Polsek Balai Selasa Perlu Pembenahan SDM Soal Penyidikan

oleh -98 views

Sumbar,( LK ) — Reserse adalah sebuah ruh dari ke Polisian.Ditangan Reserse membuat masyarakat bisa merasa tenang dan aman.Fungsi reserse yang akan menjadikan setiap bentuk kriminal dan tindak pidana bisa diberantas dan dihukum,meskipun  pada dasarnya Polri tetap mengedepankan langkah langkah  Preventif agar tindak kriminal tidak terjadi.Sebuah kehancuran dan kemunduran bagi Polri Jika orang orang yang dipercaya tidak punya kemampuan dan Kridibel dalam bidang reserse.Sebab seorang Reserse dan penyidik harus bisa menguasai begitu banyak undang undang demi menegakan aturan dan memberikan rasa keadilan.

Kehandalan dan keprofesionalan Polri sangat ditekankan oleh Jendral Listyo Sigit Prabowo.Ini sesuai dengan visi dan misi Kapolri yang Presisi(Prediktif,Responsibilitas dan Trasparansi).Setiap penyidik sangat ditutut agar bisa menjalankan tugasnya secara baik demi memberi kepastian hukum bagi masyarakat.

Hal inilah yang tidak dijumpai oleh masyarakat diwilayah hukum Polsek balai salasa Polres Pesisir Selatan Sumbar.Pihak penyidik tidak bisa memberikan kepastian hukum soal laporan yang telah dibuat oleh David.Dimana david telah melaporkan bahwa tanaman yang ditanamnya telah dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.Bahkan hal itu dilakukan berulang ulang.

“Kemaren  kami ada buat laporan ke Polsek balai selasa dikarenakan tanaman yang telah lama ditanam dirusak oleh orang.Ada puluhan tanaman yang ditebang oleh orang yang tidak bertanggung jawab.Selain itu mereka juga menghancurkan pondok yang saya buat dengan susah payah.

“Memang tanah tersebut saat ini sedang sengketa soal kepemilikan yang sah.Karena ada kelompok baki  cs atau masyarakat suku jambak yang mengklaim itu tanah mereka.Tapi tanaman itu ditananam jauh sebelum ada sengketa lahan tersebut.Bahkan tanaman itu sebahagian ada ditanam oleh ayah saya.Sekarang banyak tanaman yang telah rusak oleh orang orang yang tidak diketahui.”

“Tanaman ini dirusak setelah ada keputusan dari LAM yang tidak terdaftar dan diakui, menyatakan bahwa itu tanah milik baki cs.Tentu sebagai warga negara dari negara hukum tidak akan begitu saja taat pada keputusan yang bukan dari lembaga hukum dan tidak terdaftar lagi ataupun resmi”.

“Setelah keputusan KAN ilegal tersebut,aktifitas keladang tetap dilaksanakan.Hingga satu hari kami melihat ada tanaman yang dirusak.Melihat banyaknya tanaman rusak maka kamipun membuat laporan ke Polsek Balai selasa agar bisa memberikan keadilan.Namun laporan kami tidak pernah ditidak lanjuti oleh penyidik dengan berbagai alasan.Malahan setelah buat laporan,orang orang yang tidak bertanggung jawab kembali menebang dan merusak tanaman yang telah kami tanam”.

Seharusnya Polsek balai selasa dapat bersikap profesional dalam menindak lanjuti laporan masyarakat.Sebab jika tidak bisa bersikap profesional maka dikuatirkan bisa menyebabkan tidak kondusifnya wilayah hukum polsek balai selasa dan memantik percikan pertikaian.Selain itu ketidak profesional para personil polsek balai selasa membuat sebahagian orang merasa kebal hukum dan bisa berbuat semena mena.

Sudah seharusnya Polsek balai selasa bisa melakukan proses lidik terhadap laporan dari masyarakat.Apalagi laporan tersebut bisa mengakibatkan konflik dikarenakan adanya pembiaran.Padahal Kapolri telah merumuskan aturan yang sangat jelas dengan mengeluarkan Perkab  Kapolri No 6 tahun 2019 untuk pedoman mekanisme penyidikan bagi para penyidikan dalam melaksanakan tugasnya.Proses tersebut telah terperinci secara gamblang terutama pasal 5 dan 6 yang ada dalam Perkap tersebut.

Jika pihak Polsek merasa itu terjadi dalam tanah sengketa sehingga  harus berpedoman yang mereka pegang adalah PERMA No 1 tahun 1956 maka hal ini mengindikasikan bahwa para penyidik dan Kapolsek tidak banyak menguasai undang undang dan aturan yang ada di Indonesia.Selain itu diduga bahwa banyak penyidik dari Polsek Balai Selasa yang tidak mengikuti sekolah penyelidikan.Sebab aturan yang ada tidak hanya KUHP dan KHAP saja tapi masih banyak undang undang dan aturan yang lain.

