Bernilai Milyaran Rupiah, Pengadaan Seragam di SMKN Pangkalan Kerinci Belum Selesai

by -196 views

RIAU, Lintaskriminal.co.id – Pengadaan seragam di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pangkalan Kerinci yang bernilai milyaran rupiah pada tahun 2018 hingga kini masih belum selesai dikerjakan, akibatnya terdapat beberapa siswa belum mendapatkan seragam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lintaskriminal.co.id di lapangan, pengadaan seragam sekolah di SMKN 1 Pangakalan Kerinci dipungut sekitar Rp. 2 juta untuk 6 stel seragam untuk satu orang siswa, dan jumlah siswa yang diterima pada tahun 2018 berjumlah sekitar 600 siswa. Jika dijumlahkan dengan siswa dengan pungutan, maka nilai pengadaan seragam sekolah di sekolah tersebut berkisar Rp.1,2 miliar.

Terlepas dari pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh pihak sekolah bersama pihak komite, yang menjadi permasalahan dasar dalam pengadaan seragam ini adalah masih banyak siswa yang belum mendapatkan jatah baju, sedangkan siswa yang masuk tahun 2018 silam kini sudah menduduki kursi kelas XI atau sudah III Semester duduk fi bangku sekolah.

Seperti halnya yang dialami Rosma (nama samaran), yang tidak lain adalah salah seorang walimurid atau orangtua siswa SMKN 1 Pangkalan Kerinci kepada Lintaskriminal.co.id mengaku hingga kini anaknya masih belum mendapatkan satu stel baju seragam, padahal ia sudah melunasi kewajibannya sebesar Rp. 2 juta.

“Saya sudah melunasi uang seragam sekolah anak saya, tapi hingga kini masih ada seragam sekolah yang belum diterima anak saya,” keluhnya saat ditemui Lintaskriminal.co.id di Pangkalan Kerinci.

Ditambahkan Rosma, pihak sekolah sepertinya tidak profesional dalam mengelola pengadaan seragam sekolah, hal ini dapat dilihat dari mahalnya harga dan lambatnya penyelesaian seragam sekolah tersebut. Jika dilihat dari harga, keuntungan sekolah sangat besar, dimana harga satu seragam sekolah hanya Rp. 200 ribu, dihitung dengan jumlah seragam yang diadakan hanya 6 stel seragam.

“Kalau kita hitung-hitang, keuntungan pihak sekolah cukup besar, tapi jika dibandingkan dengan selesainya seragam, itu tidak sebanding. Kita berharap pihak sekolah segera menyelesaikan seragam yang tertunda itu,” tutupnya.

Sementara itu, saat di konfirmasi kepada Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMKN 1 Pangkalan Kerinci tahun 2018, Tuti yang juga wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan mengatakan bahwa dirinya belum bisa memberikan keterangan terkait keterlambatan pengadaan seragam tersebut, sebab saat ini ia sedang berada di Kota Padang untuk mendampingi suaminya yang sakit.

“Komfirm k skolah y bg, lngsung kepsek dn komite jg, kbtulan suami sy sdg sakit d pdg, mhon maaf, link yg abg kirim sdh sy forward k krpsek dn komite.?.” tulisnya melalui pesan WhatsApp pribadinya.

Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *