ASN Kota Bima Diduga Aniaya Istri Hingga Tewas, Awalnya Cekcok

by -116 Views

Laporan Jurnalis Lintaskriminal.co.id -, Rozi Anwar

Lintaskriminal.co.id -, KOTA BIMA– Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Bima bernama Furkan (41) diduga melakukan kekerasan terhadap istrinya hingga meninggal dunia.

Kejadian tersebut berlangsung di salah satu rumah kontrakan di belakang SMA Negeri 3 Kota Bima, NTB pada hari Senin (13/10/2025) sekitar pukul 12.00 WITA.

Furkan, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kota Bima, yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai negeri mengakhiri nyawa istrinya, SR (39).

Kepala Humas Polres Bima Kota Ipda Baiq Fitria Ningsih mengonfirmasi peristiwa tersebut saat dihubungi pada Selasa (14/10/2025).

“Mereka pernah terlibat perdebatan di dalam kamar kosnya,” katanya.

Fitri mengatakan, perselisihan tersebut diduga disebabkan oleh rasa iri Furkan yang sangat marah setelah mengetahui korban sering berbicara melalui telepon dengan seorang pria lain.

Perasaan yang memuncak menyebabkan suasana menjadi lebih panas.

Furkan kemudian menusuk mata kiri korban dengan tangan kirinya sebanyak lima kali.

“Korban meninggal di lokasi kejadian,” kata Fitri.

Beberapa saksi yang berada di sekitar tempat tersebut mendengar suara kekacauan dari dalam kamar kos.

“Tapi aku tidak tahu sampai terjadi pembunuhan. Setelah suasana tenang, warga baru mengetahui ada yang meninggal,” ujar Fitri.

Furkan segera pergi ke Kantor Satreskrim Polres Bima Kota untuk menyerahkan diri dan mengakui tindakannya.

Petugas yang menerima laporan langsung menahan tersangka dan mengirimkan tim ke lokasi kejadian guna melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP).

“Sudah ada pelaku yang menyerahkan diri dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan mendalam. Kami masih melakukan penyelidikan terkait motif sebenarnya dari tindakan pelaku, meskipun dugaan awalnya disebabkan oleh perasaan iri,” katanya.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Bima guna dilakukan pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan.

Di sisi lain, polisi rencananya akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, termasuk warga sekitar dan pihak keluarga korban, agar memperkuat proses penyelidikan.

(*)