Bukan Ahli IT, Hanya Lulusan SMP: Identitas Terduga Hacker Bjorka Terungkap

by -132 Views

JAKARTA KOTA –Pemuda dengan inisial WFT (22), berasal dari Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara, telah ditangkap oleh Direktorat Siber Polda Metro Jaya terkait kasus Hacker Bjorka.

​

Fakta menariknya, WFT ternyata bukanlah seorang pakar teknologi informasi secara resmi.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa ia bahkan tidak menyelesaikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan sepenuhnya belajar teknologi secara mandiri.

​

“Ia mempelajari semua masalahnya itu hanya dari IT dan melalui komunitas-komunitas media sosial,” kata Kasubdit IV Siber, AKBP Herman Edco.

​

Penelitian mendalam mengungkap bahwa WFT mulai memperluas pencarian mereka di dark web sejak tahun 2020.

Di sana, ia aktif dalam membangun jaringan di berbagai forum gelap, secara bertahap belajar bagaimana mendapatkan uang melalui kegiatan ilegal.

“Semua dilakukan di rumah. Kesehariannya tidak memiliki pekerjaan, jadi memang setiap hari hanya berada di depan komputer terus-menerus melalui komunitas yang telah ia bangun sejak lama,” tambah Herman.

Selanjutnya, Herman Edco mengungkapkan bahwa WFT melakukan seluruh tindakannya sendirian.

Meskipun demikian, ia mampu menghasilkan pendapatan yang sangat besar, dengan setiap penjualan data di forum gelap dilaporkan mencapai hingga puluhan juta rupiah.

Ia melakukan segalanya sendirian. Pengakuannya, saat dia menjual data tersebut nilainya sekitar puluhan juta melalui forum gelap,” katanya.

WFT diketahui memakai akun X (Twitter) dengan nama @Bjorkanesiaa untuk menyatakan diri sebagai hacker Bjorka.

Melalui akun tersebut, ia pernah mengunggah data nasabah dari sebuah bank swasta dan menyatakan telah melakukan peretasan terhadap 4,9 juta akun.

Namun, pihak kepolisian masih belum dapat memastikan apakah WFT terkait dengan Bjorka “asli” yang sempat membuat heboh masyarakat sekitar lima tahun lalu.

“Masih dalam proses penyelidikan dari Direktorat Siber Polda Metro Jaya mengenai keterkaitan Bjorka yang terjadi sejak tahun 2020 hingga saat ini, apakah sama atau tidak,” tegas Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa alasan utama WFT melakukan tindakan ini murni dipengaruhi oleh kondisi ekonomi.

​

“Maka motivasi yang bersangkutan hanya terkait dengan kebutuhan, masalah uang,” tutup Herman Edco.