Berawal dari Hobi Menjahit Hingga Bergabung di APR

by -207 views

PELALAWAN – Bagi Sheila Annisa (20), menjahit awalnya hanya sebagai hobi untuk diri sendiri. Akhirnya hobi itu berbuah manis, berkat ketekunan putri asal Desa Lalang Kabung, Kabupaten Pelalawan dalam menekuni urusan jahit-menjahit, kini ia sudah menjadi salah seorang karyawan di PT Asian Pasifik Rayon (APR).

Kepada media Sheila mengaku tertarik dengan menjahit sejak usia sekolah, bahkan jauh sebelum diterima sebagai karyawan di APR, Sheila yang menamatkan pendidikan terakhirnya di SMKN 1 Pangkalan Kerinci ternyata sudah menekuni usaha menjahit di salah satu rumah jahit di Kabupaten Pelalawan.

“Menjahit merupakan hobi saya sejak kecil, saya meyakini kalau menjahit itu adalah salah satu seni, semakin baik karya yang kita hasilkan, semakin banyak orang yang ingin melihat karya itu,” ujarnya.

Kini, setelah bergabung sebagai salah satu karyawan di perusahaan APRIL Grup, Sheila yang tinggal tidak jauh dari pabrik APR itu mengaku sangat bersyukur, karena dengan bekerja di perusahaan garmen, ia merasa bisa menyalurkan bakatnya, bahkan banyak pengalaman yang bisa ia ambil.

“Disini alatnya canggih-canggih, semuanya sudah digital, jadi sudah sangat mudah dalam menjahit, bordir, maupun sistem pasang kancingnya. Banyak ilmu yang bisa saya pelajarin dalam perusahaan ini,” terangnya.

Kedepan Sheila sangat yakin keberadaan APR akan terus berkembang dan mampu memberikan dampak positif kepada para perempuan sekitar, baik sebagai karyawan maupun sebagai pengusaha lokal bidang garmen yang terampil dan kreatif yang ada di Riau khususnya di Kabupaten Pelalawan.

Sementara itu, Community Development Head PT APR, Binahidra Logiardi mengatakan bahwa APR memiliki komitmen yang kuat dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif atau masyarakat yang ramah dan terbuka kepada siapapun tanpa terkecuali. Termasuk memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal untuk bekerja di perusahaan.

Saat ini, PT APR membangun bagian kain atau garmen bukan untuk komersil, melainkan sebagai pusat belajar dan uji coba untuk produk viskosa yang diproduksi.

“Kedepannya diharapkan dari sini bisa menghasilkan desain-desain pakaian jadi yang menjadi inspirasi bagi pelanggan maupun pembeli akhir di toko-toko pakaian,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, PT APR yang baru saja diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo ini, merupakan produsen serat viskosa berkapasitas produksi 240.000 ton dengan pabrik yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan, Riau.

Keberadaan industri ini mendukung agenda pemerintah terhadap industri strategis tekstil nasional agar bisa berkompetisi di pasar global. Selain itu, PT APR juga diyakini akan mengurangi ketergantungan impor atas bahan kapas dan rayon ke Indonesia.(rls) 

 

Editor : Yusman 

 

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *