Ammar Zoni Kembali Ditangkap Narkoba di Dalam Lapas, Bukan Tobat Malah Makin Buruk!

by -129 Views

Lintaskriminal.co.id –– Aktor Ammar Zoni kembali menjadi perhatian masyarakat setelah dikabarkan terlibat dalam kasus penyelundupan narkoba di Lapas Kelas I Salemba, Jakarta Pusat.

Meskipun demikian, ia baru saja menjalani hukuman tiga tahun penjara akibat kasus narkoba pada tahun 2024 lalu.

Kini, alih-alih menunjukkan tanda-tanda penyesalan, Ammar justru dikabarkan semakin terjebak dalam lingkaran gelap narkoba.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Ditjenpas Kemenimipas) menyatakan bahwa setiap tahanan yang terbukti terlibat dalam peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) maupun rumah tahanan (rutan) akan diberikan sanksi keras sesuai aturan yang berlaku.

“Terhadap pelanggaran yang terjadi, siapa pun yang terbukti terlibat akan menerima sanksi dan hukuman sesuai aturan yang berlaku,” kata Rika Aprianti, Kepala Subdirektorat Kerja Sama Ditjenpas Kemenimipas, saat dihubungi dari Jakarta, Jumat 10 Oktober 2025.

Rika menyampaikan bahwa kasus yang menimpa Ammar Zoni terungkap berkat hasil pengawasan dini dari pihak Rutan Salemba terkait kemungkinan peredaran narkoba. Petugas rutin melakukan pemeriksaan mendadak (sidak) guna mencegah dan mengatasi kegiatan ilegal di dalam lapas.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, terdapat enam orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba tersebut, termasuk MAA atau AZ, yang merupakan inisial dari nama Ammar Zoni.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Barat telah menghukum Ammar Zoni selama tiga tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar dengan hukuman tambahan tiga bulan kurungan terkait kasus penyalahgunaan narkoba pada Agustus 2024.

Namun, hanya satu tahun kemudian, ia kembali terlibat dalam kasus serupa, bahkan kali ini dengan cara yang lebih berat karena terjadi di dalam tahanan.

Isu ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Banyak pihak berpendapat bahwa tokoh publik seperti Ammar Zoni seharusnya menjadi teladan, bukan justru merendahkan diri dan merusak kepercayaan masyarakat.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa pemulihan moral dan psikologis di dalam penjara tidak cukup hanya dengan hukuman badan.

Diperlukan peningkatan pembinaan dan pengawasan yang lebih menyeluruh sehingga tahanan dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang bersih dan bertanggung jawab.

Peristiwa yang menimpa Ammar Zoni seharusnya menjadi pelajaran bagi banyak pihak, terutama para selebritas muda, bahwa ketenaran bukanlah jaminan untuk terhindar dari kehancuran jika tidak mampu mengendalikan diri sendiri.

Narkoba tidak hanya merusak karier seseorang, tetapi juga menghancurkan masa depan serta kepercayaan masyarakat yang telah dibangun dengan susah payah.

Masyarakat diharapkan bisa belajar dari peristiwa ini: tidak ada jalan pintas untuk menghadapi tekanan kehidupan selain dengan kesadaran diri dan bantuan yang positif dari sekitar.

Karena sekali seseorang memilih jalan gelap, sulit baginya untuk kembali, kecuali dengan tekad kuat untuk berubah.