Ammar Zoni Bongkar Bisnis Narkoba di Rutan Salemba, Kuasa Hukum Sebut Ada Kejanggalan

by -67 Views

Lintaskriminal.co.id –Aktor Ammar Zoni dikirim ke Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Ammar dipindahkan dari Rutan Salemba ke Lapas Nusakambangan karena terlibat dalam peredaran barang ilegal di dalam Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

Ammar menghuni Rutan Salemba sebagai tahanan kasus narkoba. Berada di tengah para tahanan dan narapidana lainnya, Ammar akhirnya terlibat dalam bisnis barang di dalam Rutan Salemba.

Pengumuman terbaru, aktor Ammar Zoni akhirnya angkat bicara mengenai kasus narkoba yang menimpanya.

Suami mantan artis Irish Bella menyatakan, banyak hal yang tidak sesuai dengan fakta. Ia juga meminta agar hadir secara langsung saat hakim mulai mengadili kasus peredaran narkoba di Rutan Salemba tersebut.

Rencananya, bila persidangan perkara tersebut dimulai di pengadilan, Ammar Zoni akan hadir secara daring.

Hakim di Jakarta akan mengadili Ammar Zoni yang sedang ditahan di Nusakambangan menggunakan fasilitas teleconference.

Hal ini disampaikan oleh Jon Mathias, pengacara Ammar Zoni, saat dihubungi Tribunnews.com. “Ammar mengatakan kepada saya, ‘Pak, saya meminta sidang ini saya harus hadir. Jangan secara online, karena saya akan mengungkap semua yang terjadi di dalam,” kata Jon Mattias.

Menurutnya, Ammar menolak mengikuti persidangan secara virtual karena khawatir keterangannya tidak dapat disampaikan dengan bebas di bawah pengawasan pihak lembaga pemasyarakatan.

“Jika online, dia masih dalam pengawasan lapas. Dia merasa tidak nyaman, karena kasus ini juga berkaitan dengan masalah hukum di dalam lapas,” ujar Jon.

Menurutnya, kehadiran langsung Amar di ruang persidangan sangat penting agar dapat memberikan keterangan dengan bebas tanpa adanya tekanan.

“Persidangan harus diadakan secara terbuka. Amar berhak memberikan kesaksian di hadapan hakim tanpa ada tekanan. Hal ini merupakan bagian dari prinsip keadilan,” tegasnya.

Jon juga menyebutkan bahwa proses persidangan tidak mungkin dipindahkan ke Nusakambangan karena akan memerlukan waktu dan biaya yang besar.

“Bagaimana mungkin sidangnya dipindah. Prosesnya memakan waktu,” katanya.

“Jika Ammar hadir di Jakarta, hal itu justru sesuai dengan prinsip peradilan yang murah, cepat, dan adil,” tambahnya.

Saat ini Ammar Zoni bersama lima tahanan lain yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba telah dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Jon Mathias mengatakan, semuanya dimulai pada Januari 2025.

Saat itu, Ammar Zoni sedang berada di dalam sel tahanan. Tiba-tiba ia dipanggil oleh petugas.

“Waktu itu Ammar sedang di dalam sel, tiba-tiba dipanggil. Setelah dipanggil, di ruangan sudah terdapat pihak anggota polsek dan lima orang yang ditangkap,” katanya.

“Salah satu dari mereka memperlihatkan bukti yang disebut berasal dari Ammar,” tambah Jon Mathias.

Jon menekankan bahwa Ammar sama sekali tidak mengenal orang-orang yang ditangkap itu.

Namun, pernyataan dari salah satu tersangka justru digunakan sebagai dasar tuduhan terhadap kliennya.

“Itu yang menjadi perdebatan kusir, karena bukti tersebut tidak diambil dari Ammar, juga tidak tertangkap tangan,” tegasnya.

“Seharusnya jika memang benar, kamar Ammar juga turut diperiksa,” tambahnya.

Jon juga menyoroti beberapa ketidakwajaran dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut.

“Padahal Ammar telah meminta untuk didampingi oleh seorang pengacara, tetapi justru tidak diberikan,” katanya.

“Justru ditekan, dikatakan tidak perlu menggunakan pengacara karena hanya formalitas dan efek jera,” tambah Jon.

Selain itu, Jon mengakui menemukan tanda-tanda adanya permintaan khusus dari pihak tertentu dalam proses hukum tersebut.

“Dalam kurung, ada yang mengatakan ‘nanti kamu berikan ini agar perkara tidak dilanjutkan’. Nah, di situ ketidakwajaran,” katanya.

Jon menambahkan, berdasarkan analisis tim pengacara, terdapat banyak ketidakwajaran dalam kasus kliennya.

“Jika memang benar barang bukti tersebut berasal dari Ammar, maka perkara ini pasti sudah lama diselesaikan. Tidak mungkin hingga kini belum juga diputuskan,” tegas Jon.