Aksi Protes Zat Kimia PT RAPP di Pangkalan Kerinci, Ini Dia Pelakunya

oleh -471 views

RIAU (LK) – Anak Perusahaan Asia Pacific Resources International Holdings Limited (APRIL) Group kembali digoyang terkait aktivitas pabrik pengolahan kayu yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan, jika sebelumnya diduga ada kebocoran limbah yang menyebabkan ikan mati di Desa Sering, selanjutnya disambut dengan protes yang dilakukan seorang diri pada Senin (29/3).

Adalah Saparuddin (48), warga Desa Pulau Muda yang berdomisili di Pangkalan Kerinci itu menyampaikan protes dengan membawa spanduk putih yang bertuliskan keluhan terhadap PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang beroperasi sejak tahun 1997 di Kabupaten Pelalawan.

Menurut Sapar, perusahaan yang mengelola kayu menjadi bubur kertas tersebut memiliki tanggung-jawab yang sangat besar, alasannya karena terdapat beberapa perubahan lingkungan akibat zat kimia yang digunakan PT RAPP untuk beroperasi.

“Cukup banyak yang kita rasakan selama RAPP beroperasi mulai dari kesehatan hingga atap rumah yang cepat berkarat, bahkan ada zat kimia yang dilepaskan perusahaan yang berdampak kurangnya embun pagi,” ujar Sapar.

Atas dampak yang dirasakan masyarakat Pelalawan khususnya Pangkalan Kerinci tersebut, Sapar mengatakan seharusnya ada konstribusi dari perusahaan, seperti untuk mengatasi masalah kesehatan terutama bagi generasi penerus bangsa yang berada di sekitar perusahaan beroperasi.

Sapar menganggap hal itu sangatlah wajar dan pihak perusahaan pun tidak bisa lari dari kenyataan, pasalnya zat kimia yang digunakan anak perusahaan APRIL Group itu semakin banyak seiring dengan bertambahnya pabrik yang mengolah kayu menjadi kapas.

“Masalah ini tidak bisa kita didiamkan dan berlarut-larut, karena pengaruh zat kimia yang dilepaskan perusahaan ke udara tersebut nantinya akan berdampak pada kesehatan generasi masa depan dan ini perlu kita pikirkan mulai dari sekarang. Untuk itu tanggung-jawab perusahaan harus diperjelas,” tegasnya.

Tidak sampai disitu saja, Sapar juga meminta pemerintah daerah untuk tegas dalam menyelesaikan masalah tersebut, karena bagaimanapun kepentingan dari masyarakat banyak harus diutamakan daripada kepentingan perusahaan yang notabene mencari keuntungan.

“Pemerintah jangan memikirkan periuk sendiri, masih banyak periuk yang membutuhkan perhatian khusus, seperti periuk miskin dan periuk pengangguran,” pungkasnya.

Pantauan Lintaskriminal.co.id, Saparuddin melakukan aksi protes terhadap aktivitas PT RAPP seorang diri, aksi tersebut dilakukan di depan gerbang Town Site I, Pangkalan Kerinci. Usai melakukan aksi di RAPP, Sapar beralih ke gedung DPRD Pelalawan, sampai di Kantor Wakil Rakyat itu Sapar disambut Ketua DPRD Pelalawan, Baharuddin, SH yang didampingi Wakil Ketua Komisi II, Carles, S.Sos.

Kepada Lintaskriminal.co.id, Baharuddin mengatakan pihaknya terbuka dalam menerima aspirasi masyarakat, termasuk protes Saparuddin. Langkah selanjutnya DPRD akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan perusahaan dan dinas terkait.

“Aspirasi dari Saparuddin sudah kita terima, nanti akan kita rekomendasikan pada komisi II untuk melakukan RDP dengan perusahaan dan dinas terkait seperti DLH,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Carles, setelah menerima rekomendasi dari Ketua DPRD, pihaknya akan menjadwalkan kegiatan itu dalam Badan Musyawarah (Bamus). “Nanti kita jadwalkan dalam Bamus, setelah itu baru kita lakukan RDP dengan perusahaan dan DLH,” tutupnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari pihak RAPP terkait aksi protes yang dilakukan Saparuddin di depan gerbang Town Site I tersebut.

 

Penulis : Yusman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *