Ironis, Personalia Yayasan UNAI Pecat Karyawan Terpapar Covid Tanpa Pesangon

by -438 views

JABAR (LK) – Ibarat pepatah air susu dibalas air tuba, salah seorang pegawai (J,red) di Yayasan Universitas Advent Indonesia (UNAI) mendapat perlakuan tidak mengenakkan, padahal telah menyandang status kontrak dan mengabdikan diri selama 11 Tahun.

Menurut pengakuan J kepada Lintaskriminal.co.id, pemecatan secara sepihak tersebut berawal setelah ia mendapatkan perawatan isolasi disalah satu Rumah Sakit di wilayah Kodya Cimahi, karena dinyatakan positif Covid – 19.

J diberhentikan secara arogan oleh Personalia secara Lisan dan tidak di berikan haknya berupa pesangon, padahal J tetap memberikan pelayanan disaat Pandemi Covid-19 di klinik Universitas Advent Indonesia ( UAI ), J menjadi garda terdepan sebagai Pahlawan Covid-19.

Setelah J memberikan pengaduan kepada Tim Media, Tim Mediapun bergerak meminta Klarifikasi atas aduan dari J, namun sangat disayangkan dengan Arogan Pihak Yayasan melalui Personalia mengeluarkan surat Pemutusan hubungan kerja secara tertulis, dari hal tersebut Tim Media menelusuri kembali tentang informasi itu.

Alhasil dari pertemuan dengan Pihak Personalia, personalia mengatakan silahkan mengajukan permintaan dari J secara tertulis, setelah J mengajukan haknya secara tertulis.

Pihak Yayasan mengundang J untuk bertemu membahas terkait dengan permintaan J tanpa ada kesepakatan apapun dengan Arogansi Pihak Yayasan mengeluarkan surat Klarifikasi Pemutusan hubungan kerja, yang isinya membatalkan dan mencabut surat pemutusan hubungan kerja serta meminta J untuk kembali aktif bekerja.

Sungguh ironis nasib Perawat J, ia dipermainkan bahkan tidak dihargai pengabdiannya selama 11 Tahun, sungguh lucu sebuah institusi dengan mudahnya mengeluarkan surat pemutusan hubungan kerja secara Lisan dan setelah Tim Media melakukan Konfirmasi J baru mendapatkan surat pemutusan hubugan Kerja secara tertulis dan selanjutnya Pihak Yayasan mencabutnya kembali surat pemutusan hubungan kerja dan meminta J untuk kembali aktif, “ANEH”.

Ada apa dengan mekanisme di Lembaga ini, hal ini Perlu dipertanyakan kredibilitasnya sebagai sebuah instusi dimata hukum, ironisnya masih banyak J J yang lain mengalami nasib yang sama tetapi tidak berani bersuara.

 

Penulis : Anton

Editor : Yulisman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *