Ayah Pelaku Ledakan SMAN 72 Diperiksa Polisi, Ibu Masih di Luar Negeri

by -56 Views

TANGERANG, halopadang.id –Polisi telah memeriksa ayah dari anak yang terlibat dalam konflik hukum (ABH) yang menjadi pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pemeriksaan dilakukan guna mengungkap latar belakang dan tujuan di balik kejadian tersebut.

“Ayah ABH telah dimintai keterangan, termasuk beberapa saksi lainnya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto di Mapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Rabu (12/11/2025).

Sementara itu, ibu dari pelaku masih menunggu waktu yang tepat untuk pemeriksaan karena sedang bekerja di luar negeri.

“Masih berada di luar negeri, bekerja,” katanya.

Sementara itu, tersangka masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, setelah menjalani operasi pada bagian kepala.

Proses pemulihan, menurutnya, tidak hanya dilakukan secara medis tetapi juga melibatkan bimbingan psikologis.

“Di RS Polri terdapat tim yang bekerja sama, selain penanganan medis dan psikologis, ada tindakan lain setelah operasi, yaitu operasi plastik atau bedah plastik,” ujarnya.

Selain itu, penanganan terhadap anak yang terlibat dalam proses hukum, menurutnya, harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Oleh karena itu, pihaknya melibatkan berbagai instansi, seperti Balai Pemasyarakatan (Bapas), KPAI, B2TP2A, dan P3A.

Berdasarkan hasil sementara penyelidikan, menurut Bhudi, pelaku diduga mengalami masalah pribadi yang menyebabkannya merasa stres.

“Yang bersangkutan adalah bagaimana dirinya merasa kesepian, tidak memiliki teman, tidak memiliki keluarga, dan tidak ada tempat yang bisa memberikan ketenangan serta kesejukan terhadap masalah pribadinya,” jelasnya.

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan bahwa pelaku tidak memiliki keterkaitan dengan jaringan terorisme apa pun. Saat ini, penyidik masih melakukan penyelidikan mengenai asal bahan peledak yang digunakan.

“Masih dalam proses pemeriksaan, mohon bersabar,” katanya.

Ledakan SMAN 72 Jakarta

Ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta pada Jumat pekan lalu sekitar pukul 12.15 WIB, tepat saat pelaksanaan salat Jumat berlangsung di masjid sekolah yang terletak di kompleks Kodamar TNI Angkatan Laut, Kelapa Gading.

Keterangan dari saksi mengatakan, dua ledakan terdengar secara berurutan—yang pertama terjadi saat prosesi khotbah, kemudian diikuti ledakan kedua yang diduga berasal dari arah yang berbeda. Akibatnya, 96 orang mengalami luka-luka, termasuk siswa, guru, dan warga sekitar.

Penyelidikan polisi menemukan bahwa pelaku ledakan adalah seorang siswa SMAN 72 Jakarta yang masih di bawah umur. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku bertindak sendirian tanpa keterkaitan dengan jaringan teror apa pun.

“Tindakan dilakukan sendiri, tanpa keterlibatan dengan jaringan teror tertentu,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dalam konferensi pers, Selasa (11/11/2025).

Kepala Biro Investigasi Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin menambahkan, pelaku diduga melakukan perbuatannya akibat mengalami tekanan mental dan merasa kesepian.

“Ia merasa tidak ada tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya, baik di lingkungan keluarga, maupun di lingkungan sekitarnya, bahkan di lingkungan sekolah,” kata Iman.

Berdasarkan penjelasan polisi, pelaku menyimpan perasaan marah dan frustrasi yang akhirnya diungkapkan melalui tindakan tersebut.