Aplikasi Pelaporan Kekerasan Sekolah dari Universitas Budi Luhur

by -66 Views

Universitas Budi Luhur meluncurkan sebuah aplikasi yang berbasiswebsitesistem pelaporan yang dikembangkan untuk para korban kekerasan di lingkungan pendidikan.Aplikasisemoga dapat menjadi sarana pelaporan yang efisien dan terbuka, sehingga setiap kasus kekerasan dalam lingkungan sekolah segera ditangani secara tepat

Ini adalah bentuk nyata kontribusiUniversitas Budi Luhurdalam mendukung upaya pencegahan serta penangangan kekerasan dalam lingkungan pendidikan,” ujar Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Budi Luhur Profesor Umaimah Wahid saat sosialisasi penggunaan aplikasi tersebut di SMA/SMK Budi Luhur pada Jumat, 17 Oktober 2025.

Umaimah menyampaikan pendidikan tentang bentuk, dampak, serta langkah pencegahan kekerasan di sekolah agar menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh anggota masyarakat di dalamnya. Tim PKM Universitas Budi Luhur bekerja sama dengan Suhanah Women and Youth Center (SWYC) dan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Universitas Budi Luhur.

Menurutnya, aplikasi websitepencegahan dan penanganan kekerasan ini akan sangat berguna dalam menciptakan sekolah yang bebas dari kekerasan, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan secara optimal. Aplikasi yang dibuat khusus oleh Wahyu Pramusinto memiliki fitur-fitur utama yang memungkinkan siswa maupun staf pendidikan untuk melaporkan berbagai bentuk kekerasan secara aman, cepat, dan tercatat dengan baik.

Ketua Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan SMK Budi Luhur, Denok Susanti berharap adanya kesadaran bersama di lingkungan sekolah setelah kegiatan edukasi dan sosialisasi tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pada dasarnya, semua siswa memiliki hak untuk belajar dan merasa aman di sekolah. “Semoga kegiatan ini dapat mendorong kita semua untuk berani menyampaikan pendapat dan menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah,” katanya.

Kegiatan melibatkan seluruh anggota tim PKM Universitas Budi Luhur yang terdiri dari Umaimah Wahid sebagai ketua, serta Chazizah Gusnita dan Wahyu Pramusinto sebagai anggota. Tim ini juga didukung oleh dua mahasiswa, yaitu Muhammad Hazmi Abdullah dan Novianti Sari Dewi, yang secara aktif berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi serta penyusunan materi edukasi mengenai aplikasi pelaporan.

Acara diakhiri dengan penandatanganan perjanjian bersama berjudul “Sekolah Ramah tanpa Kekerasan”, sebagai wujud kerja sama antara Universitas Budi Luhur dan pihak sekolah dalam membentuk lingkungan pendidikan yang lebih aman, inklusif, serta bebas dari kekerasan.