APPEMARI Kecewa, Masa AMPUN Dihimbau Minta Maaf pada Gubernur Riau

oleh -137 views

RIAU (LK) – Aliansi Pemuda Pengawal Marwah Riau (APPEMARI) sampaikan rasa kecewa terhadap bahasa yang tidak layak disampaikan masa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Penyelamat Uang Negara (AMPUN) ketika melakukan aksi damai di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau pada Kamis (3/6).

Koordinator APPEMARI Tauhid Marifatullah, S.IP kepada Lintaskriminal.co.id mengatakan bahwa kalimat atau kata yang menyebutkan Gubernur Riau adalah drakula dan disertai dengan editan photo gubernur seperti drakula tersebut sangat berlawanan dengan karakteristik masyarakat melayu.

Bagaimana tidak, pemuda yang saat ini tengah melanjutkan pendidikan magister ilmu komunikasi itu berpendapat bahwa kalimat yang dituliskan AMPUN dalam spanduknya sudah lari dari koridornya, padahal selama ini masyarakat melayu dikenal sebagai masyarakat adat yang santun dan selalu menghormati pemimpin.

“Kalimat dan photo itu (drakula, red) sudah termasuk dalam aksi menghujat. Yang kita tahu, orang melayu selalu sangat menjunjung tinggi seorang pemimpin,” ujar Tauhid.

Sebagai seorang aktivis yang kini lebih aktif dalam bidang kemanusiaan, Tauhid tidak melarang aksi mahasiswa yang tergabung dalam wadah AMPUN, sebab menurutnya mahasiswa merupakan orang-orang atau kelompok kontrol sosial, terutama bagi pemimpin dalam menjalankan kebijakan.

Namun dibalik kontrol sosial itu, ayah satu anak itu mengimbau agar mahasiswa khususnya di Riau agar dapat menyampaikannya dengan santun, apalagi mahasiswa sendiri dianggap masyarakat sebagai orang-orang yang intelek dan berpikiran maju.

“Kita tidak melarang rekan-rekan untuk menyampaikan kritik ataupun menjalankan fungsi kontrolnya dan itu harus. Yang kita perhatikan adalah seorang intelektual tentunya memiliki bahasa yang santun,” tandasnya.

Tidak sampai disitu saja, APPEMARI juga menilai aksi yang dilakukan oleh rekan-rekan yang tergabung dalam AMPUN tidak memberikan contoh yang baik bagi masyarakat, dimana aksi tersebut sudah melanggar aturan pemerintah yang melarang untuk berkerumun dalam masa pandemi Covid-19.

Menyikapi hal itu, APPEMARI menghimbau rekan-rekan mahasiswa tersebut agar segera meminta maaf kepada Gubernur Riau atas kalimat dan hujatan yang tertulis dalam spanduk aksi, alasannya cukup jelas karena sudah mencemarkan nama baik seorang Gubernur yang notabene seorang pemimpin di negeri melayu.

“Kita himbau untuk segera minta maaf atas pencemaran nama baik di depan publik,” tutupnya sembari mengatakan akan melakukan koordinasi terkait pelanggaran itu.

 

Penulis : Hendra
Editor : Yusman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.