Ayah Timothy Buka Fakta Baru Kematian Anak, Soroti Kejanggalan Kampus

by -71 Views

Lintaskriminal.co.id –Ayah Timothy Anugerah Saputra, Lukas Triana Putra bongkar reaksi kampus usai sang anak tewas akibat loncar dari lantai 4.

Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa semester ketujuh jurusan sosiologi FISIP Unud, ditemukan meninggal di area kampus pada Selasa (15/10/2025).

Timothy Anugerah diduga melompat dari lantai gedung fakultasnya sekitar pukul 09.00 WITA.

Ayah Timothy Anugerah Saputra merasa tidak puas dengan penjelasan dari pihak kampus atas kematian anaknya.

Ini disebabkan oleh keterangan yang selalu berubah-ubah dari pihak kampus.

‘Hari pertama di rumah duka diberitakan bahwa dari pihak kampus menyatakan bahwa di lantai 2 (korban loncat), hari berikutnya dari kampus mengatakan di lantai 4, ‘ ungkapnya dilansir dari youtube Metro Tv, Minggu (19/10/2025).

Ayah Timothy juga menyatakan bahwa ia bertanya mengenai sistem pengawasan CCTV.

‘Saya pernah tanya dari pihak kampus, mengatakan bahwa memang tidak ada cctv satupun, dan kebetulan saksi-saksi juga tidak dapat memberikan berita yang valid gitu,’ ungkapnya lagi.

Dan akhirnya, Lukas memutuskan untuk menyelesaikan masalah ini melalui jalur hukum.

‘Jadi melihat dari data-data tersebut, saya pikir sebaiknya saya serahkan kepada pihak kepolisian, tegasnya.

Keinginan Timothy

Keinginan terakhir Timothy Anugerah Saputra mahasiswa Universitas Udayanan (Unud) sebelum tewas akhiri hidup.

Kematian Timothy Anugerah Saputra memang menyisakan duka yang mendalam baik bagi keluarga maupun rekan terdekatnya.

Apalagi kematian Timothy Anugerah Saputra sangat disorot lantaran ia mengakhiri hidup karena dipicu perundungan.

Melihat dari akun instagram Timothy Anugerah Saputra, terlihat beberapa hari terkahir ia kerap membagikan kegiatannya saat di kampus.

Termasuk rencana kuliahnya, ia tulisakan dan dibagikan melalui akun instagram pribadinya.

Rupanya salah satu keinginan dari Timothy Anugerah Saputra  yang paling menyentuh adalah mencari teman.

Pada unggahan tersebut, di semester dua dan tiga, disebutkan bahwa Timothy Anugerah Saputra sedang mencari teman.

Ini ia tuliskan dalam ‘Rencana Kuliahku’

Semester 1

Belajar keadaan sekeliling kuliah

Memperkenalkan diri kepada rekan-rekan mahasiswa lainnya

Semester 2

Mencari teman

Mengikuti sebuah organisasi kuliah

Mengikuti pertandingan

Semester 3

Mencari teman

Mengikuti sebuah organisasi kuliah 

Mengikuti pertandingan

Semester 4

Mengikuti organisasi non-kuliah

Semester 5

Membentuk organisasi sendiri

Semester 6

Menjalankan organisasi sendiri

Semester 7

Tugas terakhir (Thesis, Artikel Ilmiah, dan sebagainya)

Semester 8

Tugas terakhir (Thesis, Artikel Ilmiah, dan lain-lain)

Wisuda

Cari Pekerjaan

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Inilah daftar rencana studi Timothy Anugerah Saputra sebelum akhirnya ia mengakhiri hidupnya. 2. Ini merupakan daftar rencana pendidikan Timothy Anugerah Saputra sebelum ia memutuskan untuk berhenti hidup. 3. Berikut ini adalah rencana kuliah yang pernah disusun oleh Timothy Anugerah Saputra sebelum ia mengakhiri nyawanya. 4. Rencana studi Timothy Anugerah Saputra tercatat dalam daftar ini sebelum akhirnya ia meninggalkan dunia ini. 5. Berikut adalah daftar rencana pendidikan yang dimiliki oleh Timothy Anugerah Saputra sebelum ia mengakhiri hidupnya.

Sanksi 6 Mahasiswa

Pihak UNUD merespons beredarnya informasi percakapan di media sosial mengenai dugaan ucapan yang tidak penuh empati terhadap almarhum TAS.

Ketua Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana menyatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi FISIP, dapat dipastikan isi percakapan terjadi setelah almarhum meninggal, bukan sebelum kejadian yang menimpa almarhum.

“Dengan demikian, ucapan tidak empati yang beredar di media sosial tidak terkait atau menjadi penyebab almarhum melompat dari lantai atas gedung FISIP,” kata Dewi Pascarani, Jumat.

Beberapa mahasiswa yang terlibat dalam tindakan perundungan akan diusulkan untuk menerima nilai D atau gagal dalam seluruh mata kuliah pada semester ini.

“Dari fakultas kemarin telah menyarankan Prodi untuk memberikan nilai D (tidak lulus) bagi seluruh mata kuliah semester ini, mengingat soft skill menjadi salah satu unsur penilaian dalam perkuliahan. Namun, sanksi akhir akan ditentukan berdasarkan rekomendasi Satgas PPK setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Satgas,” jelasnya.

Beberapa mahasiswa yang akan diberi nilai D, masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari Satgas PPK.

Di sisi lain, Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudarsana, menyampaikan rasa sedih dan duka yang sangat mendalam terhadap kejadian yang menimpa almarhum.

“Kami sangat sedih atas kepergian salah satu mahasiswa terbaik kami. Universitas Udayana turut merasakan duka yang dalam bersama keluarga dan seluruh komunitas akademik,” katanya.

Ia menekankan bahwa kampus harus menjadi tempat yang aman, penuh empati, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

Universitas akan menangani dengan tegas setiap pelanggaran yang merusak nilai-nilai kemanusiaan dan martabat akademik.

Di sisi lain, Unud mengajak seluruh komunitas akademik untuk memanfaatkan kejadian ini sebagai kesempatan untuk merefleksikan diri dan belajar.

Masih merujuk pada Tribun Bali, Unud juga menawarkan bantuan psikologis kepada rekan-rekan mahasiswa dan civitas akademika yang terkena dampak, serta berkomitmen untuk memperkuat program kesehatan mental dan literasi digital dalam lingkungan kampus.

Enam Mahasiswa Terlibat dalam Perundungan

Enam mahasiswa yang diduga melakukan tindakan bullying terhadap almarhum TAS dalam percakapan grup WhatsApp, memiliki latar belakang angkatan yang berbeda.

1. Leonardo Jonathan Handika Putra, seorang mahasiswa sekaligus Wakil Ketua BEM Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana yang tergabung dalam angkatan 2022.

2. Maria Victoria Viyata Mayos, mahasiswa FISIP angkatan 2023 yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Eksternal Himapol FISIP Unud Kabinet Cakra.

3. Muhammad Riyadh Alvitto Satriyaji Pratama, mahasiswa FISIP Unud yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Kajian, Aksi, Strategis, dan Pendidikan Himapol FISIP Unud

4. Anak Agung Ngurah Nanda Budiadnyana, mahasiswa FISIP 2025 yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Departemen Minat dan Bakat Himapol FISIP Unud Kabinet Cakra

5. Vito Simanungkalit, mahasiswa FISIP Unud angkatan 2025 yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Departemen Eksternal Himapol FISIP Unud Kabinet Cakra

6. Putu Ryan Abel Perdana Tirta, mahasiswa FISIP angkatan 2023 yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Mahasiswa FISIP Udayana