Disidak Pertamina, SPBU 40 Minas Tetap Beraktifitas Diduga Kebal Hukum

oleh -13 views

RIAU,( LK ) —Pertamina seakan akan melakukan pembiaran pada para pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi.Pembiaran tersebut membuat para mafia BBM bersubsidi bisa leluasa untuk melakukan aktifitasnya.

Meskipun ada yang telah dilakukan sidang serta dibawa beberapa barang bukti,tapi penghentian stok cuma alibi untuk memberikan restu untuk kembali menjalankan kegiatan ilegalnya

Salah satu SPBU yang telah dilakukan sidak dan audit akibat laporan masyarakat adalah SPBU 14286675 yang terletak di Jalan lintas Pekanbaru Dumai KM 40 Minas Kabupaten Siak Propinsi Riau.

Sidak dan audit tersebut dilaksanakan pada hari Selasa 25 Juni 2024.Dari Sidak tersebut pihak Pertamina membawa beberapa alat bukti diantaranya DVR CCTV.Akibat hal tersebut,SPBU 14386675 Minas tidak mendapatkan Stok BBM bersubsidi selama dua hari.

Ironinya penghentian penyuplaian stok BBM bersubsidi cuma berlangsung 3 hari.Pada hari Sabtu SPBU tersebut kembali mendapatkan stok BBM bersubsidi dan bisa kembali beraktivitas dengan bekerjasama dengan mafia minyak.

Adanya aksi penyalahgunaan BBM bersubsidi juga diakui oleh salah seorang masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya.Menurutnya praktek jual beli BBM bersubsidi ini telah berlangsung lama.

Namun hingga kini belum ada tersentuh hukum.Mungkin SPBU ini kebal hukum atau bisa jadi ada oknum oknum nakal yang coba melindunginya.

“Benar pak.Disini memang sudah lama terjadi aktifitas jual beli SPBU bersubsidi.Kadang mereka beli menggunakan Jerigen dan ada juga menggunakan mobi yang telah di modifikasi,ujarnya.

“Sebenarnya adanya jalan tol makin membuat mereka jadi leluasa untuk beraktivitas.Stok yang diperoleh masih didapat setiap hari meskipun mobil yang melintas tidak sepadat biasanya.Jadi BBM bersubsidi tersebut dijual pada mafia demi mengeruk keuntungan lebih.

Hanya saja saya heran kenapa tidak pernah dilakukan penindakan.Apa mereka kebal hukum.Apa benar uang bisa membeli hukum dan apa benar mereka dilindungi oleh oknum oknum nakal sehingga bisa leluasa melakukan pelanggaran.”

Saat awak media mencoba menanyakan hal tersebut pada pengawas SPBU bernama Anto,dirinya tidak membantah ada mobil yang melangsir minyak.Bahkan hal tersebut terjadi didepan awak media.

“Kalau soal mobil panther yang melakukan pelangsiran minyak merupakan warga Tempatan.Jadi kami tidak bisa melarang.Itu cuma untuk kebutuhan masyarakat disekitar sini saja.Kalau dari pihak tidak ada yang kami berikan BBM bersubsidi.

Sebuah alasan yang cukup aneh.Siapapun dan untuk alasan apapun seharusnya pihak SPBU tidak boleh untuk menjual kepada para pelansir BBM bersubsidi.

“Sebab apa yang mereka lakukan tidak bisa dipertanggung jawabkan penggunaannya.Semoga saja alasan ini bukanlah sebuah alasan untuk menutupi kongkalikong penjualan BBM bersubsidi dengan para mafia, Sebab dari yang diutarakan terlihat jelas, pengelola mengetahui orang orang yang melangsir minyak.

Saat awak media menanyakan soal adanya sidak, pengelola SPBU Anto tidak menjawab secara lugas pertanyaan awak media.

“Benar kami telah dilakukan audit oleh Pertamina.Audit ini merupakan audit rutin setiap dua bulan sekali.Dalam audit pihak Pertamina akan melakukan pengecekan tera,Racun api, kebersihan Pompa dan lain lain.Soal adanya DVR CCTV yang dibawa itu adalah benar.”

“Tapi soal penghentian suplai minyak selama tiga hari bukan karena adanya laporan ataupun hasil audit.Memang benar ada yang melaporkan SPBU kami,tapi bukan karena itu adanya audit.Sebab audit adalah hal biasa yang dilakukan Pertamina,”lanjutnya.

“Penghentian yang terjadi tak lebih dari menunggu hasil audit.Setelah tiga hari kami kembali mendapatkan minyak BBM bersubsidi seperti biasa.Dimana kami selalu mendapatkan stok BBM bersubsidi paling sedikitnya 15.000 liter perhari yang kami salurkan pada kendaraan masyarakat.

“Jadi sekali lagi kami membantah bahwa penghentian tersebut karena laporan masyarakat.Untuk hasil audit pun hingga kini kami belum menerima hasilnya.

Seharusnya dalam hal ini Pertamina dapat bersikap jujur dan bertanggung jawab.Jika memang ada SPBU nakal maka sudah menjadi kewajiban SPBU untuk menindak,jangan malah membiarkan dan seakan akan memberikan restu.

“Restu dan aksi tutup mata tersebut telah membuat preseden buruk bagi masyarakat.

Dengan Ada dugaan bahwa hal ini terjadi akibat adanya oknum oknum nakal dan ingin memperkaya diri sendiri, Sehinga yang terjadi adalah masyarakat yang dikorbankan.**

 

Penulis : Yulisman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.