Ban Tubeless Tak Berdaya, Ini Jenis Paku Paling Merusak yang Dilemparkan di Jalan

by -139 Views

Lintaskriminal.co.id –– Baru-baru ini beredar video viral seorang relawan ranjau paku diduga diburu oleh seseorang yang disebut-sebut sebagai anggota tukang tambal ban.

Kejadian tersebut berlangsung di Jalan DI Panjaitan menuju Cawang, Jakarta Timur, pada Jumat (26/9/2025).

Di dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @jakarta.terkini, tampak suasana gelap di Jalan DI Panjaitan menuju Cawang.

Relawan bernama Usmanto (36) terlihat dikejar oleh seseorang yang membawa tongkat.

Rekan Usmanto yang berada di lokasi langsung menghalangi pelaku dan menanyakan tujuan pengejaran tersebut.

“Apa maksudnya mengejar-ngejar, kemari,” kata perekam video dalam unggahan tersebut.

Menurut Usmanto, tukang tambal ban di sekitar lokasi biasanya hanya bekerja dari malam hingga pagi hari dan tutup saat siang.

“Tidak ada di siang hari, yang ada adalah di sisi kiri jalan setelah maghrib hingga dini hari, jadi tidak ada di siang hari,” katanya mengutip 10drama.com.

Ternyata, paku ranjau sering ditempatkan di jalan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Bentangan paku ini pasti menjadi hal yang menakutkan bagi pengguna jalan.

Karena jika sampai menembus ban sepeda motor atau mobil dapat menyebabkan kebocoran hingga rusak.

Dodiyanto, Eksekutif Merek Senior dan Pengembangan Produk PT Gajah Tunggal Tbk, produsen ban IRC pernah menjelaskan, pada dasarnya ranjau paku yang sangat merugikan adalah ranjau paku dengan ukuran besar.

“Paku yang dimaksud di sini adalah paku berukuran besar, ada pula yang berbentuk benda asing yang dibuat menyerupai besi (dipotong-potong) berbentuk segitiga atau dari bagian jari-jari payung. Intinya yang memiliki ukuran besar,” kata Dodi.

Ia menambahkan, masalah ban yang terkena ranjau seperti itu adalah jika sudah mengakibatkan ban rusak maka sulit diperbaiki bahkan untuk ban tanpa ban dalam.

Karena fungsi menambal adalah menutup lapisan ban yang terkena luka tusukan kecil, bukan robekan.

“Karena begitu dia menembus ban, lapisan dalamnya rusak. Ban tersebut terdiri dari tiga lapisan dan seterusnya, serta ada benang, jika paku besar khawatirnya nanti perbaikannya tidak maksimal,” katanya.

“Sementara yang beredar saat ini bentuk tambalannya untuk ukuran kecil yang (lubangnya) berbentuk seperti cacing itu biasanya ditusuk. Jika ukurannya besar, dikhawatirkan tambalan tidak sempurna sehingga terjadi kebocoran halus, atau nanti lepas kembali,” katanya.

Konsultan Relawan Penyapu Ranjau dari Komunitas Saber Paku Abdul Rohim menyebutkan bahwa jenis ranjau ruji payung merupakan yang paling berbahaya dan harus dihindari saat berada di jalan.

“Karena ban tubeless juga bisa mengempis, bahkan ban mobil empat roda juga bisa mengempis,” kata Rohim.