7 Fakta Menggemparkan Kematian Farid, Tragedi yang Menyentuh Hati 2025

by -126 Views

Lintaskriminal.co.id – Kecelakaan maut yang menewaskan Farid, seorang siswa SMK 3 Pontianak, menjadi perhatian masyarakat pada awal Oktober 2025.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Komodor Yos Sudarso, tepat di depan SDN 73 Pontianak, Kecamatan Pontianak Barat, pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Kejadian menyedihkan ini melibatkan tiga siswa yang naik motor bersama.

Misalnya, Syarif Muhammad Farid Fathoni meninggal dunia di tempat kejadian.

Dua temannya selamat, tetapi mengalami cedera parah dan saat ini masih dalam perawatan intensif.

Berita 7 fakta mengenai kematian Farid, siswa SMK 3 Pontianak, tidak hanya membuat masyarakat terkejut, tetapi juga memicu rasa belas kasihan yang luas, termasuk dari Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang datang langsung ke rumah duka.

Peristiwa ini bukan hanya kecelakaan biasa, tetapi juga menjadi peringatan penting mengenai keselamatan berkendara bagi para pelajar.

[Lihat Berita dan Data Berita yang Sedang Viral KLIK DI SINI]

1. Kronologi Kecelakaan Maut yang Terjadi di Depan Sekolah Dasar Negeri 73 Pontianak

Kecelakaan terjadi ketika sepeda motor yang dikendarai Farid bersama saudara kandungnya, Syarifah Fajirah, dan pamannya melaju sejajar dengan truk tronton.

Mereka diduga kehilangan kendali, sehingga motornya terbawa hingga jatuh di bawah kolong truk besar itu.

Farid tewas di lokasi, sementara dua orang lainnya mengalami luka berat.

Saksi mata, Sujimin, seorang pedagang di sekitar tempat kejadian, mengakui masih merasa takut akibat kejadian tersebut.

“Saya sedang melayani pelanggan, tiba-tiba mendengar suara benturan yang sangat keras. Ketika melihat, mereka sudah terkapar di bawah tronton,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

2. Perasaan Sedih di Rumah Keluarga Farid

Kondisi sedih menghiasi rumah keluarga Syarif Muhammad Farid Fathoni di Gang Fajar Karya 1, Komodor Yos Sudarso.

Bibi korban, Syarifah Sofia, menceritakan bagaimana ia mendengar berita duka saat sedang bekerja.

“Saya menerima telepon, katanya Farid sudah pergi. Saya langsung merasa lemah, tidak percaya,” katanya dengan suara pelan.

Tidak lama setelah itu, Sofia juga menerima kabar bahwa keponakannya, Fajirah, mengalami cedera parah di kepala dan harus menjalani operasi di Rumah Sakit Soedarso.

3. Niat Tulus yang Berakhir Menyedihkan

Di balik bencana tersebut, terdapat kisah sederhana yang sangat menyentuh hati.

Farid pada hari itu berencana mengambil uang kiriman dari ibunya di Tayan melalui gerai Indomaret.

Biasanya ia hanya berangkat bersama adiknya, tetapi karena kuota internet habis, mereka meminjam ponsel kerabatnya.

“Mereka tiga orang naik sepeda motor karena ingin mengambil kode pesanan. Siapa sangka, malah pada perjalanan itu terjadi kecelakaan,” kata Sofia.

4. Figur Farid: Rajin, Tenang, serta Dicintai Rekan-rekannya

Farid terkenal sebagai siswa yang giat dan penuh semangat dalam belajar di SMK Negeri 3 Pontianak.

Meski bersifat diam, ia dianggap ramah dan tidak pernah terlibat dalam masalah.

“Teman-temannya mengatakan dia anak yang baik, jarang berbicara namun selalu menghormati guru,” tambah bibi itu.

