Aturan Baru untuk Penyelenggaraan Haji 2026

by -54 Views

MANDALIKA halopadang.id – Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, mengumumkan sejumlah aturan terbaru yang harus diikuti seluruh negara yang mengirimkan jemaah haji untuk musim Haji 2026 atau 1447 H.

 

Pengumuman tersebut diungkapkan dalam pertemuan setengah tahunan bersama pejabat haji dari berbagai negara Islam, yang dilaksanakan selama Konferensi dan Pameran Haji keempat di Jeddah, Senin (10/11).

 

Persyaratan Terbaru: Mulai dari Visa hingga Sertifikat Kesehatan Jemaah

 

Dalam pidatonya yang dilaporkan oleh Kantor Berita Saudi SPA, Al-Rabiah menetapkan beberapa tenggat waktu dan prosedur penting yang harus dipenuhi oleh kantor urusan haji dari setiap negara. Aturan tersebut mencakup:

 

Perjanjian jasa tenda (masyair) harus selesai sebelum 15 Rajab 1447 H (4 Januari 2026), sedangkan perjanjian akomodasi di Makkah dan Madinah paling lambat 13 Syaban (1 Februari 2026).

 

Pengajuan visa haji harus dilakukan sebelum tanggal 1 Syawal (20 April 2026) dan tidak ada masa perpanjangan.

 

Setiap calon jemaah wajib memiliki sertifikat kelayakan kesehatan, yang ditandatangani oleh kepala kantor haji dan pimpinan tim medis, serta diverifikasi melalui sistem elektronik Masar.

 

Pembayaran hewan kurban (Hady dan Adahi) hanya diperbolehkan melalui kantor haji yang sah serta proyek resmi dari Arab Saudi. Kerja sama dengan pihak yang tidak memiliki izin dilarang keras.

 

Kartu Nusuk merupakan persyaratan wajib bagi pengunjung yang ingin memasuki Masjidil Haram dan tempat-tempat suci lainnya.

 

Data administratif, medis, dan media harus mulai diunggah pada 19 Jumada Al-Awwal (10 November 2025) serta selesai sebelum 1 Rajab (21 Desember 2025).

 

Penentuan maskapai dan jadwal penerbangan harus ditetapkan sebelum 15 Rajab (4 Januari 2026).

 

Semua kegiatan administratif dan keuangan harus dilakukan melalui sistem Nusuk Masar.

 

Menurut Al-Rabiah, kebijakan ini dibuat guna memperkuat koordinasi dan memastikan semua layanan kepada jemaah dapat dilaksanakan secara efektif dan terampil.

 

“Langkah-langkah ini menunjukkan peran kepemimpinan Kerajaan dalam melayani jemaah dari berbagai belahan dunia dengan profesionalisme dan kreativitas,” tegasnya.

 

Dengan penerapan aturan yang ketat, Arab Saudi berupaya memastikan bahwa pelaksanaan Haji 2026 berjalan lebih teratur, aman, dan efektif, sekaligus memperkuat citra Kerajaan sebagai pusat layanan haji terunggul di dunia. ***