Lintaskriminal.co.id –Berita mengejutkan muncul terkait kematian diplomat Arya Daru Pangayunan.
Meski ponsel dan akun media sosialnya hingga saat ini belum ditemukan, ponsel Arya Daru pernah kembali aktif, dan pesan dari istrinya tiba-tiba berubah menjadi centang biru, menimbulkan kebingungan dan pertanyaan di kalangan keluarga.
Istri Arya, Pita, merasa kaget saat melihat aktivitas akun Instagram suaminya beberapa waktu lalu, meskipun pihak kepolisian menyatakan bahwa HP utama Arya Daru masih hilang.
Berita mengejutkan datang dari saudara ipar almarhum Arya Daru, Meta Ayu Thereskova.
Ia akhirnya berani menyampaikan pendapat mengenai hal ini setelah keluarga melewati masa duka yang sangat berat.
Hal ini menjadi alasan mengapa Meta Ayu akhirnya muncul di hadapan publik.
“Iya, kita masih dalam masa berkabung, jadi kita menghormati. Ada dua keluarga besar, jadi setelah 40 hari nanti kita bisa memulai menata semuanya,” kata Meta Ayu, dikutip dari Youtube Sindonews, Kamis (21/8/2025).
Ia menyampaikan bahwa ponsel Arya Daru pernah berfungsi setelah almarhum ditemukan meninggal.
Ketika terputusnya komunikasi pada malam 7 Juli 2025, pesan istri Arya Daru tidak sampai dengan tanda centang satu.
Kemudian keesokan harinya setelah jenazah korban ditemukan, pesan yang sebelumnya tidak terkirim tiba-tiba terkirim atau muncul centang dua, yang menunjukkan bahwa ponsel Arya Daru pernah aktif.
Namun, setelah polisi mengumumkan bahwa HP utama Arya Daru hilang dan belum ditemukan, istri Arya Daru merasa kaget.
Ia (Pita) juga sempat bingung. Jadi sekitar pukul 10.00 ia melihat, kok ada tanda centang dua. Pukul 10.00 pagi,” ujar Meta Ayu.
“Jadi jam 10.00 itu kok sudah terbuka dua kali. Nah, dia mengira, Pita mengira, itu mungkin ponselnya sudah dibuka oleh polisi, hanya berpikir sederhana seperti itu,” tambahnya.
Ketidakwajaran lain justru lebih mengejutkan istri Arya Daru, yaitu saat akun media sosial Instagram suaminya kembali aktif belakangan ini setelah sekitar sebulan korban ditemukan meninggal.
“Jadi ini masih sangat baru, sekitar dua atau tiga hari yang lalu,” ujar Meta Ayu.
“Saudara perempuanku mengecek melihat Instagram suaminya di pesan langsung, dia kaget, ‘kenapa DM-nya aktif?’, karena ada tanda hijau itu,” tambahnya.
Meta Ayu juga berusaha memeriksa sendiri akun Instagram Arya Daru.
Ternyata benar, akun Arya Daru pernah digunakan oleh seseorang.
“Lalu saya cek, saya sendiri memeriksa akun Instagram Daru, di sana tertulis bahwa dia aktif tujuh menit yang lalu,” ujar Meta Ayu.
Meta mengatakan, Pita ini juga mengetahui kata sandi semua akun media sosial yang dimiliki Arya Daru, suaminya.
Namun kini istrinya tidak mampu lagi mengakses akun suaminya.
“Itu yang membuat, ini siapa yang begitu? Siapa yang apa yang mengelola akun ini ?,” ujar Meta Ayu.
3 Benda Arya Daru Masih Belum Ditemukan, Termasuk Ponselnya
Penyelidikan mengenai kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arya Daru Pangayunan, masih terus berlangsung.
Baru-baru ini, pihak kepolisian masih melakukan pencarian terhadap tiga barang milik Daru yang hingga kini masih menjadi teka-teki.
Pertama, ponsel atau handphone (HP) milik Daru masih belum ditemukan.
“(Ponsel Daru) masih belum ditemukan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, Jumat (25/7/2025).
Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Choirul Anam, juga menyampaikan pendapat yang sama.
Kemarin kami menerima penjelasan mengenai HP. HP tersebut belum ditemukan. Oleh karena itu, masih ada proses terkait jejak digitalnya.
“Krusial bagi peristiwanya, tetapi apakah ini menentukan penyebab kematian, saya rasa penyebab kematiannya bukan di sana,” jelas Anam.
Barang kedua dan ketiga yang masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian adalah tas ransel serta kantong belanja milik Daru.
