umum PTPN V Sungai Pagar.

“Tidak benar saat ini saya diperbantukan ke KPPA Sungai galuh.Saat ini data bes saya adalah pegawai PTPN V sungai pagar.Tahun 2017 benar saya pernah diperbantukan,tapi saat ini tidak lagi.Absensi dan gaji saya adalah pegawai PTPN V Sungai Pagar”.

“Mungkin karena baru 3 bulan maka Edi tidak mengetahui pasti saya juga pegawai PTPN V Sungai pagar,dan ini saya pastikan saya masih pegawai disana dan tidak lagi diperbantukan diSungai Galuh.”.

“Cuma karena masih banyaknya persoalan yang ada di Kopsa M membuat saya agak jarang berada dikantor.Semua dilakukan untuk memperbaiki Kopsa M.”

“Terpilihnya menjadi ketua Kopsa M bukanlah kemauan saya.Bahkan telah dilakukan penolakan hingga 3 kali.Tapi masyarakat tetap kekeh meminta.Karena tak ada pilihan dan desakan membuat amanah tersebut dijalankan.Jadi bukan karena pegawai PTPN V membuat terpilih jadi ketua.

“Tidak seharusnya Pak Edi memberikan info yang tidak diketahuinya.Apalagi sampai tidak tahu orang orang yang ada dibawah menejemennya.Bagaimana bisa seorang pimpinan tidak tahu akan anggotanya”

“Ternyata untuk bisa gelar sarjana hukum tidak menjamin bisa melakukan relationship yang baik dengan mitra kerja.Seharusnya info yang disampaikan jangan sampai makin menjadi polemik dimasyarakat.Harusnya info yang keluar harus bisa menyejukan.Apalagi saat ini beban berat harus saya pikul demi kemajuan masyarakat Pangkalan baru.

Terpilihnya Nusirwan menjadi ketua Kopsa M pangkalan baru masih menyisakan persoalan yang baru.Hal ini tak lepas dari status Nusirwan yang merupakan pegawai PTPN V.Padahal keberadaan Nusirwan dipangkalan baru hanya sebatas pegawai yang diperbantukan pada KPA Pangkalan baru.Namun saat ini Nusirwan telah terpilih menjadi Ketua Koperasi Kopsa M Pangkalan Baru.

Kopsa M yang merupakan sebuah wadah koperasi kelompok tani sawit, sebelum dipimpin Nusirwan telah terjadi konflik dualisme antara Antoni Hamzah adan Nusirwan.Namun seiringnya berjalannya waktu Kopsa M dapat dikuasai oleh Nusirwan dan disahkan melalui keputusan Menkumham.Disini lah mulai sebuah masalah baru,Nusirwan yang merupakan karyawan PTPN V menjadi pimpinan Kopsa M.Keberadaan Nusirwan jadi ketua koperasi Kopsa M seakan akan jadi boneka PTPN V untuk meredam gejolak dimasyarakat di desa Pangkalan Baru.Dimana saat Kopsa M dipimpin Antoni Hamzah,masyarakat mendesak lahan yang dikuasai PTPN V agar dikembalikan pada masyarakat.

Akhirnya Nusirwan dijadikan ketua.Diduga hal ini ada campur tangan PTPN V untuk mendudukan Nusirwan.Hal ini bisa dilihat dari keistimewaan yang diberikan PTPN V pada Nusirwan.Sejak jadi ketua koperasi Kopsa M Nusirwan telah jarang masuk kerja di PTPN V Sungai Pagar.Suatu hal yang telah melanggar dari aturan seorang pegawai BUMN.

Menyikapi hal itu awak media mencoba mengkonfirmasi kebenaran Nusirwan yang jarang berkantor pada Edi Priyanto selaku asisten umum PTPN V Sungai Pagar pada hari Senin( 21/11).Menurut Edi Priyanto Nusirwa adalah pegawai PTPN V yang diperbantukan pada KPA Pangkalan baru.Jadi dia bertugas diPangkalan baru atau dia kini adalah pegawai di Pola KPPA Sungai galuh.Dia sudah bukan lagi terdaftar di PTPN V Sungai pagar.Jadi tentu dia tidak akan lagi berkantor diSungai Pagar.

Saat ini Nusirwan adalah pegawai yang diperbantukan pada KPA Pangkalan Baru atau bagian dari Sungai Galuh.Jadi dia bertugas disana.Nusirwan diperbantukan hingga masalah disana tuntas.Saat masalah selesai maka akan ditarik kembali.Namun itu adalah kebijakan kantor pusat PTPN V jalan Rambutan bukan weweneng dari manajemen Sungai Pagar.Sejak saat bertugas yang saya ketahui bahwa Nusirwan adalah pegawai Pola KPPA.

