Ajudan Prabowo Tertarik, Teman Sekolah Bongkar Kelakuan Anak Walikota Arlan yang Bawa Mobil Saat Ekskul

by -210 Views

Lintaskriminal.co.id –Penghapusan jabatan kepala sekolah SMP Negeri 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, menjadi perbincangan di media sosial.

Hal ini dikarenakan dugaan Roni dipecat setelah ia mengingatkan anak walikota Prabumulih.

Viralnya penghapusan atribut SMPN 1 Prabumulih ini mendapat respons dari ajudan Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah.

Berdasarkan informasi yang beredar, Roni dipecat secara tiba-tiba diduga karena mengingatkan anak Wali Kota yang membawa mobil.

Anak dari Wali Kota dikabarkan memarkirkan kendaraannya di lapangan, sehingga mengganggu aktivitas sekolah.

Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh seorang teman sekolah anak walikota Arlan.

AN, salah seorang siswa kelas 9 SMPN 1 Prabumulih, berbicara kepada Lintaskriminal.co.id mengenai rangkaian kejadian ketika kepala sekolah Roni Ardiansyah memberikan teguran terhadap anak walikota yang membawa mobil ke sekolah.

Ia menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung pada hari Rabu tanggal 10 September 2025. Saat itu, Roni memberikan teguran yang diduga ditujukan kepada anak walikota saat sedang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler marching band di sekolah.

“Benar pak Roni di mutasi karena menegur (diduga anak walikota) yang membawa mobil ke sekolah saat ekstrakurikuler,” jelasnya, Rabu (17/9/2025).

AN juga tidak membantah bahwa siswa yang diberi teguran oleh Kepala Sekolah Roni Ardiansyah tersebut diduga merupakan putra walikota.

Akibat tindakan peneguran tersebut, kepala sekolah Roni Ardianysah dan satpam Ageng dipindahkan ke SMPN 13 Prabumulih.

“Siswa yang dipanggil oleh Pak Roni adalah murid kelas 8. Pak Roni beserta satpam kini telah dipindahkan ke SMPN 13 Prabumulih,” jelasnya.

Setelah sempat menjadi perbincangan di berbagai media sosial, akhirnya Wali Kota Prabumulih H Arlan memberikan pernyataan terkait pemberhentian Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Prabumulih, Roni Ardiansyah SPd MSi, pada Selasa (17/9/2025) malam.

Di dalam video yang beredar, Walikota Prabumulih H Arlan didampingi Wakil Walikota Franky Nasril SKom MSi, Sekretaris Daerah H Elman ST MM serta pejabat lainnya menyampaikan permintaan maaf kepada Roni Ardiansyah dan masyarakat Kota Prabumulih.

“Saya sebagai walikota Prabumulih menyampaikan permintaan maaf kepada Pak Roni dan seluruh warga kota Prabumulih,” kata Arlan, Selasa (16/9/2025).

Arlan menyampaikan, mengenai berita bahwa Roni Ardiansyah telah diganti dan dipindahkan ke lokasi lain adalah informasi palsu karena dirinya belum melakukan pemindahan.

“Itu adalah berita palsu, saya belum melakukan pemindahan, baru saja menegur Pak Roni karena di sekolah tersebut terdapat masalah yang membuat anak merasa tidak nyaman berada di sana,” katanya.

Peristiwa tersebut telah dikabarkan oleh Arlan di media massa.

Oleh karena itu, ia selaku Walikota Prabumulih memanggil dan memberi teguran kepada Roni, kepala SMPN 1 Prabumulih, agar hal tersebut tidak terulang kembali.

Kemudian guru sekolah yang mengalami masalah telah dipindahkan.

“Lalu terkait masalah anak saya itu adalah berita hoaks, anak saya tidak membawa mobil ke sekolahan dan anak saya diantar.

Dan jika ini merupakan kesalahan, saya selaku walikota Prabumulih menyampaikan permintaan maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat,” katanya.

Mohon maaf pernyataan Arlan disampaikan saat Presiden Prabowo turun tangan.

Dengan bantuan ajudannya, masalah pemecatan Kepala SMPN 1 Prabumulih tersebut berhasil diselesaikan.

“Saya akan menyelidiki dan saya akan mengembalikan kehormatan kepala sekolah ini,” tulis Rizky Irmansyah.

Kini Kepala Sekolah bernama Roni Ardiansyah kembali ke posisi semula. Demikian pula dengan satpam sekolah yang sebelumnya juga dipecat.

Keputusan yang memicu perdebatan terkait pemberhentian Roni Ardiansyah sebagai Kepala Sekolah SMP di Prabumulih, Sumatera Selatan, akhirnya dibatalkan.