Untuk permasalahan pengrusakan pondok dan penebangan pohon tampa izin pemilik seharusnya Pihak polsek Balai Selasa dapat menggunakan Undang Undang Pokok Agraria tentang azas pemisahan Horozontal meskipun disana juga ada perkara perdata.Merujuk dari asas pemisahan horizontal, maka pemilik yang berhak atas tanah sengketa, tidak serta merta menjadi pemilik atas pohon dan bangunan diatasnya .Itupun jika keputusan dari KAN tidak resmi dianggap sah oleh para penyidik.Jadi perkara pidana bisa terus lanjut.

“Dalam hukum pertanahan di Indonesia mengenal asas pemisahan horizontal yang memisahkan kepemilikan tanah dengan tanaman atau bangunan di atasnya. Sehingga, pemilik tanah tidak selalu disertai kepemilikan terhadap tanaman  atau pun bangunan di atasnya.”

“Melakukan penebangan pohon dari tanah sengketa yang ditanam oleh orang lain tersebut dapat digolongkan sebagai pidana pengerusakkan secara bersama sama apabila dilakukan tanpa izin pemiliknya yang sah”.

Oleh karena kepemilikan pohon bukan merupakan objek sengketa dari persoalan tanah maka laporan pidana pencurian tetap dapat diajukan meskipun pemeriksaan perdata berkaitan dengan sengketa tanah masih berlangsung.Mereka yang telah melakukan penebangan atau merusak barang orang lain secara bersama sama tanpa izin bisa disangkakan dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara .Tentu Pihak Polsek harus bisa menentukan dulu siapa yang telah merusak dengan prosek lidik oleh penyidik.

Untuk dapat mencari informasi alasan penyidik tidak bisa memproses laporan tersebut,awak media mencoba menanyakan hal tersebut pada kanit reskrim Polsek Balai Selasa.Menurut kanit Reskrim hal itu tidak bisa diproses.

“Benar telah ada laporan yang dibuat oleh David soal pengrusakan tanaman yang ditanam David cs.Hanya saja laporan tersebut tidak bisa ditindak lanjuti karena menurut KAN Pelagai Versi DT pintu langik bahwa tanah itu milik Baki Cs.Jadi jika ada yang telah merusak dan menebang kami pihak penyidik tidak bisa melarang.Sebab tanah itu tanah sengketa meskipun yang menamam adalah David.Sebab pohon itu ditanam didalam tanah Baki cs sesuai keputusan KAN versi Dt Pintu langik

Saat ditanya soal undang undang pokok agraria tentang azas pemisahan horozontal antara tanah dan bangunan serta tanaman didalamnya,kanit reskrim tidak menjawab.Sebuah indikasi kebenaran pernyataan Kapolri Jendral sigit bahwa masih banyak sumber daya Polri yang belum kridibel sehingga perlu dilakukan pembenahan.Seorang penyidik bahkan seorang pimpinan unit reserse hanya bisa menyikapi masalah hukum dari satu sisi.Sikap seperti ini jika diteruskan maka akan membuat tidak ada kepastian hukum dan menciptakan rasa keadilan ditengah tengah masyarakat.

Setelah mendapati jawaban yang tidak memuaskan,awak media mencoba mencari info lebih pada Kapolsek Balai Selasa.Sebab sebagai kasatwil maka tanggung jawab penuh persoalan hukum ada ditangan kapolsek.Awak media mencoba mengkonfirmasi pada whatsapp kapolsek balai selasa.Menurut kapolsek nanti dipanggil dulu mereka mereka yang diduga melakukan pengrusakan.

“Nanti pihak polsek akan mencoba memanggil mereka yang terduga pelaku.Saat ini belum ada saksi saksi yang bisa menyatakan siapa orang orang yang telah menebang pohon yang telah ditanam David.Pihak polsek juga telah mencoba cara lain dengan melibatkan Wali Nagari.Namun pihak Wali Nagari seperti enggan untuk terlibat dalam penyelesaian.”

“Kedepanya pihak polsek juga akan mencoba memeriksa surat surat kepemilikan tanah baik dari pihak baki cs dan david cs.Agar nanti bisa diketahui siapa pemilik tanah.”

Langkah tepat dilakukan oleh Polsek agar dapat mengetahui pemilik dari suatu barang.Dimana Kapolsek mencoba mencari tahu siapa pemilik lahan sah sesuai surat surat.Namun saat ini juga ada sebuah tindak pidana pengrusakan tanaman tua yang dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab.Dimana pohon tua itu sudah mempunyai kepastian siapa yang sah memilikinya.Jadi pihak polsek tidak boleh menampikan soal fakta tersebut dan tidak memberikan keadialan pada David cs yang telah dirugikan atas kerusakan pohon miliknya.**

Penulis : AM

Editor : Eman Melayu

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.