Sangat ironi saat ditanya tentang status Nusirwan yang juga menjadi ketua Koperasi,edi menjawab tidak tahu dan baru tahu dari media.Padahal sebagai seorang atasan dan juga telah boomimg berita Nusirwan tapi edi tidak Tahu.Apakah ketidak tahuan edi mengindikasikan ada sesuatu yang tidak ingin diungkap oleh Edi soal status Nusirwan.Bagaimana mungkin seorang pegawai tidak melaporkan sesuatu hal yang manyangkut pekerjaan pada manajement,atau edi yang memang tidak mau tahu tentang karyawan dibawah naungannya.

“Soal Nusirwan jadi Ketua Kopsa M PTPN V tidak tahu,dan tidak pernah dikasih tahu.Seharusnya sebagai pegawai Nusirwan punya tugas pokok adalah sebagai pegawai PTPN V.Nusirwan digaji oleh Negara dan harus mengikuti aturan negara”

“Seharusnya Nusirwan tidak boleh jadi Ketua koperasi Defenitif,Nusirwan kerja disana hanya diperbantukan.Kalau hanya sementara untuk menyelesaikan masalah yang ada di koperasi Kopsa M itu sah sah saja asal janga jadi ketua Defenitif.Soal gaji setahu saya masih digaji oleh PTPN V.Jadi soal lainnya lebih baik tanya PTPN V terutama soal penugasan Nusirwan agar bisa meredam konflik warga dan PTPN V.Nusirwan ditempatkan di pola KPPA adalah penugasan dari kantor pusat.

“Menyikapi Nusirwan yang diduga dijadikan boneka untuk meredam gejolak masyarakat edi tidak bisa memberikan jawaban pasti.Sebab selama ini semua kebijakan dan aturan ada dikantor pusat PTPN V.

Apa yang telah terjadi kini kelihatan hanya menguntungkan beberapa pihak saja.Sebab adanya Nusirwan selaku ketua Kopsa M diduga memberikan nilai lebih pada PTPN V sehingga PTPN V memberikan keistimewaan pada Nusirwan.Sedang masyarakat Pangkalan baru tidak mendapatkan dampak apa apa.

Untuk lebih mengetahui kebenaran,awak media mencoba menghubungi dan menjumpai Nusirwan.Saat ditemui awak media Nusirwan membantah semua info yang disampaikan oleh Edi selaku asistes umum PTPN V Sungai Pagar.

“Tidak benar saat ini saya diperbantukan ke KPPA Sungai galuh.Saat ini data bes saya adalah pegawai PTPN V sungai pagar.Tahun 2017 benar saya pernah diperbantukan,tapi saat ini tidak lagi.Absensi dan gaji saya adalah pegawai PTPN V Sungai Pagar”.

“Mungkin karena baru 3 bulan maka Edi tidak mengetahui pasti saya juga pegawai PTPN V Sungai pagar,dan ini saya pastikan saya masih pegawai disana dan tidak lagi diperbantukan diSungai Galuh.”.

“Cuma karena masih banyaknya persoalan yang ada di Kopsa M membuat saya agak jarang berada dikantor.Semua dilakukan untuk memperbaiki Kopsa M.”

“Terpilihnya menjadi ketua Kopsa M bukanlah kemauan saya.Bahkan telah dilakukan penolakan hingga 3 kali.Tapi masyarakat tetap kekeh meminta.Karena tak ada pilihan dan desakan membuat amanah tersebut dijalankan.Jadi bukan karena pegawai PTPN V membuat terpilih jadi ketua.

“Tidak seharusnya Pak Edi memberikan info yang tidak diketahuinya.Apalagi sampai tidak tahu orang orang yang ada dibawah menejemennya.Bagaimana bisa seorang pimpinan tidak tahu akan anggotanya”

“Ternyata untuk bisa gelar sarjana hukum tidak menjamin bisa melakukan relationship yang baik dengan mitra kerja.Seharusnya info yang disampaikan jangan sampai makin menjadi polemik dimasyarakat.Harusnya info yang keluar harus bisa menyejukan.Apalagi saat ini beban berat harus saya pikul demi kemajuan masyarakat Pangkalan baru.**

Penulis : AM

Editor : Eman Melayu

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.