KABARCIRBON-Seorang pemuda menjadi korban dari aksi balap liar yang terjadi di jalan Brigjend Darsono By Pass, Kota Cirebon. Korban dengan inisial RP meninggal dunia di tempat kejadian setelah mengalami tabrakan dengan bagian belakang mobil truk.
Video dan foto terkait balap liar serta kejadian setelah kecelakaan menyebar secara luas di grup WhatsApp.
Diketahui, korban dengan inisial RP adalah warga Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Kejadian tersebut terjadi tepat di depan Pombensin By Pass pada hari Sabtu sekitar pukul 12 malam.
Lakukan Balapan Liar
Data yang didapat, urutan kejadian dimulai ketika sekelompok pemuda melakukan balap liar di jalan By Pass dekat Pombensin.
Pada saat itu, para pemuda ini menggelar balap liar dimulai dari lampu merah pemuda yang berada di arah terminal Harjamukti Cirebon. Pada saat itu, beberapa sepeda motor melaju dengan cepat, termasuk korban.
Di dalam video yang beredar, korban mengemudikan motornya dengan cepat di posisi paling kanan.
Selanjutnya, korban menabrak bagian belakang truk yang sedang berjalan searah. Akibatnya, korban jatuh dan meninggal di tempat kejadian.
“Data kecelakaan lalu lintas balap liar yang menabrak truk dan meninggal di tempat kejadian. Lokasi kejadian berada di jalan By Pass arah Terminal Harjamukti,” demikian isi keterangan dari video maupun foto yang beredar.
Setelah kejadian, tampak beberapa warga serta teman-temannya mendekati korban yang sudah tergeletak di tengah jalan. Motor korban juga terlihat mengalami kerusakan berat, bahkan hampir rusak total.
Di dalam video yang beredar, korban mengalami cedera parah pada bagian kepalanya. Hal ini terjadi karena dalam video terlihat jelas bahwa kepala korban menabrak bagian belakang mobil truk tersebut.
Kepala Kepolisian Resor Kota Cirebon, AKBP Eko Iskandar menyatakan peristiwa tersebut saat ini sedang ditangani oleh Satuan Lalu Lintas Polres Cirebon Kota.
Berulang Kali Lakukan Patroli
Menurutnya, petugas kepolisian dari Polres Cirebon Kota telah beberapa kali melakukan patroli malam untuk mencegah terjadinya aksi balap liar.
Sering kali petugas kepolisian menghentikan aksi balap liar tersebut. Namun, para pemuda itu tetap melanjutkan kegiatan balap liar.
“Benar, korban balap liar sudah ditangani. Kami telah melakukan patroli dan sering kali dibubarkan oleh petugas,” ujar Eko.
