Brigjen Budi Setiawan: Segera Laporkan Kampanye Prokhilafah

by -140 views

JAKARTA (LK) – Kepala Biro Multimedia Divisi Hubungan Masyarakat (Divhumas) Polri Brigjen Budi Setiawan ajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menekan Paham radikalisme, caranya yakni melaporkan konten-konten yang berbau radikal yang tersebar di Media Sosial (Medsos).

“Jika menemukan adanya sebaran berita bohong ataupun kampanye prokhilafah di media sosial, jangan segan-segan, segera laporkan,” ajak Brigjen Budi seperti yang dikutip dari Republika.co.id

Pesan tersebut disampaikan Budi dalam diskusi bertajuk Upaya Peran Pers dan Generasi Milenial dalam Membendung Paham Radikalisme. Ia juga meminta masyarakat dengan lingkungan sekitarnya saling mengingatkan untuk bersikap bijak dalam menerima informasi.

Guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban akibat gerakan radikalisme, dia menjelaskan, Polri melakukan berbagai upaya pencegahan, pembendungan, dan penegakan hukum. Dalam kesempatan itu, pihaknya meminta kepada pers mahasiswa untuk memberitakan informasi yang benar dan menolak menyebarkan hoaks.

“Pers Mahasiwa mengajarkan kemampuan menguji setiap informasi yang diterima masyarakat sehingga mampu menolak informasi, menolak menyebarkan, menolak memproduksi segala macam hoaks,” katanya.

Tidak sampai disitu saja, Budi juga menambahkan bahwa penyebaran informasi hoaks atau tidak benar itu merupakan salah satu cara yang ditempuh pihak-pihak tertentu dalam menyebarkan dan menanamkan paham radikal terhadap masyarakat.

“Saat ini memanfaatkan era keterbukaan informasi seperti sekarang dengan memproduksi dan menyebarkan hoaks atau berita bohong guna menarik dukungan dengan sasaran masyarakat sebagai penerima berita dan bisa sekaligus berperan sebagai penerus atau bahkan produsen berita,” katanya.

Hal tersebut menurutnya bisa terjadi karena literasi (pemahaman) masyarakat tentang pengelolaan informasi masih sangat minim. “Masyarakat mudah percaya dan memviralkan berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, apalagi yang berbau agama,” katanya.

Kondisi tersebut membuat para radikalis menjadikan hoaks sebagai strategi yang efektif. Untuk melawan dan membendung hal tersebut, menurutnya mahasiswa yang merupakan agen perubahan dan intelektual berperan penting dalam memublikasikan pengetahuan pengelolaan informasi kepada masyarakat (mahasiswa lainnya) melalui pemberitaan yang mereka publikasikan dalam pers mahasiswa.

Ia juga mengingatkan agar pers mahasiswa untuk menggunakan pilihan kata yang baik dalam menyebarkan informasi. Selain itu, pers mahasiswa diharapkan selalu meningkatkan kompetensi dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik sehingga beritanya berkualitas, termasuk proses produksinya harus sesuai dengan kaidah baku jurnalistik.

Editor : Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *