Diduga Manipulasi Data, Oknum Adira Tuanku Tambusai Korbankan Debitur

oleh -100 views

Riau,( LK ) — Bermental rampok mungkin kata tersebut yang pantas disematkan pada oknum Pegawai Adira Finance jalan Tuanku tambusai Pekanbaru Riau.

Pegawai yang menjabat kepala bagian penagihan adira Tuanku tambusai berinsial D ini dengan semena mena melakukan Closing dihari yang sama saat mobil bernopol BM 1942 RF dititipkan oleh Debitur bernama untuk diselesaikan dalam 7 hari kedepan.

“Bahkan surat Somasi yang diterima 5 hari setelah ditarik dikeluarkan pada hari yang sama saat penarikan, Janji bisa diselesaikan selambat lambatnya 7 hari kerja ternyata akal akalan Oknum D sebab sebelum waktu penyelesaian berakhir oknum D telah memasukan mobil tersebut dalam pelelangan

Apa yang dilakukan oleh oknum D telah merusak nama Adira sebagai sebuah perusahaan besar.

Sebab apa yang dilakukan oleh kepala penagihan Adira Jalan Tuanku Tambusai ini telah menabrak semua aturan.Bahkan D sendiri mengakui bahwa terpaksa melakukan hal tersebut demi mengejar target dari adira.

“Kami dikejar target makanya cepat di closing mobil tersebut walaupun harus mengorban kan peraturan yg merugikan konsumen.

“Jadu karena ditarik tanggal 30
makanya cepat di closing mobil tersebut dihari yang sama walaupun harus mengorbankan peraturan yg merugikan konsumen.

Tentu sebuah pengakuan yang tidak bisa ditolerir Sebab konsumen telah melakukan kewajiban secara taat lebih dari 3 tahun.

Namun karena keterlambatan 2 bulan dari 10 bulan yang tersisa Konsumen dirugikan.Apalagi hal tersebut hanya demi mengejar target pribadi.

Seharusnya Adira bisa lebih cermat dalam melihat tingkah nakal para pegawainya yang bisa merusak nama besar Adira yang dibangun bertahun tahun.

Masalah ini berawal dari Keterlambatan pembayaran mobil Datsun selama 51 hari oleh Suradi, Karena terlambat pembayaran dirinya didatangi oleh Denas selaku penagih internal PT Adiran Finance Jalan Tuanku Tambusai.

Merasa memang belum melakukan pembayaran maka Suradi terpaksa menerima usulan Denas untuk dititipkan pada Adira dan bisa diambil lagi jika pada waktu 7 hari diselesaikan semua kewajiban.

“Awalnya Denas mengusulkan bahwa mobil tersebut cuma dititipkan pada Adira dan bisa diselesaikan selama 7 hari kerja, Oleh karena itu saya setuju.

Meskipun kami telah cukup lama memiliki mobil tersebut.Kami selalu taat membayar sampai lebih dari 36 bulan, Hanya karena mobil terlambat 51 hari maka harus ditarik kata denas.

Jadi karena tak mau ada ketegangan kami relakan dititip pada Adira.”

“Meskipun tak pernah terima surat peringatan dan lain lainya sesuai prosedur kami tetap rela menyerahkan mobil tersebut, Bahkan untuk memperdebatkan saja kami tidak mau.

Kami sadar kami buta hukum dan aturan tapi masa tidak ada sedikitpun aturan dan peringatan soal keterlambatan tagihan kami”.

Akhirnya mobil tersebut ditarik Denas pada hari Jumat (30/6) atau sehari setelah lebaran haji.

Saat itu disampaikan pada kami bahwa Mobil bisa diambil lagi jika seluruh kewajiban diselesaikan dalam 6 hari kerja.

“Setelah 5 hari mobil kami ditarik Adira kami mendatangi Adira Jalan Tuanku tambusai untuk mencoba menyelesaikan permasalahan mobil kami.

Namun jawaban yang kami dapatkan adalah bahwa mobil kami telah dilelang, Bahkan surat somasi yang dikeluarkan ditanggal yang sama sata mobil ditarik baru diserahkan sama kami.”

“Saat itu kami coba tanya soal harga lelang mobil tersebut.Namun kami tak mendapat jawaban, Bahkan katanya baca dalam kontrak lagi bahwa tidak ada kewajiban memberitahukan besarnya harga lelang dan tidak ada kewajiban membayarkan kelebihan dari nilai tunggakan.

Padahal jumlah tunggakan kami hanya berkisar 38 jutaan, Dengan mobil Datsun tahun 2019 pasti nilai lelang lebih dari besarnya tunggakan kami.”

“Akhirnya kami terpaksa pulang dengan tangan hampa.Bahkam saat datang kedua kalinya ke Adira Jalan Tuanku Tambusai kami tetap tak mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Namun setelah mengetahui kami datang dengan media baru kami diberitahu bahwa mobil kami terjual sebesar 72 jutaan setelah dipotong pajak.

Oknum D juga berjanji bahwa kami akan memperoleh kelebihan dari nilai tunggakan kami”tutup Suradi

Apa yang dilakukan Oknum D sungguh sesuatu yang tidak pantas dilakukan, Hanya karena mengejar target Oknum kepala penagihan ini berani dengan lancang melakukan Somasi dan Closing dihari yang sama mobil ditarik, Apa yang dilakukan ini telah melanggar aturan dari Permenkeu dan juga OJK.

Hanya demi kepentingan pribadi dirinya telah dengan tega mengorbankan Konsumen yang baik dan lugu.Bahkan apa yang dilakukan D terkesan bermental Rampok dengan nama besar Adira.

Saat awak media mencoba mengkonfirmasi pada oknum D lewat Whatsapp dirinya tidak ada membantah ataupun membenarkan apa yang terjadi.

Hanya saja saaat awak media mencoba menjumpainya dirinya mengancam akan mempidanakan media yang berani memberitakan hal ini.

Bahkan dalam chat setelah ancaman tersebut Oknum D mengakui mengorbankan Konsumen demi target akhir bulan.

“Demimengejar target makanya cepat di closing mobil tersebut walaupun harus mengorban kan peraturan yg merugikan konsumen”

Sungguh mental licik demi keuntungan pribadi.Adira perlu mengambil sikap tegas pada pegawai pegawai seperti ini.Jangan sampai tingkah laku pegawai seperti ini bisa menjadi preseden buruk bagi Adira.

Sungguh sangat disayangkan jika nama besar Adira yang telah dibangun hancur oleh tingkah laku pegawai tak bermoral.”**

 

Sumber : Bakinnews.co.id

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.