Angkutan Buruh RAPP, Polres Pelalawan Mengaku Sudah Bertindak, Aktivis: Polisi Jangan Sebatas Laporan

oleh -406 views

RIAU (LK) – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan mengaku telah melakukan tindakan terhadap angkutan barang yang beroperasi mengangkut karyawan atau buruh di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), tindakan itu berupa tilang dan penyuluhan sesuai dengan Undang-undang nomor 22 tahun 2009.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas), Edy Hariyanto kepada Lintaskriminal.co.id mengatakan Polres Pelalawan tidak melakukan pembiaran terhadap operasi angkutan barang menjadi angkutan orang oleh Sub Kontraktor anak perusahaan APRIL Group tersebut.

Menurutnya, apa yang dilakukan sub kontraktor tersebut sudah menyalahi aturan, namun Polres Pelalawan melalui Satuan Lalu Lintas sudah mengambil tindakan, bahkan juga ada yang dilakukan penindakan.

“Polres Pelalawan tidak pernah membiarkan angkutan barang di jadikan angkutan orang oleh kontraktor, upaya dikmas dan penyuluhan sudah di lakukan sampai upaya penegakan hukum melalui tilang dan sesuai UU No 22 tahun 2009.Bahwa kendaraan barang tidak boleh di gunakan untuk mengangkut orang.hingga saat ini personil lalu lintas tetap melakukan penegakan hukum dan menyarankan pihak kontraktor menggunakan kendaraan bus atau sejenisnya untuk mengangkut karyawan,” tegas Edy.

Disisi lain, menanggapi tindakan yang dilakukan Polres Pelalawan dinilai Arya (41), seorang aktivis buruh hanya sebatas laporan kepada atasan, sedangkan yang terjadi di lapangan jumlah angkutan malah bertambah membeludak artinya ada pembiaran.

“Pada kenyataannya, jumlah angkutan barang yang menjadi angkutan buruh menjadi banyak, artinya terdapat dua kesimpulan dalam hal ini, yang pertama Polres Pelalawan pura-pura tidak melihat alias tutup mata dan kedua adalah Sub Kontraktor RAPP memandang rendah aparat polisi sebagai penegak hukum,” tandasnya.

Terlepas dari tindakan yang dilakukan Polres Pelalawan, Arya mengatakan bahwa angkutan barang yang dijadikan angkutan buruh tersebut tidak wajar dan tidak manusiawi, alasannya adalah keselamatan para pekerja. Sementara kelas RAPP adalah perusahaan internasional yang pasti lebih mengutamakan keselamatan kerja.

“Tanggung-jawab perusahaan juga harus kita pertanyakan dalam hal keselamatan para pekerja, termasuk pihak RAPP dengan embel-embel internasional, sebab mereka yang memberikan pekerjaan pada sub kontraktor, atau mereka mau lepas tangan,” pungkasnya.

Sementara ini belum ada keterangan resmi dari PT RAPP sebagai perusahaan yang memberikan pekerjaan pada sub kontraktor.

Penulis : Yusman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.