Ambruknya Spot Photo Danau Tandikek, Pekerja: Wajar, Perencanaan Tidak Matang

oleh -156 views

SUMBAR (LK) – Diduga kurangnya perhitungan dalam perencanaan, dua dari tiga proyek spot photo berbentuk dermaga di kawasan Danau Tandikek, Kota Sawahlunto yang dibangun dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pariwisata tahun 2019 mulai mengalami kerusakan.

Informasi yang berhasil dihimpun Lintaskriminal.co.id, dari tiga dermaga yang dibangun, hanya satu yang bertahan hingga saat ini, dua diantaranya sudah tenggelam. Dimana pada 26 Mei lalu bangunan itu roboh dan menelan 5 korban jiwa dan selanjutnya dermaga spot photo kedua runtuh pada 23 Juni kemarin.

Kasus Robohnya spot photo yang memakan korban jiwa itu kini sedang didalami oleh pihak yang berwajib dalam hal ini Kepolisian Resor (Polres) Sawahlunto, mulai dari mengumpulkan berkas hingga meminta keterangan dari saksi ahli tentang apa yang menjadi penyebab ambruknya dermaga tersebut.

“Saat ini kita sedang melakukan pendalaman tentang apa yang menjadi penyebab ambruknya spot photo di Danau Tandikek tersebut,” ujar AKBP Junaidi Nur, S.I.K seperti yang dikutip dari media kabarita.co

Disisi lain, menurut keterangan dari petugas yang berjaga di kawasan objek wisata Danau Tandikek, tragedi yang merenggut 5 korban jiwa tersebut terjadi pada sore hari, saat itu kawasan sudah tutup dan tidak menerima pengunjung, jadi tidak ada izin maupun pengawasan dari pihak pengelola.

Sedangkan ambruknya spot photo yang kedua terjadi pada malam hari pada 23 Juni 2021, saat kejadian dipastikan tidak ada pengunjung yang masuk, sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Spot photo itu sudah lama selesai, kejadian pertama saat sore hari, kalau itu bisa dikatakan roboh, karena sempat memakan korban jiwa. Untuk yang kedua ini bisa dikatakan amblas, karena spot photo masih bisa terlihat jelas dan berada di dalam air,” terang Nandang, salah seorang petugas yang berjaga saat Lintaskriminal.co.id datang.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari salah seorang mantan pekerja dalam proyek miliaran rupiah itu berpendapat ambruknya spot photo tersebut wajar, karena tiang penyangga tidak menyentuh dasar danau, selain itu dipastikan tidak tapak pada dasar tiang yang terbuat dari pipa.

“Untuk ukuran pipanya saya lupa, yang saya ingat waktu penancapan pipa sebagai tiang itu tidak terlalu dalam, ditambah lagi beban beton spot photo yang terlalu berat,” ujar pria yang enggan menyebutkan namanya itu.

Lebih lanjut, pria paruh baya itu juga mengaku pernah mengusulkan untuk merubah bentuk dari spot photo, namun sayangnya pihak perencana bersikeras untuk melaksanakan sesuai dengan gambar yang telah dibuat sebelumnya.

“Waktu di lapangan kita sempat minta merubah bentuk bangunan, karena kita menilai perencanaan tidak matang, terutama tapak yang menjadi dasar dermaga, tapi pihak dinas tidak mau dan tetap meminta pelaksanaan sesuai dengan gambar, jadi saya beranggapan wajar kalau bangunan itu sudah mulai amblas,” pungkasnya.

 

Penulis : Yusman

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.