Element Masyarakat Demo JP PUB Demi Selamatkan Moral Anak Melayu

oleh -159 views

Riau,( LK ) — Adanya pernyataan dari hondro dan pihak menejement JP Pub bahwa masyarakat tidak keberatan dengan berdirinya JP Pub terbantahkan.Hal ini bisa terlihat dari ratusan massa demo yang datang menggeruduk JP Pub jalan Sobrantas pada hari Senin(12/12) sore.Para pendemo yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat seperti ulama,tokoh Riau,organisasi kepemudaan dan juga mahasiswa.Mayoritas peserta demo adalah ibuk ibuk yang tidak ingin moral anak anaknya rusak dan terbawa pengaruh buruk akibat adanya JP Pub.

Selain terbantahnya pernyataan bahwa masyarakat tidak keberatan dengan berdirinya JP Pub,demo besar besaran ini juga membantah pernyataan Hondro bahwa yang keberatan dan demo hanya massa bayaran serta hanya berjumlah puluhan orang saja.Kenyataannya demo tersebut diikiti oleh ratusan orang,bahkan dalam keadaan puasa para pendemo tidak surut dalam melakukan perjuangannya.

Apakah pernyataan manajement bahwa masyarakat hanya terbawa arus yang dihembuskan para saingan bisnis adalah benara atau cuma adalah sebuah upaya manajement untuk mengalihkan isu.Sebab mereka yang melaksanakan demo adalah benar masyarakat sekitar termasuk juga perangkat RT/RW.Selain itu juga ada tokoh tokoh Riau seperti Azlaini Agus,Husni Tamrin serta beberapa orang mantan anggota DPRD.Penolakan juga telah disampaikan MUI Bina widya dengan menyurati manajement JP Pub dengan no surat :02/MUI/KWB/XII/2022.Surat tersebut juga dilampirkan berbagai pertimbangan alasan penolakan terutama alasan dekat pemukiman,pesantren,mesjid serta tempat pendidikan.

Saat orasi Azlani Agus meminta pemerintah  agar bisa peka terhadap suara suara masyarakat.

“Jika memang JP Poker telah memiliki izin maka pemerintah harus bisa mencabut izin tersebut.Tapi hingga kini pihak Pemko menyatakan belum mengeluarkan izin.Apabila izin itu dikeluarkan oleh Pemrov maka harusnya Pemrov bisa mempertimbangkan dan pelajari dulu sebelum mengeluarkan izin.”

Saat yang sama ketua RT 04 /RW 02 juga menyampaikan bahwa hingga sekarang RT dan RW belum menandatangani rekomendasi untuk pengurusan izin,sudah pasti izin takan keluar dari pemko”

Husni tamrin yang diberi kesempatan dalam orasi demo di JP Pub menyampaikan bahwa apa yang dilakukan masyarakat ini adalah sebuah perjuangan amar makruh nahi mungkar.

“Ini adalah sebuah bentuk kegelisahan masyarakat dengan adanya JP Pub.Tempat hiburan malam ini telah sangat mencederai nurani masyarakat.Apalagi berdirinya JP Pub hanya beberapa meter dari pondok pesantren dan juga pemukiman penduduk.Belum lagi JP berdiri tak jauh dari Universitas diRiau,yang mayoritas mahasiswa bermukim dekat dari JP Pub.

Selain orasi yang disampaikan oleh tokoh tokoh Riau,masyarakat sekitar JP Pub turut menyuarakan perasaannya.

“Jika sudah ibuk ibuk ang berdemo,berarti permasalahan ada adalah sebuah permasalahan besar.Jika bukan karena kegelisahan akan rusaknya moral moral anak anak bangsa tidak mungkin ibuk ibuk hadir disini dan dalam keadaan puasa”.

“Baru tiga hari saja berdiri tapi sudah buat masyarakat sekitar tidak tidur oleh dentuman yang memecah telinga.Mereka bahkan beroperasi hingga larut malam.Yang lebih miris banyak wanita wanita pakaian seronok tampak memasuki lokasi tersebut.Belum lagi adanya dugaan peredaran Narkoba,miras dan Prostitusi.Bagaimana nasib anak bangsa kedepan jika ini dibiarkan.

“Jika sebuah kegiatan yang dilaknat allah dibiarkan bebas berdiri maka allah pasti akan mendatangkan azab bagi semua,tidak hanya orang pendusa tapi semua juga akan terkena dampaknya tampa ada kecuali.Sudah cukup bencana bencana terjadi dinegeri ini,jangan ditambah lagi dengan murka allah.”

Aksi demo ini terus bertahan,mereka ingin melihat peyegelan yang akan dilakukan Satpol PP Pekanbaru.Penyegelan yang akan dilakukan Satpol PP itu sesuai pernyataan dari Zulfahmi.Selain penyegelan Wakapolresta juga menyampaikan pada peserta demo bahwa Polresta Pekanbaru mencabut kembali izin keramaian yang dimiliki JP Pub,sehingga kedepan JP Pub tidak lagi memiliki izin keramaian dari Kepolisian.

Penolakan tidak saja disuarakan oleh massa aksi demo hari ini.Bahkan Ketua Penjaga Marwah Riau juga menyuarakan penolakan terhadap JP Pub.Penolakan ini dilakukan karena berdirinya JP Pub akan  memberi peluang terhadap Peredaran obat-obatan  terlarang, minuman keras dan prostitusi serta perjudian. Dikabarkan  belum memiliki izin, maka demi menjaga Marwah Adat dan Adab di Negeri Lancang Kuning, Penggawa Melayu Riau, melalui 24 Simpul Kemelayuan, akan melakukan Swepping dalam waktu dekat ke Lokasi tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Panglima Tinggi PMR dt.Afrizal Anjo.MSi, melalui Sekjend PMR dt.Doni Rian kepada awak media.

“Jangan sampai memberi peluang di Tanah Melayu ini, tempat-tempat yang  berbau Maksiat, karena akan mendatangkan malapetaka bagi Tanah Melayu ini, jika Allah SWT murka, Hal ini juga pernah dipesankan Gubernur Riau, Drs.H.Syamsuar.MSi, saat Pengukuhan Penggawa Melayu Riau, beberapa waktu yang lalu”, katanya.

“Sampai detik ini Penggawa Melayu Riau dengan 24 Simpul Organisasi Kemelayuan, tetap Berkomitmen Menjaga, Mengawal Marwah Adat,Ada dan Pemimpin Negeri”,  tegas  Dt. Doni Rian  Sekjen PMR mewakili  Panglima Tinggi  PMR Dt. Afrizal Anjo.

Setelah berbagai pihak melakukan penolakan apakah JP Pub masih bisa memberikan pernyataan bahwa masyarakat sekitar terima keberadaan JP Pub.Pernyataan pernyataan yang diduga tidak sesuai kenyataan dilapangan.Lebih ironi lagi pernyataan itu banyak disampaikan oleh Hondro mewakili menajement JP Pub.

Tentu sikap yang diambil hondro sangat bertentangan dengan semangat seorang jurnalis yang menyampaikan fakta fakta dilapangan dan sosial kontrol.Tapi pilihan yang diambil hondro bukan lagi sebagai jurnalis tapi humas sebuah tempat hiburan malam.

Bukan hanya jadi corong saja yang kini dilakukan hondro,dirinya juga mencoba agar media tidak bisa memperoleh info info yang benar.Salah satu buktinya saat ditanya soal ada tidak izin,hondro malah menyampaikan hanya penyidik yang boleh mengetahuinya.

Mungkin karena terlalu menikmati sebagai seorang juru bicara dari JP Pub maka hondro lupa seperti apa tugas dari media.Apakah tidak boleh media mencari kebenaran soal ada atau tidak izin JP,sebab soal ada atau tidak izin bukan hanya penyidik yang boleh mengetahui,media juga boleh mencari tahu.Seharusnya Hondro cukup menjawab sudah ada atau tidak,biar info yang disampaikan kemasyarakat tidak simpang siur.

Sikap yang diperlihatkan hondro seperti kacang lupa kulitnya.Memang sih selama ini diduga hondro adalah pembackup JP Pub,hanya saja sebagai seorang jurnalis hondro harus telah paham akan tugas dari wartawan yang bertanya.Hondro jangan sampai melacurkan profesi wartawannya untuk kepentingan pribadi.Jika memang hondro mau melakukan profesi lain harusnya hondro bisa melepaskan status sebagai wartawan dan juga sebagai pengurus organisasi media online agar tidak terjadi “conflict of interes”yang akan merusak nama baik pers sebagai kontrol sosial.**

Penulis : AM

Editor : Eman Melayu

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.