Aktifitas Galian C di Wilayah Teratak Buluh Dan Lubuk Siam Bebas Beroperasi

oleh -70 views

Riau,( LK ) —  Aparat Penegak Hukum (APH) terkesan tutup mata akan maraknya aktifitas galian C dikawasan Kampung Telanai, Desa Teratak Buluh Dan Lubuk Siam Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar Propinsi Riau.

Hal itu terbukti hasil penelusuran tim media ke Kampung Telanai, ada sepuluhan aktifitas penambang yang masih beroperasi. Mereka melakukan penyedotan dengan mesin turbo, tentu pengusaha galian C ini memperkaya diri dengan merusak alam dan lingkungan.

Aktifitas ini jelas aturan hukumnya, sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020, tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Pada pasal 158 pada UU Nomor 3 Tahun 2020 disebutkan, bahwa setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa Izin resmi bisa dipidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp.100 miliar.

Terkait dengan ini tidak sedikit juga pengadilan telah memvonis paramafia penambang Galian C ini di Indonesia. Bahkan, karena seriusnya permasalahan galian C ini, pengadilan juga kerap memvonis penadah pasir tersebut dengan pasal 480 KUHP, ancaman hukuman bagi penadah itu bisa 4 tahun kurungan penjara.

Dalam penegakan hukum, masyarakat kerap mengistilahkan APH bertindak ibarat pisau dapur hanya tajam kebawah sementara tumpul keatas, dan parahnya adanya juga dugaan pungutan setiap bulan oleh oknum-oknum nakal untuk setoran keamanan di Galian C ini.

” Ada setoran juga dipungut oleh oknum Ch, katanya untuk keamanan,” hal ini menurut salah seorang yang tidak sebutkan namanya kepada awak media.

Untuk itu, tidak sedikit masyarakat yang meminta APH khususnya pihak Polsek Siak Hulu, untuk segera menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dengan aktifitas Galian C kian menjamur ini — tidak ada dasar pihak APH tidak menindak paramafia Galian C ini.

Sesuai dengan fungsi yang diamanatkan negara, APH dipercaya selaku penagak hukum ” Equality before the law” semua orang sama dihadapan hukum. Untuk itu hukum dan aturan jelas, maka APH jangan terkesan tutup mata seakan ada pembiaran terkait galian C ini.

Sesuai dengan amanah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, penegakan hukum harus dilaksanakan secara profesional, penagak hukum harus berani. Tidak ada toleransi bagi pelanggar hukum, agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri kembali.

Untuk itu, APH mulai dari Jajaran Polsek, Polres Kampar hingga Polda Riau harus, berani mengambil kebijakan dan keputusan untuk menyelamatkan alam untuk generasi  akan datang, agar anak cucu kita kelak bisa menikmati hamparan kekayaan alam ini.

Dampak dari Galian C ini, kawasan Kampung Telanai itu selalu rusak, begitu juga aspal yang dibangun dengan dana miliaran juga terancam rusak, semua karena aktivitas galian C yang truk bermuatan tonase berat.

” Semoga saja APH tersentak dari tidurnya untuk menyelamatkan alam dan lingkungan kita ini. Galian C ini sangatlah merusak, selain bibir sungai kian melebar, pencemaran air juga sangatlah dirasakan oleh masyarakat,” demikianlah dikatakan masyarakat.***

 

Penulis : Rilis

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.