Diduga Lambat, Masyarakat Pessel Kecewa Soal Penegakan Hukum di Pessel

oleh -81 views

SUMBAR,( LK ) — Masyarakat banyak mempertanyakan soal lambatnya penegakan hukum yang dilakukan oleh Polres Pessel Polda Sumbar.

Sebab selama ini penanganan kasus terkesan viral dulu baru serius ditangani, Banyak kasus kasus yang jalan ditempat jika belum viral.

Bahkan sebuah kasus Pelecehan terhadap anak dibawah umur yang telah dilaporkan pada bulan april hingga saat belum ada perkembangannya.Padahal ini merupakan kasus yang perlu perhatian lebih.

Masih ingat dalam benak masyarakat sebuah kasus perkusi di Polres Pessel.Kasus tersebut tidak berjalan sebagai mana mestinya.

Namun setelah viral baru ada perkembangan kearah yang semestinya.Tentu hal ini tidak mesti terjadi andai personil Polres Pessel bisa menjalankan hukum sesuia koridor hukum yang berlaku.

Lambatnya penanganan kasus juga kembali dirasakan oleh orang tua bunga ( bukan nama sebenarnya) berinisial EM.Laporan pelecehan yang dilaporkan dengan nomor : LP/B/29/IV/SPKT III/Polda Sumbar hingga saat ini belum juga ditangani.

Padahal EM sangat menginginkan keadialn atas perlakuan bejat yang dialami oleh anaknya yang masih dibawah umur.

Menurut EM hati orang tua mana yang takan hancur menerima kenyataan buah hatinya telah telah dirusak orang, Anak yang masih berusia sangat kecil telah dilakukan pelecehan oleh Rahmat Deo Pratama, Jadi kami buat laporan agar kami mendapat keadilan.

“Awalnya kasus ini saat Rahmat Deo melakukan vc dengan Pelaku, Setelah cukup sering berkomunikasi lewat HP,Pelaku memcoba membujuk rayu bunga agar mau membuka bajunya.”

“Setelah cukup lama melakukan bujuk rayu,akhirnya niat busuk pelaku berhasil juga.Bunga yang masih duduk dikelas 3 MTs ini akhirnya berkomunikasi hanya mengunakan tanktop didepan pelaku saat VC.

Keadaan ini dimanfaatkan ole pelaku untuk merekam korban yang hanya menggunakan tanktop”

“Berbekal rekaman itu pelaku mengancam bunga akan menyebarkan rekaman tersebut andai pelaku mau memenuhi keinginan pelaku untuk berhubungan badan dengan korban.

“Bahkan pelaku akan menyebarkan foto tersebut disekolah dan orang orang dekat pelaku.Ancaman ini terus dilakukan pelaku.Bahkan pelaku juga telah pernah mengirim gambar tersebut pada teman korban”

“Merasa ketakutan akhirnya korban menjumpai pelaku diatas truk pelaku.Sebab pelaku bekerja sebagai sopir truk.Pertemuan ini tidak disia siakan oleh pelaku.

Saat itu dibawah ancaman,pelaku akhirnya menuntaskan nafsu setannya pada korban yang masih duduk dikelas 3 sekolah menengah pertama.”

“Tidak cukup sampai disitu,pelaku telah melakukan pelecehan sebanyak dua kali.Semua bisa terjadi hanya berbekal vidio dan ancaman dari pelaku.”

Begitu mengetahui bahwa anak kami bernama bunga telah diperlakukan tidak manusiawi dan hancur masa depan membuat kami membuat laporan pada Polres Pessel.

“Tapi kami cukup kecewa karena setelah 3 bulan laporan yang kami buat belum juga ada titik terang.Bahkan pelaku masih bisa tertawa lepas setelah kehancuran yang didapat anak kami.”

Sungguh sangat disayangkan bahwa kasus pelecehan anak dibawah umur sangat lambat ditangani oleh Polres Pessel.

Sebuah kasus yang harusnya perlu penanganan khusus dan atensi tersebut malah jalan ditempat, Polres Pessel seakan akan memberi ruang untuk para predator anak leluasa dan bebas melakukan aksi bejatnya.

Kapolri Jendral Pol listyo Sigit Prabowo tentu perlu melakukan evaluasi pada mereka yang tidak bisa responsif atas penegakan hukum ditengah tengah masyarakat, Apa yang dialami oleh keluarga bunga akan menjadi preseden buruk penegakan hukum dan juga angin segar pada predator anak.

Lambatnya penanganan laporan ini juga coba ditanya awak media pada Kapolres Pessel AKBP Novianto Taryono Saat dikonfirmasi tersebut Kapolres Pessel mengarahkan media untuk menanyakan hal tersebut pada Kasat Reskrim.

“Coba langgsung tanyakan pada Kasat Reskrim soal masalah laporan tersebut.”

Mendapat jawaban tersebut awak media kembali mengorek keterangan pada Kasat Reskrim Pessel AKP Andra Nova.Saat itu Kasat Reskrim hanya menjawab singkat.

“Sedang proses sidik pak”

Jawaban yang cukup mengecewakan bagi keluarga korban, Seharusnya kasus pelecehan terhadap anak perlu penanganan khusus dan cepat.

Jika penanganan kasus tersebut lambat dikwatirakan akan banyak korban korban lain berjatuhan, Selain itu lambatnya penanganan akan membuat pelaku bisa melarikan diri.

Lebih lanjut Media Lintaskriminal.co.id mencoba konfirmasi kepada Humas Polda Sumatra barat KBP Dwi Malalui WhatsApp pribadinya menyampaikan ” Kalau perkara belum juga ada perkambanga pihak keluarga silahkan buat laporan kepropam Polda Sumbar,Tegasnya.**

 

Penulis : Redaksi

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.