Di sekolah, Farid juga terkenal tekun dalam mengikuti kegiatan praktik dan memiliki impian untuk melanjutkan studi setelah lulus nanti.

5. Pemerintah Turun Tangan: Wali Kota Pontianak Mengucapkan Belasungkawa

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, hadir langsung ke rumah duka untuk menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Pemerintah juga akan memberikan bantuan pengobatan kepada adik korban yang saat ini sedang dirawat di RS Soedarso,” katanya.

Edi menekankan bahwa Pemerintah Kota Pontianak akan melakukan penilaian terhadap jalur Jalan Komodor Yos Sudarso, yang terkenal berisiko karena ramai dengan kendaraan besar.

Ia juga memberi peringatan kepada para orang tua agar tidak membiarkan anak yang belum cukup umur mengemudi tanpa pengawasan.

6. Ajakan Keselamatan dari Dinas Pendidikan Kalbar

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menekankan betapa pentingnya penguatan kesadaran berkendara yang aman di lingkungan sekolah.

Mereka telah meminta seluruh sekolah menengah atas dan kejuruan di Pontianak untuk memberikan pendidikan kepada siswanya tentang peraturan lalu lintas serta etika berlalu lintas.

“Kami meminta sekolah menyelenggarakan pendidikan berkendara yang aman, serta memastikan siswa menggunakan helm dan perlengkapan lengkap,” tegas Faisal.

Selain itu, orang tua juga diharuskan memeriksa kondisi kendaraan dan memastikan anak-anak mereka mampu mengemudikan sepeda motor dengan benar.

7. Polisi Siap Mengambil Tindakan Keras: Evaluasi Jalur dan Operasi Pemeriksaan

Kasat Lantas Polresta Pontianak, Kompol Radian Andy Pratomo, menyatakan pihaknya akan mengambil tindakan tegas setelah kecelakaan mematikan yang menimpa Farid, siswa SMK 3 Pontianak.

“Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mengatur jam operasional kendaraan berat,” katanya.

Operasi akan dilakukan di beberapa lokasi yang sering terjadi kecelakaan, termasuk sekitar Pontianak Barat, untuk menurunkan jumlah kecelakaan yang dialami siswa.

Makna dari Bencana: Keselamatan adalah Tanggung Jawab Bersama

Kematian Farid, seorang siswa SMK 3 Pontianak, menjadi pengingat pahit bahwa keselamatan lalu lintas bukan hanya sekadar aturan, melainkan urusan nyawa.

Setiap pengemudi, baik itu pelajar, orang tua, maupun pengemudi kendaraan besar, memiliki tanggung jawab etis dan sosial untuk berhati-hati saat berkendara di jalan raya.

“Saya berharap tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban. Mohon, batasi jam operasional truk besar di jalan yang ramai penduduk,” ujar bibi dengan penuh perasaan.

Sekarang, keluarga hanya mampu berdoa agar almarhum Farid ditempatkan di tempat terbaik di sisi Tuhan, serta adiknya Fajirah segera pulih.

Namun rasa sedih tersebut sekaligus menjadi ajakan bagi masyarakat Pontianak: jangan biarkan kejadian ini terulang kembali.

Bukan Sekadar Berita Duka

Bencana 7 fakta kematian Farid siswa SMK 3 Pontianak bukan hanya berita sedih, tetapi juga menjadi pemikiran mendalam mengenai kepentingan disiplin lalu lintas serta pengawasan terhadap anak-anak yang berkendara.

Kehadiran pemerintah, sekolah, dan aparat dalam menangani serta menghindari kecelakaan yang terjadi pada siswa diharapkan mampu membentuk Pontianak yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

(*)

* Baca Berita Terkini Lainnya diGOOGLE NEWS

* Peroleh Berita Terpopuler Melalui SaluranWhatsApp

!!!Membaca Berdampak Positif Bagi Pikiran Seperti Olahraga Berdampak Positif Bagi Tubuh!!!