3 Obat Batuk Maut & Penganiayaan Greta Thunberg

by -115 Views

TOP 3 duniakemarin dimulai dengan berita beredarnya sirup obat batuk beracun di India. Akibatnya belasan anak meninggal setelah meminum obat batuk tersebut.

Berita lainnya mengenai aktivis Global Sumud Flotilla, Greta Thunberg, yang dihina oleh Israel, serta relawan Gaza asal Indonesia yang telah kembali. Berikut selengkapnya:

1. Sebelas Anak Meninggal Setelah Mengonsumsi Obat Batuk Berbentuk Sirup, Dokter di India Ditangkap

SEORANG dokter di Chhindwara, Madhya Pradesh,Indiaditangkap oleh polisi karena memberikan resep obat batuk yang menyebabkan beberapa anak meninggal. Dilaporkan dariNDTV, sebanyak 11 anak meninggal dunia setelah diduga mengonsumsiobat batuk sirup Coldrif yang sudah tercemar.

Sebagian besar anak-anak tersebut mendapatkan perawatan di klinik Praveen Soni, seorang dokter spesialis anak yang berada di Parasia. Soni, seorang dokter pemerintah yang memberikan resep obat tersebut kepada anak-anak saat mereka datang ke klinik pribadinya, juga diberhentikan sementara. Pemerintah Madhya Pradesh juga telah mengajukan tuntutan terhadap Srisan Pharmaceuticals, sebuah perusahaan yang berbasis di distrik Kanchipuram, Tamil Nadu, yang memproduksi sirup obat batuk Coldrif.

Pemerintah sebelumnya telah melarang penjualan Coldrif. Pejabat menyatakan bahwa sampel obat ini mengandung 48,6 persen dietilen glikol, zat yang sangat beracun. Sampel sirup tersebut, yang diuji oleh analis obat pemerintah di Laboratorium Pengujian Obat di Chennai, dinyatakan tidak memenuhi standar kualitas oleh Direktorat Pengawasan Obat Tamil Nadu.

Simak selengkapnya di sini.

2. Greta Thunberg Dianiaya dan Dipaksa Mencium Bendera Israel

Beberapa aktivis internasional yang dideportasi dariIsrael setelah bergabung dengan pasukan bantuanGlobal Sumud Flotilla menyalahkan pasukan Israel atas perlakuan terhadap aktivis lingkungan hidupGreta Thunberg dengan buruk.

Jurnalis Turki dan peserta Flotilla Sumud Gaza, Ersin Celik, menyatakan bahwa ia melihat pasukan Israel melakukan penyiksaan terhadap Greta Thunberg. Thunberg ditarik di tanah dan dipaksa mencium bendera Israel.

Aktivis Malaysia Hazwani Helmi dan peserta Amerika Windfield Beaver memberikan pernyataan serupa di Bandara Istanbul. Menurut Hazwani, Greta Thunberg didorong dan dibawa dengan bendera Israel. Para tahanan tidak diberi makanan, air minum, dan obat-obatan.”Itu adalah bencana. Mereka memperlakukan kami seperti hewan,” ujar Helmi yang dikutip dariAl Jazeera, Minggu, 5 Oktober 2025.

Berdasarkan pendapat Windfield Beaver, Thunberg diperlakukan tidak adil dan dimanfaatkan sebagai alat propaganda. Greta Thunberg dikirim ke dalam ruangan saat Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir memasuki lokasi tersebut.

Lihat di sini selengkapnya.

3. Gagal mencapai Gaza, tiga relawan dari Global Sumud Flotilla kembali ke Indonesia

TIGA relawan yang ikut serta dalamGlobal Sumud Flotillasudah kembali ke Indonesia setelah gagal melewati blokade Israel diGazapada hari Minggu, 4 Oktober 2025. Ketiganya merupakan aktivisWanda Hamidah; Relawan Aqsa Working Group (AWG), Muhammad Fatur Rohman; dan Ketua Koordinator Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) Muhammad Husein.

Aktivis Wanda Hamidah, yang termasuk dalam kelompok relawan Indonesia, menceritakan berbagai tantangan dalam misi Global Sumud Flotilla. Ia mengakui siap ditangkap dan dipenjara oleh Israel dalam usahanya memecahkan blokade yang diberlakukan Israel terhadap Gaza.

“Jujur, saya dan Fatur, kami telah mengorbankan diri. Kami telah mengorbankan nyawa kami. Kami berharap kami dapat membuka blokade. Kami berharap kami bisa memberikan bantuan kemanusiaan dengan segala risikonya meskipun harus ditangkap, meskipun harus dideportasi, meskipun harus ditahan di penjara Israel,” ujar Wanda dalam konferensi pers pada Kamis, 4 Oktober 2025, sebagaimana dilaporkan dariAntara.

Wanda menceritakan bahwa dia berangkat bersama rombongan IGPC, sementara Fathur melakukan perjalanan bersama AWG. Keduanya bertemu di Pelabuhan Sidi Bou Said, yang terletak di pesisir utara Tunisia.

Simak di sini selengkapnya.