Berdasarkan rekaman kamera pengawasan di gedung Kementerian Luar Negeri, pada Senin (7/7/2025) malam, Daru terlihat naik ke atap lantai 12 kantornya.
Ia tampak naik pada pukul 21.43 WIB sambil membawa tas ransel dan kantong belanja.
Namun, setelah berada di atap selama 1 jam 26 menit, Daru tidak terlihat membawa kembali tas ransel dan kantong belanjanya ketika turun.
“Pemeriksaan tempat korban bekerja, kemudian hasil wawancara dengan saksi-saksi, mengindikasikan bahwa pada tanggal 7 Juli 2025, pukul 21.43 WIB hingga pukul 23.09 WIB, atau sekitar 1 jam 26 menit, korban diduga berada di rooftop lantai 12 gedung Kemlu,” kata Ade Ary, Kamis (24/7/2025).
“Ini adalah fakta yang telah kami temui. Proses pengumpulan data serta pengumpulan bukti-bukti lainnya masih terus berlangsung,” tambahnya.
Keberadaan ponsel milik diplomat Arya Daru Pangayunan hingga saat ini masih menjadi teka-teki.
Sebelum ditemukan tidak bernyawa di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (8/7/2025) pagi, Arya Daru terekam kamera pengawas sempat mengunjungi rooftop lantai 12 kantor Kementerian Luar Negeri pada Senin (7/7/2025) malam.
Ternyata, sebelum pergi ke kantor Kementerian Luar Negeri, Arya Daru sempat berbelanja di mall Grand Indonesia hingga pukul 21.00 WIB.
Pada saat itu, Arya Daru sempat berbicara dengan istrinya. Setelah komunikasi tersebut, jejak Arya Daru melalui ponselnya menghilang.
Setelah tiba di kantor Kementerian Luar Negeri sekitar pukul 21.30 WIB, ponsel Arya Daru sudah tidak berfungsi lagi.
Dari sana, Kompolnas menduga ponsel Arya Daru hilang di pusat perbelanjaan GI atau selama perjalanan menuju gedung Kementerian Luar Negeri.
Karena saat di kosan, ponsel Arya Daru masih belum aktif.
Saudara ipar Arya Daru, Meta Bagus, mengatakan bahwa adik iparnya pernah berbicara dengan istrinya.
Percakapan terakhir dilakukan oleh Arya Daru setelah pulang dari berbelanja pakaian di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat.
Pada malam hari itu, saudara perempuan saya terakhir kali berkomunikasi dengan Daru sekitar pukul 9-an. Dia (Daru) baru saja membeli baju di Grand Indonesia, sedang menunggu taksi,” ujar Meta Bagus di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, dikutip dari YouTube 10drama.com TV, Selasa (15/7/2025).
Bagus menceritakan setelah kejadian itu, Daru tidak lagi bisa dihubungi oleh saudaranya.
Keterangan Kapolsek Metro Menteng, Kompol Rezha Rahandhi pada Senin (7/7/2025) sekitar pukul 22.30 WIB, Arya Daru tampak menyapa petugas penjaga kos sebelum memasuki kamarnya.
Sempat terlihat di area dapur saat sedang makan, mungkin baru saja melakukan pesanan Gojek. Ia juga pernah membuang sampah dan menyapa penjaga kosan yang berada di belakang. “Ayo, Mas,” begitu ucapannya. Hal ini terlihat dari rekaman CCTV,” katanya, Rabu (9/7/2025).
Rezha juga menyebutkan bahwa istri Arya Daru pernah menghubungi suaminya sekitar pukul 21.00 WIB.
“Yang terakhir masih sempat berbicara via telepon pukul 21.00, yaitu pukul 9 malam. Kemudian sekitar pukul 5 pagi, mungkin istrinya mengingatkannya untuk shalat atau apa pun, tapi tidak bisa dihubungi hingga pukul 7 atau 8 pagi,” katanya.
Karena tidak lagi mendapatkan respons dari korban, sang istri kemudian menghubungi pengurus kos.
Pada pagi hari Selasa (8/7/2025), hanya penjaga kos dan seorang pria yang diduga merupakan tetangga atau rekan kerja Arya Daru mencoba membuka paksa jendela kamar korban.
Tampaknya kondisi Arya Daru telah meninggal di kamar kosnya di Jalan Gondangdia Kecil Nomor 22, Menteng, Jakarta Pusat, dengan kepalanya dibungkus plastik dan ditempel pita berwarna kuning.
