Aktivitas PETI Jalan Terus, Masyarakat Yakin Polres Sudah Terima Setoran

by -781 views

SUMBAR (LK) – Masyarakat di Kota Sawahlunto hanya bisa geleng-geleng kepala dengan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di sejumlah titik di Kota Tambang yang Berbudaya itu. Bagaimana tidak, meski dikatakan sebagai perbuatan melawan hukum karena diprediksi sudah mulai merusak lingkungan.

Menurut Riki (41), salah seorang penuda di Kota Sawahlunto ketika dihubungi Lintaskriminal.co.id mengaku sudah sangat prihatin dengan aktivitas tambang di sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kota Sawahlunto. Tak tanggung-tanggung, aktivitas melawan hukum itu seperti sudah direstui karena sudah menggunakan alat berat.

“Dampak dari aktivitas PETI di Kota Sawahlunto kita lihat sudah sangat memprihatinkan, karena aktivitas tambang tidak lagi dilakukan secara manual atau semi manual seperti mesin dong feng, kalau sudah menggunakan alat berat, kita yakin tidak lama lagi akan berdampak pada lingkungan,” ujar Riki.

Hal senada juga dikatakan Saiful (53), yang juga masyarakat Sawahlunto, dimana aktivitas PETI hampir merata ada di sepanjang DAS yang ada di Kota Sawahlunto. Menurutnya, aktivitas tersebut dapat dipastikan tidak memiliki izin, alasannya pengurusan izin sudah tidak ada lagi di tingkat kabupaten/kota.

Terlepas dari aktivitas PETI itu, Saiful menilai pemerintah dan aparat penegak hukum terkesan tutup mata dan tidak peduli, padahal mereka memiliki kewajiban untuk menghentikan aktivitas yang nyata-nyata telah merusak lingkungan di sekitar mereka beroperasi.

Hal itu dikatakan Saiful sudah tidak wajar lagi apabila pihak kepolisian mengaku dan tidak mengetahui adanya aktivitas PETI di Kota Sawahlunto.

“Kita melihat dan menilai seperti oknum penegak hukum (Polres, red) sudah terima setoran dari para pelaku tambang PETI, dan itu sudah pasti, sebab tidak ada tindakan sama sekali, padahal PETI sudah jelas tindakan melawan hukum dan aktivitasnya di depan mata para penegak hukum,” keluhnya.

Ditambahkannya, memang ada sebagian masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada tambang emas, namun jika dibandingkan dengan mudarat yang ditimbulkan, hal itu bisa dikatakan hanya sebagai alasan klasik bagi pelaku tambang agar aktivitas PETI tetap berjalan.

“Kalau mereka memang menggantungkan hidup pada tambang emas itu, kenapa pelaku tambang yang menggunakan alat berat itu tidak mengurus izin. Dan poin terpenting saat ini, kita meyakini bahwa Polres Sawahlunto sudah menerima setoran dari aktivitas PETI, jika tidak, kita sangat yakin aktivitas PETI ini bisa dihentikan,” bebernya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kapolres Sawahlunto, AKBP Junaidi Nur dan Kasat Reskrim, Julkipli Ritonga belum memberikan tanggapan terkait masih beroperasinya aktivitas PETI di Kota Tambang yang Berbudaya itu.

 

Penulis : Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *