Sekjen Organisasi Media diduga Backup JP Pub Pekanbaru

oleh -718 views

Riau,( LK ) — Belum genap sebulan setelah dibuka,namun keberadaan Jokor Poker(JP) PUB telah mendapat penolakan dari masyarakat Pekanbaru.Hal ini dikarenakan keberadaan JP PUB diduga merupakan sarang maksiat.Selain itu lokasi JP Pub dijalan sobrantas sangat berdekatan dengan pesantren Babussalam dan juga dekat dunia pendidikan.

Selain beragam masalah diatas permasalahan lain  adalah belum adanya izin yang dikeluarkan oleh Pemko untuk JP beroperasi.Hal ini berdasarkan peryataan Kabag hukum Pemko Pekanbaru Edi susanto.

” Pihak dari Walikota sampai saat ini belum memberikan ijin, memang sudah ada pengajuan, secara online akan tetapi karena berdekatan dengan tempat ibadah oleh sebab itu Kami akan Meninjau ulang perizinannya “.

” Sampai Hari ini permohonan mereka baru Kita bahas, Tapi belum kita tindak lanjuti kenapa, Berdasarkan PP no 21 tahun 2021 tentang perizinan berbasis resiko semuanya sistem online dan izin dari Joker poker sampai hari ini belum dikeluarkan oleh pemerintah kota Pekanbaru ”

Meskipun belum memiliki izin namun JP Pub sudah berani mendobrak prosedur yang ada.Manajement JP Pub dijalan soebrantas seolah olah tidak peduli soal aturan maupun penolakan dari masyarakat.Management JP Pub seakan akan buta aturan dan kebal hukum.Jadi meskipun ada penolakan dan tidak mengantongi izin namun mereka tetap pada keinginan mereka.

Untuk mengetahui sejauh mana izin yang dimiliki JP Pub dan alasan mereka tetap melakukan Soft opening Awak media mencoba menanyakan hal ini pada manajement JP Pub.Saat awak media menghubungi salah satu pengelola bernama khairul pada Kamis 08/12/2022 ,dirinya menyuruh awak media untuk menghubungi salah pengawas ataupun bagian humas dan mengirim no hp yang bisa dihubungi.

“Maaf saat ini saya sedang diluar kota.Kalau ada yang ingin dikonfirmasi nanti bisa hubungi bagian humas.Nanti saya akan kirim no hp beliau”.

Setelah memperoleh no hp dari pihak manajement JP Pub awak media kembali mencoba menghubungi no hp yang diberikan oleh Khairul.Namun bukan jawaban yang diperoleh awak media melainkan respon yang kurang bersahabat.Ironinya jawaban yang kurang bersahabat tersebut diperoleh dari humas JP Pub yang juga punya profesi sebagai jurnalis.

“Ngapain media menghubungi dan mencari saya.Kenapa media ramai ramai mau jumpa saya,apa mau demo.Apa anda tak tahu siapa saya.Nama saya hondro.Saya sekarang lagi dijakarta mau ikuti acara pelantikan.Besok saya akan dilantik jadi Sekjen sebuah organisasi media online”.

“Kalau mau jumpa besok saja sabtu jumpa jam 04.00 sore.Jika mau bicara soal joker poker nanti saat ketemu saja.Jika belum kenal sama saya ngapain pula kita bahas itu.Selain itu status ibuk saya tidak tahu sudah langsung konfirmasi saja.Cara anda mau konfirmasi itu tidak tepat.Saya juga kenal dengan pimpinan media dari kalian”.

“Yang jelas kita nanti merangkul.Kita lebih baik ngopi dulu dan jumpa.Kalau belum berjumpa jangan tanya macam macam dulu.Jangan pula bahas JP bisa berdiri dekat dunia pendidikan.Harusnya kita lincah melihat sisi positif dari suatu hal.Jangan suka membahas yang aneh aneh.

Sebagai seorang yang yang punya profesi jurnalistik tidak seharusnya memberikan jawaban seperti itu.Apalagi saat ini sudah dipercaya menjadi seorang Sekjen organisasi media.Pasti oknum media atau pemilik media ini paham akan tugas jurnalistik karena sudah banyak makan asam garam didunia jurnalistik.Bukan malah sebaliknya malah seakan akan mencoba untuk menghalang halangi tugas media.Selain itu diduga oknum ini juga melakukan intimidasi bahwa kenal dengan pemilik media dari wartawan yang coba mengkonfirmasinya.Sang oknum media menyiratkan bahwa jika awak media terlalu jauh menanyankan dirinya dia akan menghubungi perusahaan media wartawan tersebut.

Tidak seharusnya apa yang dilakukan oleh oknum ini mencoba menjadi pelindung dari sebuah usaha yang diduga tempat ajang mesum.Apalagi usaha tersebut belum memiliki izin dari pemko Pekanbaru.Seharusnya sebagai seorang yang tahu prosdur oknum tersebut bisa mengingatkan manajement untuk memenuhi persyaratan sebelum menjalankan usaha.

Tentu sangat aneh rasanya jika seorang yang punya tugas menjadi kontrol sosial malah dalam penerapannya diduga menjadi pembackup sebuah usaha yang ditentang masyarakat.Tugas media adalah menyampaikan informasi bukan menjadi petugas keamanan sebuah usaha

Jika memang oknum media tersebut merangkap humas di JP Pub,maka hal itu sudah sangat bertentangan dengan undang undang pers.Sebab seorang media tidak boleh punya profesi ganda,hal itu bisa menimbulkan conflict of interes.Saat media menjadi sebuah bagian dari manejement hiburan malam,sudah pasti jurnalist tersebut akan melakukan pembiayaran atau tutup mata terhadap penyimpangan penyimpangan yang ada.

Padahal media merupakan salah satu dari 4 pilar demokrasi.Media menjadi sebuah profesi yang menjaga agar tetap berjalan dinegara ini.Jika  sudah terlibat dalam conflict of interest akan bisa menjadi salah satu penyebab demokrasi.

Bisa berjalannya demokrasi diindonesia ini ditopang 4 pilar yakni:Eksekutif,Yudikatif,Legistalif dan Pers.Sebagai sebuah pilar sudah seharusnya bisa melakukan tugasnya secara baik.Pers bukan hanya sebatas mendukung demokrasi prosedural, tapi demokrasi substansial.Saat Pers telah lari dari khitahnya maka akan membuat iklim demokrasi jadi hancur.

Tidak ada larangan jika memang mau menjadi bagian dari sebuah manajement sebuah tempat hiburan malam.Setiap orang berhak memilih dan menentukan jalan hidupnya.Namun alangkah bagusnya jika hal tersebut dibarengi dengan menanggalkan atribut pers dan fokus pada profesi baru.Sebagai manusia tentu hal lumrah memilih suatu profesi yang lebih menjamin dan menjanjikan.**

Penulis : AM

Editor : Eman Melayu

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.