Pemkab Kampar Pantau Langsung Pembenahan Objek Wisata Pulau Cinta

oleh -11 views

Riau,( LK ) — Terus terjadinya korban jiwa diobjek wisata Pulau Cinta membuat Pemkab Kampar melakukan gerak cepat demi mencari solusinya.Pj Bupati Kampar  Kamsoel melalui Kadis Pariwisata Zulia Darma langsung turun kelapangan pada hari Kamis (28/12) demi mencarikan solusi serta upaya antisipasi agar tidak terulangnya korban jiwa di Pulau Cinta.Bagi Pemkab Kampar nyawa manusia jauh labih berharga dari pada pergerakan sektor pariwisata.

Menurut Zulia Darma kedatangannya kePulau cinta agar bisa mengetahui persolan yang ada diPulau Cinta dan mencarikan jalan keluar supaya tidak ada lagi nyawa yang melayang sia sia dipulau cinta

“Bupati mengintruksikan agar dilakukan pengecekan dilapangan.Kedepan jangan ada lagi korban korban yang timbul dari objek wisata Pulau Cinta.Untuk itu harus ada langkah nyata agar masalah tersebut tidak terulang”

“Saat ini memang ada ditemukan beberapa persyaratan standar keselamatan yang tidak lengkap.Diantaranya adalah tidak adanya batas antara daerah rawan dan yang boleh dijadikan tempat berenang.Selain itu juga tidak ada rambu rambu pemberitahuan.Belum lagi jaring yang sudah hanyut terbawa air dan tidak diperbaiki.”

“Kedepan Pemkab memerintahkan pada pengelola agar bisa melengkapi kekurangan kekurangan yang ada.Selain itu juga harus ada petugas yang memantau aktifitas dari para pengunjung.Jika ada yang dianggap bisa membahayakan maka haruslah diperingati dan diberikan alat pengaman.Kalau masih terus membandel lakukan langkah tegas.Semua itu demi tujuan agar nyawa manusia tidak lagi ada yang hilang.Tujuan berwisata tapi malah membawa duka.”

Disaat yang sama Husni Mubarak selaku pengelola objek wisata Pulau Cinta menyampaikan bahwa akan melaksanakan semua anjuran dari Pemkab Kampar.Apa apa yang dirasa belum memenuhi standar keamanan akan dilengkapi.

“Sebagai pengelola tentu kami sangat ingin agar tidak ada korban disini.Jadi kami akan terus berupaya memperbaiki semua kekurangan yang ada.”

“Sebagai pengelola tidak ada keinginan ada korban jiwa disini.Kami hanya ingin memajukan objek wisata ini.Meskipun pada dasarnya kami tidak didukung oleh Desa.Buktinya pihak desa telah berupaya melakukan pencabutan SK yang kami miliki.Namun demi masyarakat Teluk jering kami terus bersatu demi kelangsungan objek wisata ini”.

“Kami pun tak pernah abai dengan keselamatan pengunjung.Kami selalu memantau pengunjung.Tapi namanya musibah tak dapat kami tolak.Meskipun begitu sebagai pengelola,adanya musibah tersebut kami tak lepas tangan.Tim kami yang melakukan upaya penyelamatan.Tim yang mengantarkan kerumah sakit.Dan korbam meninggalpun kami berikan santunan dan juga melakukan takziah kerumah duka.”

Menyikapi adanya korban diwilayahnya,Budi Setiawan selaku kades sangat prihatin.Kenapa korban jiwa terus berjatuhan dipulau cinta.

“Pihak desa telah sering mengingatkan pengelola soal SOP keselamatan.Bahkan upaya itu tak pernah bosan diingatkan.Hanya saja pihak pengelola tak pernah hiraukan.Padahal sebagai kades tentu musibah itu juga jadi beban bagi desa.Hanya saja pengelola seperti orang yang tak mau diberitahukan”

“Sudah lebih dari 6 tahun keberadaan Pulau Cinta tapi tak pernah memberikan kontribusi bagi desa.Pihak pengelola tidak mau menyumbangkan keuntungan untuk PAD desa.Tapi bukan itu yang diharapkan oleh desa.Desa hanya ingin pengelola dapat menjalankan semua intruksi desa dan jalankan SOP keselamatan.Sebab musibah Pulau Cinta juga musibah bagi desa”.

“Karena tidak adanya perubahan yang dilakukan oleh pengelola,maka pihak desa bersama ninik mamak bermusyawarah untuk mencabut SK pengelola lama dan membentuk yang baru.Rapat tersebut telah mengesahkan kepengurusan yang akan melakukan pembenahan dipulau cinta.Para pengurus sudah disetujui oleh Ninik Mamak didesa Teluk Kenidai.Sebab pada dasarnya objek wisata tersebut adalah ulayat ninik mamak yang dipinjam pakaikan”.

“Hanya saja setelah ada pengurus baru dan akan bekerja,para pengurus lama melakukan perlawanan.Mereka juga berupaya menghasut orang orang yang berjualan disana.Dikuatirkan timbul konflik maka desa mengambil inisiatif menunda pengurus baru mengambil alih.

Sebenarnya pengurus tersebut hanya sementara.Nantinya akan dirapatkan lagi bersama masyarakat untuk mencari orang orang yang akan dipilih untuk menjalankan objek wisata Pulau Cinta secara tetap.”

“Saat ini keinginan desa adalah tutup sementara objek wisata tersebut.Setelah itu mari duduk bersama untuk mencari solusi dari Pulau Cinta.Meskipun berat tapi langkah tersebut merupakan solusi terbaik bagi semua pihak.Mungkin dengan duduk bersama bisa membenahi kekurangan kekurangan yang ada selama ini.**

Penulis: AM

Editor : Eman Melayu

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.