Stok Masih Aman, Pertamina Pastikan Kelangkaan Solar Sebatas Isu

oleh -128 views
spbu pertamina
spbu pertamina

JAKARTA (LK) – PT Pertamina (Persero) akhirnya angkat suara terkait isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di hampir seluruh wilayah Sumatera seperti di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Lampung dan beberpa provinsi lain.

Pejabat Sementara (Pjs) Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T, Irto Ginting kepada media mengatakan dan memastikan bahwa stok BBM saat ini masih dalam posisi aman.

“Untuk stok BBM dalam posisi aman. Diimbau masyarakat tidak khawatir, dan membeli BBM sesuai kebutuhan,” ujarnya seperti yang dikutip dari JPNN

Irto mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan solar subsidi dan berkomunikasi dengan BPH Migas untuk menambah kuota. “Prinsipnya Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan akan solar subsidi dan secara paralel akan berkoordinasi dengan BPH Migas untuk penambahan kuota,” tuturnya.

Menurutnya, kegiatan masyarakat yang kembali normal juga memengaruhi peningkatan kebutuhan atau permintaan BBM, termasuk BBM retail dan industri. Dibandingkan periode awal PPKM, saat ini demand BBM retail meningkat 8 persen.

Sedangkan industri pertambangan meningkat 35 persen, industri perkebunan 26 persen, sektor migas 21 persen dan industri lainnya mencapai 17 persen. Peningkatan aktivitas masyarakat tecermin dalam peningkatan konsumsi BBM sektor retail Pertamina yang tercatat secara nasional pada kuartal III mencapai 34 juta kilo liter (KL).

Angka ini meningkat hingga 6 persen dibandingkan tahun lalu. Untuk BBM gasoline (bensin), ada peningkatan sekitar 4 persen, dan untuk gasoil (diesel), bahkan mencapai 10 persen.

“Bahkan untuk solar subsidi konsumsi harian sejak September mengalami peningkatan 15 persen dibandingkan rerata harian periode Januari sampai Agustus 2021. Kenaikan signifikan terjadi di beberapa wilayah seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara serta Riau,” jelasnya.

Pihaknya terus memastikan stok maupun proses penyaluran (supply chain) aman berjalan dengan baik. Bahkan telah dilakukan penambahan penyaluran solar subsidi di beberapa wilayah yang mengalami peningkatan konsumsi secara signifikan seperti Sumatera Barat sebesar 10 persen, Riau 15 persen, dan Sumatera Utara 3,5 persen.

Selain penambahan penyaluran, Pertamina juga memastikan kecukupan dan distribusi solar subsidi, mengoptimalkan produksi kilang, serta melakukan monitoring penyaluran agar tepat sasaran. Antara lain dengan sistem digitalisasi dan pemantauan secara real time melalui Pertamina Integrated Command Centre (PICC). Dalam proses penyalurannya-pun, Pertamina Patra Niaga juga mematuhi regulasi dan ketetapan pemerintah yang berlaku.

“Saat ini Pertamina Patra Niaga terus melakukan penghitungan proyeksi kebutuhan solar subsidi dan memastikan suplai yang kami lakukan dapat memenuhi peningkatan demand yang terjadi. Adapun untuk stok dan penyaluran BBM nonsubsidi seperti Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax, dan Pertalite, Pertamina pastikan dalam kondisi aman, masyarakat tidak perlu khawatir,” ungkapnya.

Selain berkoordinasi dengan pihak terkait, Irto juga menyebut, pihaknya berkomitmen untuk menyalurkan solar subsidi dengan tepat sasaran sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 191/2014. Menurutnya, jika lembaga penyalur atau SPBU terindikasi dan terbukti terjadi penyelewengan, maka Pertamina tidak segan memberikan sanksi tegas.

Hingga Oktober, kata dia, terdapat 91 SPBU yang tersebar di seluruh Indonesia yang telah diberikan sanksi berupa penghentian suplai atau penutupan sementara, maupun sanksi seperti penggantian selisih harga jual solar subsidi. Itu karena mereka melakukan penyaluran yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Penyelewengan yang dilakukan misalkan adalah traksaksi yang tidak wajar, pengisian jeriken tanpa surat rekomendasi, dan pengisian ke kendaraan modifikasi,” imbuhnya.

Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat untuk tidak segan melaporkan ke aparat jika menemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi di lapangan. Pertamina Patra Niaga akan terus berkoordinasi intens dengan aparat untuk kembali menindak tegas penyimpangan penyaluran solar yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada aparat penegak hukum dan masyarakat atas dukungannya sehingga penyaluran BBM subsidi dapat berjalan lancar dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Editor : Yusman
Sumber : JPNN

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.