Dari Rumah Baca ke Perahu Nelayan: Polri Hadir dalam Wajah Ipda Ripal

by -167 Views

Lintaskriminal.co.id –Kepala Sektor Polisi Lubuk Batu Jaya, Indragiri Hulu, Ipda Ripal Indrawata (35) menyampaikan bahwa profesinya sebagai anggota Polri tidak terlepas dari tugas utama: memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selama menjalankan tugasnya, ia membantu ratusan warga yang mengalami kesulitan dalam mengurus administrasi kependudukan, bahkan turut memperhatikan pendidikan anak-anak di daerahnya.

Berdasarkan dedikasinya, Ipda Ripal diajukan untuk menerima Hoegeng Awards 2025. Hal ini bukan yang pertama baginya mendapatkan penghargaan, pada tahun 2021 lalu, ia juga memperoleh medali emas dari Kapolri.

Sahrial (50), penduduk Desa Batu Gajah, mengakui bahwa ia sudah lama menyaksikan perhatian Ripal terhadap masyarakat setempat. Menurutnya, sikap tersebut sudah menjadi ciri khas Ripal sejak ia masih menjabat sebagai Bhabinkamtibmas di desa tersebut.

“Kinerja dia sejak menjadi Bhabin memang sangat luar biasa, dia sering bersosialisasi dengan masyarakat, sering mampir ke tempat saya. Banyak hal yang dilakukannya, mungkin berbeda dari Bhabin-bhabin lainnya. Ada orang tua yang sakit dan janda yang tidak mampu diperhatikannya, sangat luar biasa, wajar-wajar saja dia cepat naik pangkat, istilahnya sekarang dia alhamdulillah sudah menjadi Kapolsek, karena memang orangnya benar-benar baik,” ujar Sahrial, Jumat (25/4/2025).

Periode 2019–2022, Ipda Ripal ditempatkan sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Batu Gajah dan Pasir Keranji. Pada awal penugasannya, ia segera memperkenalkan diri dan berinteraksi dengan warga. Sangat peka terhadap keluhan masyarakat, Ripal juga aktif dalam urusan administratif: mulai dari akta kelahiran, KTP, hingga KK.

“Orang itu adalah penduduk pindahan, bukan warga asli sini, jadi mungkin ada masalah karena dia pendatang, seperti pernikahan siri atau cara lainnya, sehingga otomatis jika tidak menikah secara resmi maka tidak memiliki Kartu Keluarga. Ibu tersebut mengalami kendala dalam mendaftarkan anaknya ke sekolah, karena sudah tidak diterima oleh pihak sekolah,” jelasnya.

Mendengar hal tersebut, Ripal langsung bertindak. Ia membantu warga terkait untuk mengajukan dokumen kependudukan ke Dukcapil.

Itu adalah Pak Ripal, orang tersebut melaporkan ke Pak Ripal. Ditangani oleh Pak Ripal, alhamdulillah anak ibu tadi bisa bersekolah, KK-nya diurus, KTP. Dan ada orang tua yang tidak mampu yang ingin ke Dukcapil kesulitan transportasi, dia mampu memfasilitasi hal itu, dia menggunakan mobil pribadinya, dia pergi mengantarkan,” tambahnya.

Bantuan serupa juga dirasakan oleh keluarga Sahrial. Saudaranya yang sedang menjalani pengobatan jalan pernah diantar oleh Ripal menggunakan mobil pribadinya.

“Saudara saya pernah, sebagai pasien rawat jalan, yaitu Pak Ripal rutin datang ke sini, mengantar ke rumah sakit. Nanti ketika ada rezeki lebih, dia juga mengantarkan bahan makanan ke warga lainnya. Ada warga yang sudah tua dan tidak bisa berjalan, sedang sakit-sakitan. Alhamdulillah diberikan oleh dia kursi roda, dibeli dan diantar, saya tahu itu,” katanya.

Peduli Anak hingga Nelayan

Tidak hanya berfokus pada administrasi dan kesehatan, Ripal juga mengusulkan adanya perpustakaan untuk anak-anak di Desa Pasir Keranji, bahkan ikut mengajar di sana. Ia juga memberikan bimbingan kepada para pemuda, termasuk mantan pengguna narkoba.

“Itu di Desa Pasir Keranji dia mendirikan taman bacaan untuk anak-anak, khususnya PAUD. Bersama para pemuda, dia memberikan pembinaan, ada yang pernah menggunakan narkoba,” ujar Sahrial.

Tidak berhenti di situ, Ripal juga memberikan peluang kepada tahanan yang terlibat dalam kasus narkoba untuk kembali membangun diri.

“Disediakan lahan untuk menanam sayuran, menanam pohon di sekitar Batang Kuantan, agar anak ini memiliki kegiatan agar tidak kembali mengonsumsi sabu. Di lahan dekat masyarakat yang tinggal di tepi sungai, bahkan di lahan milik para pecandu narkoba ini juga memiliki tanah, dia membuatnya sendiri. Pak Ripal menyediakan benih, pupuk, dan makanan bagi orang ini,” katanya.

Perhatian Ripal mencakup para nelayan yang menggantungkan hidupnya dari Sungai Indragiri Hulu. Ia diketahui memberikan bantuan berupa perahu tanpa biaya hingga alat penangkap ikan.

“Kapal nelayan yang hidup di tepi sungai juga pernah dibuatkan perahu. Lumayan, kalau membeli perahu yang sudah jadi. Beberapa perahu yang dibuatnya sudah menggunakan mesin,” katanya.

Menurut Sahrial, sosok Ipda Ripal merupakan bukti nyata bahwa masih terdapat polisi yang sungguh-sungguh berkomitmen melayani masyarakat.

“Saya yakin memang ada polisi yang benar-benar tulus dan baik, memang ada, tidak bisa kita tolak. Terkadang yang merusak citra adalah oknum tertentu. Saya jadi tidak bisa menyangkal bahwa ada polisi yang benar-benar tulus membantu masyarakat,” tutupnya.