Perusahana Bermental VOC Monopoli Penjualan LKS Ditapung Raya

oleh -97 views

Riau,( LK ) —- Sikap inspektorat Kampar yang langsung merespon pengaduan soal penjualan LKS di SDN 18 Kubang jaya sangat disambut baik oleh masyarakat,Namun sikap Inspektorat Kampar ini seperti tebang pilih Bagaimana tidak banyak laporan masyarakat soal penyelewengan disekolah yang hingga kini tidak pernah diindahkan oleh Inspektorat.

Lebih lucunya lagi penjualan LKS,Seragam sekolah dan sampul Lapor yang dilakukak secara terstruktur,sistimatis dan masih diwilayah Tapung raya hingga kini tidak tersentuh, Apa karena disana yang melakukan kegiatan tersebut seorang pemilik media massa maka Inspektorat seakan tutup mata dan menumbalkan daerah lain demi nama baik instansi.

Sebenarnya kalau jujur,begitu banyak persoalan persoalan sekolah yang dikeluhkan wali murid.Diantara persoalan persoalan yang jauh lebih besar tersebut adalah soal adanya pungli yang dilaksanakan  di SDN 021 Tarai bangun.Pihak sekolah memaksa wali murid untuk membayar 50 ribu rupiah.

Pungutan tersebut telah disampaikan masyarakat pada dinas pendidikan Kampar.Bahkan untuk lebih menguatkan juga ada surat pengaduan dari pihak desa ke dinas.Sebab disana telah sangat lama dan berulang pungli yang terjadi.

Salah seorang wali murid SDN 021  yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan bahwa kami sudah sangat gerah atas sikap dari Kepsek SDN 021 Tarai bangun.

“Banyak sekali pungutan pungutan tak jelas dilakukan oleh pihak sekolah, Terakhir adalah pungutan untuk penimbunan pekarangan sekolah.Orang tua siswa diwajibkan bayar 50 ribu rupiah.Sebelumnya ada juga sumbangan untuk foto kopi,ambil ijazah,dan uang uang lain yang tidak jelas.”

“Sebenarnya wali murid sudah pernah membuat laporan pada pihak desa.Bahkan desa sudah pernah menyurati dinas atas perbuatan pihak sekolah,Bahkan Admiral yang salah satu kabid didinas juga telah mengetahui baik lewat surat ataupun ditelepon.Namun hingga kini tidak ada langkah tegas dari Pemda Kampar dan seakan akan Kepsek SDN 021 Tarai bangun adalah orang kuat.

Salah satu persoalan yang sangat mendesak diselasaikan dan diperiksa inspektorat.Karena di SDN 021 Tarai bangun telah membuat resah masyrakat bahkan pihak desa.

Sudah seharusnya Inspektorat bisa menjalankan fungsinya untuk melakukan pembinaan dan pengawasan pada setiap aparatur negara yang ada diwilayahnya, Dalam penegakan hukum harus lurus.jangan masalah besar diperkecil dan masalah kecil diperbesar.

Berbicara masalah LKS telah menjadi rahasia umum bahwa setiap sekolah adanya penjualan LKS untuk peserta didik.Namun suka atau tidak suka hal itu masih dimaklumi demi kepentingan siswa didik ,Adakalanya inisiatif sekolah untuk bisa menyamakan buku pegangan siswanya Selama hal itu tidak memberatkan siswa demi pendidikan anak.

Adakalanya itu menjadi sebuah ketidak wajaran jika telah dimonopoli oleh satu pihak.Sebab sikap monopoli bukan budaya kita,melainkan itu adalah sikap kaum liberal    yang hanya ingin diri dan kelompoknya yang kaya.Sehingga orang lain tidak dibiarkan untuk bisa hidup.

Saat perjuangan dulu hal ini pernah dilakukan oleh VOC.Sebuah perusahaan dagang milik belanda, Tapi saat ini mental VOC itu kembali terjadi didaerah tapung Sebuah perusahaan yang bernama Smartneotron grup  diduga melakukan kegiatan monopoli disana.

Perusahaan Smartneotron grup mencoba menguasai pendistribusian LKS,Seragam sekolah dan sampul pada seluruh sekolah yang ada diTapung Raya.Bahkan menurut informasi aksi ini terjadi seperti kecurangan pilkada  yakni tersruktur,sistimatis dan masif.

Wajar jika Smartneotron bisa memonopoli sekolah sekolah ditapung raya Hal ini dilatar belakangi pemilik Smartneotron grup adalah pemilik media Melalui pendekatan sebagai owner media menjadikan jalan mulus agar bisa memonopoli penjualan LKS diTapung Raya.Mental yang tak lebih kurang seperti perbuatan VOC dimasa lampau.

Seharusnya tujuan mulia dari pendirian media massa untuk sebagai kontrol sosial jangan jadikan sebagai kontrol untuk memperkaya diri sendiri.Tugas media adalah mencerdaskan bangsa bukan sebagai ajang untuk bisa memuluskan tujuan Diduga tujuan dari  pemilik Smartneotron mendirikan media adalah sebagai ajang untuk memback up dan memuluskan aksinya agar bisa menjadi rekanan dipemerintahan serta menguntungkan diri pribadi.

Sudah saatnya Alat penegak hukum dapat melakukan tindakan tegas pada kegiatan penjualan LKS  dan seragam sekolah yang terjadi ditapung Raya.Banyak masyarakat yang merasa terbebani dari aksi tersebut ,Salah satunya adalah candra yang punya anak bersekolah di salah satu SDN ditapung hulu.

Menurut candra seharusnya pihak sekolah tak perlu mewajibkan siswa untuk beli seragam disekolah.Sebab harga seragam diluar jauh lebih murah dari yang dijual disekolah.

“Masalah seragam dan LKS harusnya pihak sekolah bisa memberikan kebebasan pada wali murid.Sebab kehidupan orang tua siswa tidak sama.Jadi jika diberi kebebasan orang tua tak terlalu dipusingkan harga yang tinggi Diluar baju seragam harga berkisar hanya 50 sampai 75 ribu.

Bahkan tidak diwajibkan  siswa yang punya kakak juga masih bisa menggunakan seragam bekas kakaknya,Namun karena diwajibkan ya mau tak mau harus disediakan uangnya.Belum lagi soal lks yang tiap 6 bulan harus dibeli padahal buku pelajaran dari anak anak tahun lalu sama.”

“Kami sebagai wali murid tidak bisa menolak.Kami takut dengan nilai anak kami jika menolak.Terpaksa diikuti dari pada anak terkucilkan.”

Begitu kompleknya masalah pendidikan yang kini terjadi didaerah Kampar.Baik yang melakukan pungli dan yang melakukan monopoli.

“Jika memang inspektorat mau melakukan tugas secara tegak lurus tampa pandang bulu maka akan banyak orang tua siswa yang bersukur.Hanya saja saat ini terlihat inspektorat masih melakukan penindakan secara setengah hati dalam menjalankan tugasnya.**

Penulis : AM

Editor : Eman Melayu

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.