Diduga Instruksi Kepsek SDN 031 Tarai Bangun, Walas Minta ‘Sedekah’ Alakadar Kepada Orangtua Murid

oleh -235 views

Riau,( LK )  —-  Diduga Instruksi dari Kepala Sekolah ( Kepsek) SDN 031 Desa Tarai Bangun, Yulfina, S.Pd, Wali Kelas (Walas) terang-terangan meminta sumbangan atau istilah lainya ‘sedekah’ kepada orangtua murid  saat pengambilan raport anaknya, Kamis (22/12/2022) kemarin.

Prilaku ini tentu saja mencoreng dunia pendidikan khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar. Dimana negara telah mengucurkan dana 621 Triliun pada Tahun 2022 untuk dunia guna mensukseskan wajibb belajar 12 Tahun . Semua dana untuk dimanfaatkan di segala sektor guna memajukan dunia pendidikan di Tanah Air ini.

Perbuatan minta sedekah ini, juga sudah menjadi darah daging bagi wali kelas di sekolah itu. Meskipun, aturan pemerintah sangat melarang pungutan apapun oleh pihak sekolah, tapi mereka tidak acuh. Dengan dalih sudah wajar orangtua memberikan itu, karena jasa beliau selama mendidik.

Kepala Sekolah ( Kepsek) yang mengaku dekat dengan PLT.  Kadisdik Kampar Aidil dan Kabid Amiral ini, terkadang tidak bisa menghormati awak media. Kenapa ? Karena setiap wartawan hendak mengkritik sejumlah persoalan di sekolah ia pimpinan, dengan cepat Yulfina ini memblokir WhatsApp jurnalis.

Sejumlah orang tua yang tidak mau sebutkan namanya, ketika dikonfirmasi mengatakan, sebelum pengambilan raport Wali Kelas menyampaikan kepada orangtua murid agar menyiapkan uang Alakadar atau sumbangan, berbentuk partisipasi.

”  Sebelum mengambil raport kami harus siapkan uang, meski ala kadar tapi ini juga membebani kami selaku orangtua murid,” kata sejumlah orangtua murid usai penerimaan raport.

Kata mereka, tidak dikasih mereka juga takut nanti mempengaruhi nilai anaknya. Begitu juga, tidak mungkin memberikan Alakadar 2000 atau 5000 rupiah, minimnya itu mereka memberikan Rp10 ribu.

” Sebenarnya ini membebankan sebut salah seorang wali murid yang tidak mau namanya di sebut,”sebab takut nanti anak nya yang sekolah Disana mendapatkan nilai rendah, Meski 20 ribu, dijaman serba sulit ini 20 ribu itu sudah dapat membiayai belanja anak. Ini bukan tidak ikhlas ya. Tapi menurut kami tidak patutlah, profesi guru  yang sangat terhormat minta sumbangan seperti ini,” ucap mereka.

Sebut mereka, apakah guru-guru ini tidak di gaji atau tidak cukup gaji mereka ” Kami yakin pungutan seperti masuk dalam kategori Pungli, sebab prilaku minta sumbangan ini tidak akan di benarkan oleh dinas pendidikan,” tuturnya.

Terkait dengan hal ini, awak media tidak bisa mengkonfirmasi terkait sumbangan ini, sebab hampir seluruh kontak awak media di blokir oleh kepala sekolah ( Yulfina).

Sehingga, tidak sedikit masyarakat dan juga wartawan meminta Kepala Sekolah SDN 031 Yulfina ini di evaluasi oleh Dinas Pendidikan Kampar dan juga tindak tegas dari Bupati Kampar, H. Kamsol.

Bahkan, pernah wartawan bertemu dengan Yulfina, dirinya pernah mengatakan bahwa dirinya sendiri minta dipindahkan ” Saat kami datangi, Yulfina itu mempersilahkan dinas memindahkan dia,” kata salah seorang wartawan kepada media ini — apakah benar Yulfina ini orang dekat Kadisdik, Aidil dan juga Kabid Ketenagaan, Amiral.

Dicoba konfirmasi dengan nomor wartawan lai, namun Yulfina juga berprilaku sama dengan membalas

“Alhmdulilah saya tak ada menuduh. Pak dan alhmdulilah saya masih waras. Sbb bukan media Bpk tadi yg saya mksud. Kan ada wali murid tadi di hadapan sata. Jadi s x lagi maaf. Saya tadi baik2 ketika beliau dtg. S x lagi sy tak ada hub dg media Bpk. /ibu” tulis Yulfina dengan langsung memblokir lagi nomor awak media.***

Penulis : Eman Melayu

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.