Wali Nagari Palangai Kaciak Balas Pemberitaan Dengan Imtimidasi Oleh Simpatisan

oleh -202 views

Sumbar,( LK ) — Sebagai seorang pejabat publik harus siap untuk  dipuji maupun untuk dikritik, Karena pada dasarnya amanah tersebut adalah sebuah kepercayaan yang diberikan oleh negara untuk dapat menjadi pelayan bagi masyarakat.

pejabat Publik adalah sebuah kepercayaan dari dengan segenap kemampuan dan kehendaknya memberikan kepercayaan kepada pejabat publik yang dipilih Berlandaskan kepercayaan, mereka yang dipercaya sebagai penyelenggara diharapkan mampu memperjuangkan kepentingan publik melalui penyelenggaraan pelayanan yang baik.

Adakalanya segala tingkah pola dan perbuatan pejabat publik akan dipantau oleh publik.Sebagai manusia pasti tidak luput dari salah dan khilah.Tentu hal ini juga berlaku bagi pejabat publik,baik perbuatan yang positif dan perbuatan yang negatif.Jangan sampai saat menjadi pejabat publik hanya mau menerima pujian dan sanjungan,begitu ada yang mengkritik langsung dianggap sebagai musuh.

Salah satu pejabat publik yang tidak siap untuk menjadi pejabat publik serta dikritik publik  adalah Wali Nagari Pelangai kaciak.Hal ini bisa terlihat tidak bisanya memberikan klarifikasi saat ada masalah yang ingin ditanyakan.

Bahkan Wali Nagari Palangai Kaciak lebih memilih membisu dan bungkam.Meskipun chat konfirmasi ataupun telepon untuk konfirmasi telah coba dilakukan media.Wali Nagari Palangai kaciak lebih memilih menutup diri.

Anehnya begitu permasalahan tersebut muncul kepublik lewat pemberitaan,Wali Nagari Palangai Kaciak malah seperti kucing kebakara jenggot,Wali Nagari langsung mengumpulkan pendukung untuk melakukan teror dan intimidasi pada orang orang yang mengkritis kebijakannya.

Teror dan intervensi yang dilakukan oleh pendukung Wali nagari Palangai kaciak tidak hanya dirasakan oleh masyarakat,bahkan simpatisan Wali nagari telah jauh masuk kedalam dapur pemberitaan dan mengintervensi pemberitaan.Salah seorang simpatisan Wali nagari Pelangai  Kaciak kecamatan Ranah Pesisir kabupaten Pesisir selatan Sumbar yang mengintervensi awak media adalah Munar.

Munar yang juga merupakan ASN dibagian statistik  Pemkab Pesisir Selatan melakukan intervensi saat menghubungi awak media pada Selasa (22/11) pukul 20:00 wib.

Munar keberatan atas pemberitaan soal wali nagari palangai Kaciak yang tidak paham dalam kegiatan administasi yang baik dan benar.

“Seharusnya media jangan suka memberitakan keburukan keburukan orang lain Itu sudah menyebarkan aib orang lain kemasyarakat Bak pepatah itu sama saja seperti membuang busuk kalangau( Seperti buang busuk kelalat) dengan suara arogannya”.

“Harusnya untuk bisa diperhatikan oleh wali nagari maka jika ada kesempatan alangkah lebih baik berkunjung dan temui wali ,Selain itu jika pun pemberitaan itu benar,tapi tak juga mesti seIndonesia harus tahu,sebab telah diberitakan, Semua itu telah mencoreng muka wali nagari, dengan emosinya.

Lebih lanjut disampaikan Munar baru menjadi apa di rantau ?? udah buat seperti itu nanti tau sanak saudara akan menjadi runyam,Kita harus membangun nagari bukan membuat berita seperti ini, kuat dugaan Munar gagal paham akan kinerja seorang jurnalistik.Sebab jurnalis bukan membuka aib tapi sifat membangun untuk berbenah dengan pemberitaan agar nagari pelangai Kaciak bisa lebih baik lagi.

Semua hal ini tidak akan jadi sorotan andai saja Wali Nagari punya kopetensi dan kemampuan dalam tata kelola administrasi pemerintahan Jika tidak tentu akan administrasi akan jadi kacau Apabila itu terjadi sudah pasti kritik dan pemberitaan akan dilakukan oleh publik.

Sebagai pejabat publik jangan sampai anti pati terhadap kritik, Hal ini juga pernah disampaikan oleh Menko Polhukam Mahfud MD.Menurut Mahfud MD pejabat publik perlu dikritik.Ada dua alasan pejabat publik perlu untuk dikritik.

“Minimal dua alasan mengapa kritik itu penting bagi pejabat publik,” kata Mahfud melalui akun twitternya @mohmahfudmd.Sebab dari kritik pejabat bisa tahu ada yang mengawasinya.

Alasan pertama, kata Mahfud agar pejabat publik tahu sedang diawasi banyak orang, Kedua tambah Mahfud, agar pejabat publik bisa mengklarifikasi isi kritikan.”

“kritikan pada dasarnya  agar kita tahu bahwa kita diawasi oleh orang banyak. Agar kita bisa menjelaskan dengan data jika isi kritik itu salah.”

Jadi sudah seharusnya Wali nagari Palangai kaciak memberi penjelasan jika menganggap apa yang disampaikan bukan sebuah kebenaran Tentunya dengan dasar dan argumen argumen yang ilmiah, Bukan dengan cara melakukan teror dan intimidasi melalui simpatisan maupun keluarga Wali Nagari.**

Penulis : AM

Editor : Eman Melayu

 

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.