Pengumuman ini disampaikan oleh ajudan Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah, melalui akun Instagramnya pada malam Selasa (16/9/2025).

Rizky mengatakan bahwa selain Roni, seorang petugas keamanan sekolah yang sebelumnya dilaporkan dipecat juga akan kembali bekerja di sekolah tersebut.

“Sudah Selesai, Kepala Sekolahnya akan kembali menjalankan tugasnya di sekolah asal, dan satpamnya juga akan kembali bertugas di sekolah asal,” tulis Rizky Irmansyah dalam unggahan Instagram-nya.

Kepsek SMPN 1 Prabumulih Kembali ke Sekolah

‘Pak Roni, Pak Roni’, teriak para murid berlarian sambut kedatangan Roni Ardiansyah yang tak jadi dicopot jabatannya sebagai Kepala SMPN 1 Prabumulih.

Roni Ardiansyah yang awalnya dicopot sebagai Kepala Sekolah, kini disambut meriah oleh para muridnya.

Terlihat dalam video tersebut, antusias murid-murid SMPN 1 Prabumulih saat menyambut Roni Ardiansyah yang kembali ke sekolah mereka.

Saat belum turun dari kendaraan, para siswa dan siswi langsung berlari mendekati mobil Roni Ardiansyah.

Mereka terlihat sangat senang karena Roni Ardiansyah tidak dipindahkan.

Suara tepuk tangan yang riuh menyambut kedatangan Roni Ardiandyah.

Setelah turun dari kendaraan, siswa-siswa terlihat berlomba-lomba untuk bersalaman dengan Kepala Sekolah mereka.

Pengguna akun @Oypalembang tersebut mendapatkan berbagai respons dari netizen.

ini benar-benar dari anak-anak tanpa campur tangan, tanpa pembagian nasi bungkus dan tanpa paksaan…Qadarullah Pak Roni ingin terkenal melalui jalur langit ya Pak…MasyaAllah Barakallah

Syukur kepada Allah, orang yang baik memang disukai oleh banyak orang…

Perasaan anak-anak/SMP secara alami jujur, bukan hasil dari manipulasi.

Alhamdulillah, Bapak. Bapak ini memiliki tempat yang sangat istimewa di hati anak-anak.

Akan menjadi musuh publik, akan menjadi budak yang mengadu kepada ayahnya itu

Kelebihanmu yang bisa menyelamatkan dirimu, Pak.

Kepala Dinas Pendidikan Prabumulih Terancam Setelah Arlan Mengatakan Pemecatan Kepala Sekolah SMPN 1 adalah Hoaks

Kini nasib Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya (Kadisdikbud) Kota Prabumulih menghadapi ancaman setelah Arlan, Walikota Prabumulih menyatakan bahwa penghapusan jabatan kepala sekolah (kepsek) SMPN 1 Prabumulih adalah informasi palsu (tidak benar).

Pernyataan Arlan terkesan bertentangan dengan pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), A Darmadi, pada Selasa (16/9/2025).

Menurut Darmadi, penghapusan Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih tersebut bukan disebabkan oleh masalah kecil seperti teguran terhadap anak pejabat yang membawa mobil untuk parkir di lapangan sekolah, melainkan karena beberapa faktor lain.

Namun dalam pernyataannya, Arlan justru menyebutkan bahwa jabatan Roni Ardiansyah sebagai kepala SMPN 1 Prabumulih belum dicopot, tetapi hanya sebatas memberikan teguran.

Berdasarkan kejanggalan tersebut, kini muncul kritik tajam dari Kurnia Saleh, seorang ahli hukum muda sekaligus Direktur Bantuan Lembaga Hukum (LBH) Qisht.

Melalui halaman Instagram @lbhqisth, Kurnia Saleh meragukan pernyataan Arlan yang menyebut bahwa penghapusan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih itu adalah berita palsu (tidak benar).

“Oleh karena itu kami meminta Walikota Prabumulih untuk mengetahui siapa yang lebih dulu menyebarkan berita palsu tersebut, jika Bapak melihat di Google, yang mengunggah tentang pencopotan dan perpindahan kepala sekolah SMPN 1 Prabumulih adalah Kepala Dinas Pendidikan Prabumulih tersebut” ujar Kurnia Saleh dilansir Rabu (17/9/2025).

Selanjutnya, ia meminta apabila informasi tentang pemecatan dan perpindahan Kepala SMPN 1 Prabumulih dianggap sebagai berita palsu, maka ia meminta Arlan segera melaporkan Kadisdik Prabumulih ke pihak kepolisian karena telah menyebarkan berita palsu.